AKU

Siswi hamil harus tetap bersekolah

Posted by juliach on November 26, 2008

Terus terang saja aku sangat kesel ketika baca artikel Pak Sawali. Bukan Pak Sawali penyebabnya, tetapi pihak sekolah yang sangat berpikiran dangkal : mengeluarkan siswi hamil dari sekolahnya. Selain pihak sekolah, kejengkelanku bertambah lagi oleh para pemberi komentar.

Aku rasa hanya maksimal 10% dari komentator yang memberi respon: membiarkan anak itu tetap bersekolah. Yang lainnya masih kagak setuju. Alasan mereka tidak setuju macam-macam:, banyak juga dari yang setuju dengan pemecatan siswi tersebut dengan alasan untuk membuat jera siswi lainnya, hukuman yang harus ditegakkan, alasan agama, alasan sosial, bahwa hal ini merupakan penyakit yang menular, bla…bla…bla… dan lainnya yang menurutku tidak masuk akal sehat.

Penyakit yang menular? Oh…la…la….sampai sebegitunya pemikiran mereka? Itu orang yang memberi komentar sudah berpikir masak-masak atau asal jeplak atau tidak tahu sama sekali (karena pendidikannya rendah)? Aku maklum saja jika pendidikannya setingkat SD. Namun aku sangat ngelus dada kalau ada orang berdiploma S1 masih memiliki ide yang miring itu.

Dari sini aku bisa menarik kesimpulan bahwa dalam kehidupan di Indonesia itu tidak adanya cinta, kasih sayang, pengertian, komunikasi, tidak ada maaf sedikitpun. Read the rest of this entry »

Posted in Keluarga, Obrolan, Pendidikan, serba-serbi, Sosial | 33 Comments »

Kok malah ke Venisia sih!

Posted by juliach on November 23, 2008

Malam dingin…di bulan November…November kelabu slalu menghantui…

Lah itu cuplikan lagu “November Kelabu”, tak tahulah siapa penyanyinya dan siapa pengarangnya. Lagu itu masih saja terngiang-ngiang di kupingku, tapi hanya sepenggal-sepenggal saja karena aku sudah lupa.

Pengarang lagu itu memang benar adanya bahwa bulan November itu bulan kelabu. Di sini tiada hari tanpa mendung, tiada hari tanpa hujan, dingin lagi. Paling menjengkelkan gelapnya semakin panjang. Jam 8 pagi di sini bagaikan jam 6 pagi di Indonesia, sedangkan jam 5 sore bagaikan jam 6 sore di Indonesia. Semakin hari semakin gelap hingga memasuki bulan januari. Read the rest of this entry »

Posted in Obrolan, serba-serbi | 16 Comments »

Lega sudah

Posted by juliach on November 20, 2008

Cerita ini sudah lama ada di draft, lupa di-publish. Kejadian ini sekitar 1 bulan yang lalu. Sebelumnya bisa baca ini dulu, kalo mau.

Jumat sore, ketika mau masuk ke appartement aku singgah dulu di kotak surat. Berharap kartu SIM sudah jadi. Koq banyak banget, amplopnya! Paling-paling faktur atau rekening korang! Memang betul ada beberapa faktur, rekening korang dan satu lagi…Oi!!! Dari Delmas, advokatku. Minta apa lagi ya dia? Yang pasti bukan uang! Maître DELMAS itu advokatku yang ditunjuk oleh CAF untuk bantuan hukum gratis.

Tak sabar, langsung aku buka amplop itu. Mataku terbelalak….hatiku langsung mau copot! Dia seperti mau terbang tinggi melayang! Ternyata itu merupakan surat pemberitahuan supaya aku pergi ke Catatan Sipil di Walikota bersama akte cerai yang terlampir!

Seperti biasa aku langsung tertawa ngakak….pastilah aku bergembira!!!! Aku langsung keluar, pergi ke gudang untuk mengambil Champagne. Zo kebingunan dan menanyakan permasalahannya. Tak kujawab, tunggu dulu. Aku lalu langsung menelpon teman-temanku untuk datang. Aku juga minta Dede supaya tidak lupa membawa pedang Samurainya. Read the rest of this entry »

Posted in Obrolan, serba-serbi, Survive/bertahan untuk hidup | 16 Comments »

Piano

Posted by juliach on November 18, 2008

Alangkah gembiranya aku ketika Ines memilih belajar instrumen piano pada tahun ajaran 2008-2009. Kebetulan sekali aku suka sekali piano, sayang aku tidak pernah punya kesempatan mempelajarinya. Alasannya gampang sekali ditebak: tidak punya uang. Ya, itu yang sering diucapkan oleh orang tuaku.

Entahlah mengapa, setiap aku melihat orang bermain piano…hatiku terasa bagaimana…tak bisa diungkapkan… Apalagi lagu satu ini “Blue Moon”. Padahal lagu itu sering aku dengar semenjak aku kecil, tapi aku mulai tergila-gila dengan lagu tersebut ketika aku berumur 24 tahun. Telaaaattttt!!!!!!

Aku jatuh cinta dengan lagu itu ketika aku memasuki lobi hotel H, di mana ada seorang pria memainkan lagu tersebut. Aku jadi berdiri terpaku di depannya dan mendengarkan lantunan melodi itu hingga habis. Saking demennya tak terasa aku bertepuk tangan dan menyanjungnya…tentu saja dengan suara khasku “keras dan medhok Jawanya”…”Sungguh bagus sekali!!!”. Suaraku yang menggelegar membuat semua orang menolehkan kepalanya. Mas Agus, kekasihku waktu itu langsung berbisik,”Jangan norak dong!”….Seperti biasa aku suka ngeyel, aku jawab,”Memang bagus maka aku berhak keplok!”….Biasa orang kita enggak biasa budaya keplok tangan jika ada yang bagus-bagus. Read the rest of this entry »

Posted in Obrolan, Pendidikan, serba-serbi | 10 Comments »

Bantulah Anak Mandiri Sedini Mungkin

Posted by juliach on October 14, 2008

Hari raya Idul Fitri merupakan hari libur national bagi para pekerja rumah tangga, berarti para ibu pada pusing kepala. Pasti sudah terbayangkan bertumpuknya pekerjaan rumah tangga. Apalagi bagi mereka yang berkarir dan masih mempunyai anak balita. Di benak mereka sudah berlalu lalang banyak pikiran-pikiran: apakah si mbak bisa pulang secepatnya/tidak kembali sama sekali, ke mana anak harus dititipkan, apakah nanti anak bisa makan tanpa si mbak, apakah setiap sore harus begadang terus menina-bobokan si kecil, dsb. Pokoknya intinya repot saja.

Read the rest of this entry »

Posted in Keluarga, Obrolan, Pendidikan, Sosial, Uncategorized | 31 Comments »

Dear Pak Eri

Posted by juliach on October 10, 2008

Artikel ini memang aku tujukan ke Bapak Eri, dosen Tehnik Komputer, Universitas Terkemuka di Jakarta.

Di dalam hidup ini, kita pasti ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kala kita masih kecil mungkin hidup kita susah, tapi kita tidak layak menerapkan kesusahan kita dulu ke penerus kita atau anak cucu kita.

Kalau kita mempunyai pengalaman yang jelek, tak pantaslah kita menjerumuskan anak-anak/penerus kita bahkan orang lain supaya mendapat pengalaman yang sama. Jika kita mempunyai pengalaman yang baik, tak perlulah kita menutup-nutupi informasi itu supaya mereka tidak bisa mendapat kenikmatan.

Ada orang bilang dalam setiap percobaan/experimental terdapat istilah Trial and Error. Memang segala sesuatu yang kita coba itu tidak selalu berhasil. Namun tak ada salahnya sekali trial tidak pernah error apalagi percobaan itu diaplikasikan langsung ke manusia. Bukan Tikus!!!

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | 33 Comments »

Urssaf

Posted by juliach on October 9, 2008

Terima kasih atas banyaknya pertanyaan. Ini bagus sekali dijadikan satu artikel di blogku.

Seseorang, sebut saja Kiki menanyakan soal Urssaf di komentar di Menikah dengan Orang Perancis dan Hidup di Perancis. Dia mengatakan akan bekerja paruh waktu di Perancis sebagai Controller di Proyek. Pertanyaannya: apakah dia harus dideklarasi Urssaf? Jawabannya: 100% harus!

Untuk menerangkan soal Urssaf ini sangat komples sekali, jadi jika kurang jelas bisa tanya lagi ya! Harap bersabar.

Jadi apa itu Urssaf? Urssaf singkatan dari Unions de recouvrement des cotisations de sécurité sociale et d’allocations familiales. Ini merupakan salah satu misi service publik yang mengurusi penarikan cotisasi/iuran dan distibusinya untuk meng-cover sekuriti sosial, managemen tresoreri sosial. Juga mengatur account pihak ketiga, seperti: tabungan hari tua, jaminan chômage/pengangguran (bekerjasama dengan Unedic), cuti, kematian, dll. Urssaf mengontrol/membasmi pekerja ilegal. Urssaf menjamin sekuriti sosial dan allocation famillials (santunan keluarga). Read the rest of this entry »

Posted in Hak dan kewajiban, Keluarga, Kesehatan, Obrolan, Sosial, Survive/bertahan untuk hidup, Uncategorized | 16 Comments »

Menghajar France Telecom

Posted by juliach on October 6, 2008

Memasuki tahun 2008, France Telecom mengawali dengan off line sebagian kota Le Creusot selama 5 hari. Wow, awal yang bagus. Seperti biasa nih, kita tanya-tanya ke servis 1014. Kami diberitahu ada penyervisan line untuk beberapa hari saja. Kami pun maklum, mungkin mereka mau nambah kapasitas.

Sayang sekali, sejak itu koneksi internet tak henti-hentinya putus. Dengan menyilangkan jari (cross the fingers=berharap sukses), aku berlagak jadi teknisi: power supply dicabut lalu dicolokin lagi, jika tidak jalan ya semua kabel dicabutin dan dipasang ulang lalu dicolokin lagi ke tempatnya masing-masing. Jika tak jalan lagi, lari ke http:/192… untuk mengaktifkan koneksi.

Karena posisi box internet di kolong meja, sejak itu seminggu sekali jongkok-jongkok/nungging-nungging nrobos kolong meja. Rajin deh!

Kesengsaraan ini semakin bertambah sejak kami pulang dari liburan bulan april. Yang tadinya harus mblusuk-mblusuk kolong seminggu sekali, kemudian menjadi 2 kali plus harus telpon ke servis No.3900. Me-dial 3900 waktu itu tidak murah lho! Harganya tak tanggung-tanggung! 0,34€/menit! (0,34€ = Rp. 4 760,-). Aku pun mulai teriak! Coba bayangin aja kalo bisa beres 1 menit, tak apalah. Tapi ini tidak mungkin karena asistensi teknik itu selalu menuruti prosedure: sampai aku hafal di luar kepala! Read the rest of this entry »

Posted in Debat, ekonomi, Hak dan kewajiban, Obrolan, serba-serbi, Survive/bertahan untuk hidup, Uncategorized | 5 Comments »

Perancis: Tak berhak mengondol Piala Eropa 2008

Posted by juliach on June 18, 2008

Dari awal aku sudah gusar! Kesel deh ngeliat pemain kesebelasan Perancis bertanding lawan Rumania. Permaiannya lelet banget. Plus…plus…komentar para komentatornya bikin aku tambah keki.

Kesel tak ilang malah nambah ketika Perancis main lawan Belanda. Aku pindah aja chanel tipinya. Eh…Zo jadi marah-marah minta chanel semula. Wah…wah…wah…keselku bertambah-tambah. Aku teriak saja, “Tak bakal menang!…tak bakal menang!!!!!!” Benar-benar mulut ini harus dipercaya. Zo ikut-ikutan keki. Wakakaka…..

Memang kutukan tukang sihir ini ampuh dan menjadi kenyataan. Kemarin sore, ketika Perancis bermain lawan Italia, lagi inclik-inclik ngejarin bola kayak orang gila eh……alah satu anggota tim ini…kena kartu merah: karena dia salah nendang…bukannya bola yang ditendang malah kaki lawannya…

Ha….ha….ha….tendangan pinalti melambung memasuki gawang Perancis! Golllllllll untuk Italia! “Sudah aku bilang…pasti kalah! Ayo kita ngrokok saja di dapur!” kebetulan Paulo, teman Zo datang. Dari pada stres mending minum teh hanyat dan ngrokok sambil ngobrol sana-sini. Read the rest of this entry »

Posted in Memalukan, Obrolan, serba-serbi, sport, Uncategorized | 25 Comments »

Masa Kecilku Di Siwalan Barat Semarang (Lanjutan dan akhir)

Posted by juliach on June 11, 2008

Jika belum baca awalnya, silahkan baca Masa Kecilku di Siwalan Barat Semarang.

Setiap pulang sekolah, pasti aku punya kegiatan-kegiatan yang menarik (so pasti bagiku, entahlah menurut kalian). Dari mencari ikan, membajak sawah orang, menanam padi, mencuri buah-buahan di kebun orang, sampai berenang/naik gethek dari gedebog pisang di kalen. Tadinya aku jijik banget, sekali lagi karena takut dipecat oleh Komandan Gendon, harus ke mana lagi; bagaimana aku bisa hidup tanpa mereka: maka aku terjun langsung. Entah kali itu bening atau buthek, bersih ato penuh tahi……. Read the rest of this entry »

Posted in Adventure, budaya, Indonesia, Kesehatan, Pendidikan, Siapa aku, Sosial, Survive/bertahan untuk hidup | 31 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers