AKU

  •  

    July 2009
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Blog Stats

    • 93,562 hits
  • Top Posts

  • a

  • Spam Blocked

What is “Mahal is MAHAL”?

Posted by juliach on June 26, 2009

Mahal? Expensive? Chère? itu semua satu kata yang artinya larang (bhs Jawa) alias mahal alias sesuatu hal yang tidak dapat kita penuhi. Jangan dicampur adukin sama “Taj Mahal” yé!

Terkadang dengan berguman “mahal” merupakan suatu solusi bahwa kita tidak bisa mendapatkannya … terkadang juga membuat seseorang kecewa hingga putus asa.

Contoh:

Seorang anak kepengen belajar main piano. Melihat harga jual piano di toko, maka si ibu berguman “MAHAL” , sehingga anak itu kecewa dan membatalkan niatnya. Padahal niatnya waktu itu sangat mengebu-ngebu.

Bisa jadi dengan kata “MAHAL” membuat cambuk bagi kita untuk memperolehnya. Read the rest of this entry »

Posted in Bekerja, Catatan harian, Curhat, Obrolan, Pendidikan, Sosial, Survive/bertahan untuk hidup, belajar, budaya, management rumah tangga, serba-serbi, tradisi | 21 Comments »

Berlibur? Mau apa? Ke mana?

Posted by juliach on June 23, 2009

“Tulisan ini sangat panjang sekali.

20090504_294Mencari bunga di hutan merupakan salah satu aktivitas saat liburan yang murah, meriah dan sehat

Cihui liburan sudah tiba! Tapi mau ngapain ya? Mau ke mana ya? Ujung-ujungnya: “tak tahu lah…karna…bla…bla…bla …”

Yeah itu lah kalau liburan tidak pernah dihiraukan. Bukannya hari libur itu sangat didambakan oleh anak-anak? Jangankan anak-anak, aku aja yang sudah setua ini berharap banget hari-hari cepat berlalu … dan tibalah hari libur. Oleh sebab itu sudah aku warnai di kalender semua hari libur anak sekolah. Di Perancis liburan sekolah sudah ditentukan oleh Mentri Pendidikan Nasional, jadi hari libur anak sekolah sudah fix. Semua sekolah tutup bersamaan menurut zone/areanya: A, B atau C. Ini biar tempat berlibur dan jalan rayanya tidak sesak padat . Hanya saja liburan besar musim panas liburannya bebarengan.

Kesuksesan dalam pelaksanaan aktivitas liburan itu hanyalah di perencanaan saja. Aku pikir sama pentingnya seperti kita memilih sekolah anak ataupun kegiatan ekstra sekolahnya.

Mahalkah liburan itu?

Ini semua tergantung dengan kantong kita. Tapi ingat sukses berlibur bukan hanya bagi mereka yang berkantong tebal. Sukses berlibur sama dengan tercapainya tujuan dari perencanaan kita dan kebahagian yang terwujud dari liburan tersebut. Read the rest of this entry »

Posted in Adventure, Bekerja, Catatan harian, Demokrasi, Obrolan, Pendidikan, Sosial, Survive/bertahan untuk hidup, belajar, budaya, ekonomi, liburan, management rumah tangga, manusiawi, pariwisata, psykologi, sekolah, serba-serbi, tradisi | 15 Comments »

Makanya jangan gangguin anakku!!!

Posted by juliach on June 13, 2009

Kali ini yang diajak pergi ke rumah nenek: Si Nif-nif … sesampainya di sana, seperti biasa Vicky main lempar aja boneka kesangannya entah si Nif-nif atau Croq-Croq. Lalu langsung dia nangkring di kursi makan dan menyantap hidangan nenek.

Selesai santap siang dan minum kopi, Vicky mengisap jari sambil memungut bonekanya … tiba-tiba dia berteriak,”Maman …serpent!!!” (Mama… ular!!!).

“Maman … allez vite photo serpent!” (Maman … ayo cepat photo ular!) dia berteriak berkali-kali, menghampiriku serta menarik tanganku …

Hueh ada ular di appartement … tentu saja aku mendekatinya … ternyata bukan ular tapi ulat kecil sekali …

“Allez vite photo serpent! … Moi peur de serpent …” (Ayo cepat foto ular … aku takut sama ular) katanya lagi sambil sembunyi dibelakangku dan mendorong pantatku. Lucu amat sih … ini anak! Bukannya disuruh pukul ular tapi suruh motret.

“Iya … tunggu mami ambil kamera dulu. Itu bukan ular tapi ulat. Walaupun begitu … jangan kau pegang … nanti gatal…”

Ines menyangkal,”Elle n’a pas des poils … Maman!” (Dia ngak punya bulu …mama)

“Heuh … qui dit ça? Attends … tu va voir!” (heuh … siapa bilang begitu? Tunggu … kau akan lihat!)

20090601_7

20090601_14

“Ah …oui…tu as raison, maman. Elle a pleins de petits poils!” (Ah iya … kau bener mama. Dia penuh bulu kecil-kecil)

“Ceci … elle est comme une sainte!” (Yang ini ulatnya kayak santo)

20090601_24

Yang ini kayak kereta api yang tiba di stasiun.

20090601_51“Wow… yang ini sungguh indah sekali! Mama jika kau pengen pinggangmu ramping, taruh aja 2 ulat di pinggang kiri-kananmu …” celoteh Ines … dia teringat iklan XXS pelangsing dan pengecil perut di télévision. Ah bener juga ide si Inès.

20090601_72

Kalo yang ini aku sebut “Ulat Express” kesannya dia melaju secepat TGV Paris-Lyon.

20090601_55

Siluet ulat yang lagi bekerja keras ngrikiti daun.

20090601_77“Coba Inès … tolong pegang daun ini dan jangan bernafas” setelah beberapa jepretan,”Hei … c’est comme l’automne!” (hei … seperti musim gugur!)

20090601_83Liriklah aku!

Capek dah mataku ngincer-ngincer lobang kamera yang kecil … lagian saking kecilnya ulet bulu … & susahnya mengambil sudut yang bagus… & si ulet lambat banget di suruh eiksyennya…

Kali yang jadi ulet juga kapok! Kali nyesel juga, gara-gara nempel di boneka Vicky, maka dia terpaksa harus jadi model foto sama maknya Vicky.

Posted in Obrolan, belajar, foto, joke, lelucon, telanjang | 25 Comments »

Berlibur? Pentingkah?

Posted by juliach on June 11, 2009

Hei … liburan sudah dekat! Pasti banyak yang lagi bingung mikirin liburan anak-anak. Atau “don’t care” soalnya waktu kecil liburan ya libur aja di rumah.

Kalo aku termasuk golongan yang pertama: yang sibuk mikirin liburan anak-anak dan tentu saja liburan bagi diri sendiri. Alasannya:

-Mengganti suasana

Aku pasti ingin keluar dari rumah karna selama musim dingin sudah hibernasi alias dekem di rumah terus jika tidak ada yang perlu dikerjakan di luar. Aku tak mau juga anakku bosan tinggal di rumah terus. Hati-hati liburan di Eropa tidak seperti di Indonesia. Di sini liburan sangat panjang sekali: 2 bulan penuh.

- Mengakrabkan hubungan antar aggota keluarga

Berapa jam sehari kita bisa bertemu anak-anak? Walaupun aku bukan ibu yang bekerja, hanya bertemu dengan Ines, anakku 6 jam sehari. 6 jam ini bukan sepenuhnya untuk dia, masih disambi kiri-kanan loh. Apalagi sejak aku mengerjakan aktifitas sosial maupun pribadi, waktu untuk Vicky pun mulai berkurang.

Oleh sebab itu liburan itu sangat penting. Di mana kita bisa komunikasi dengan anak, tanpa ada gangguan telpon yg berdering, teman yang ikut nimbrung …

- Melatih anak lebih mandiri

Sekarang Inès sudah menyiapkan barang-barangnya sendiri jika kami mo bepergian. Walaupun masih berumur 2th4bln, Vicky sudah membawa tas perbekalannya masuk ke mobil. Oups … semuanya harus bekerja sama.

Untuk liburan aku memang sudah menyisihkan budget khusus setiap bulan, plus setiap tahun aku mendapat dari pemerintah cek liburan.

- Menambah ilmu dan pengalaman

Jangan beranggapan berlibur itu hanya enak-enak saja dan tidur-tiduran aja di hotel! Kalo mau tidur … ya lebih baik tinggal di rumah aja. Tak perlu pergi jauh-jauh hanya untuk tidur.

Biasanya aku memplanning paling tidak 1x kunjungan ke museum, mengelilingi kota yang aku kunjungi bisa dengan bersepeda atau berjalan kaki+transport umum, mengunjungi tempat-tempat yang menarik di kota itu, seperti Aquarium di Barcelona, pabrik permen traditional di Pesenas, mengunjungi park naturel/cagar alam, … dan tidak lupa mencicipi makanan lokal di tempat itu. Ya tentu saja … harus makan di restoran/café lokal. Ngak bakalan aku minum kopi di Cafe Starbuck di Napoli atau di Jakarta atau makan pizza di Senegal.

- Menurunkan bakat

Karna bakatku keluyuran, maka anak-anakku juga harus memiliki bakat yang sama. Pokonya aku tidak mau pada suatu saat anakku menelponku,” Mama, aku tidak tahu bagaimana harus pergi ke Toulous dari Bordeaux…”

Sangat bahagia rasanya jika anakku nanti membuat suatu photo yang sangat indah sekali dengan sepucuk surat,” Aku harus buru-buru ke luar dari hutan, karna aku teringat padamu, Maman. Kemarin aku motret elang, sehingga hari ini aku harus kirim foto itu untukmu!”

- Demokrasi

Sehari-hari karna rutinitas dan wajib sekolah, sering anak-anak melakukan hampir semua kegiatan dengan “WAJIB”. Lain halnya saat liburan, semua kegiatan biasanya direncanakan bersama

- Rileks

Bagiku rutinitas sangat menyebalkan. Aku bukan termasuk orang yang bisa dengan mudah mengikutinya. Bisa dibayangkan dengan anak-anakku. Mungkin bagi mereka, hal ini sangat menyebalkan sekali: bangun tidur, persiapan, pergi ke sekolah, makan siang, kembali ke sekolah, sore hari persiapan buat esok hari, makan malam, persiapan utk tidur, tidur dan esok masih sama … plus harus buru-buru …

Semua aktifitas selama liburan sudah aku rencanakan dengan matang. Tetapi pelaksanaannya tetap dengan tenang dan rileks. Misalnya: hari ini kita harus mengunjungi reserve naturel, maka kita harus berangkat agak pagi sekitar jam 5-6 pagi dan keesokan harinya kegiatan bisa dimulai jam 10-11 pagi. Jika hari ini harus banyak jalan kaki, maka keesokan harinya kita hanya tiduran di pantai laut/danau.

- dan masih banyak lagi manfaat liburan

Bagai mana dengan anda?

Posted in Keluarga, Obrolan, Pendidikan, Sosial, tradisi | 25 Comments »

Kalo aku bisa terbang

Posted by juliach on June 6, 2009

20090531_147

Sewaktu aku kecil, aku sering berangan-angan. Berkhayal yang aneh-aneh, apalagi kalo sedang malas belajar, atau disuruh ini-itu sama mami. Betapa sengsaranya aku jadi anak waktu itu. Setiap hari aku harus bangun pagi-pagi benar, harus mandi dengan air dingin …brrrrrr…, mata masih mau merem lagi … kupingku mau budeg gara-gara Mami berteriak-teriak “Ayo makan cepat-cepat…” … mana perutku sering ngak mau diajak kompromi, rasa-rasanya yang ada di perutku mau lari keluar semua.

Pokoknya semua serba terburu-buru dan “harus” … tak bisa aku menolak dan menghindarinya … hingga aku berada di sekolah.

Ya, ampun kehidupan di kelas pun membuatku tak bahagia … semuanya tidak seperti yang aku inginkan … suatu pelajaran yang monoton …setiap hari mengerjakan itu-itu saja … yang aku tak mengerti manfaatnya hingga detik ini … yang membuatku hanya ingin tidur saja … yang semuanya sudah aku pernah dengar dan aku pun jauh lebih menguasai dari pada teman-temanku.

Itulah sebabnya aku segera mengerjakan semua tugasku supaya aku tidak kena hukum … lebih-lebih supaya aku bisa bisa cepat-cepat membawa pikiranku jauh melayang-layang ke awan. Maka aku selalu membayangkan diriku ingin jadi apa … yang dapat melakukan kegiatan yang menyenangkan … tak perlu sekolah … yang selalu bergembira …

Mulailah aku membayangkan diriku sebagai anak ayam. Ehm … sungguh lucu, berwarna kuning, berlarian ke sana ke mari, berloncat-loncat dan berciap-ciap. Duh betapa bahagianya aku sebagai anak ayam yang selalu riang gembira bermain sepanjang hari … tetapi … uuhhh aku tak mau makan cacing …mbaaaaa … menjijikan dan dia tak bersepatu … hidupku yang bahagia nanti tak berlangsung lama karna aku akan dipotong dan digoreng …eeekkk… Tak enak menjadi anak ayam!

Maka aku membayangkan diriku menjadi anak anjing … setelah aku pikir-pikir tak enak pula … sebab aku harus tidur di luar atau aku harus diikat setiap hari.

Tibalah suatu hari aku berpikiran menjadi burung elang, burung yang besar dan gagah perkasa. Sekali dua kali kepak, aku pun bisa meluncur jauh terbang tinggi menguasai dunia. Mataku yang sangat tajam … bisa menyambar targetku dengan sekali tikuk … lalu terbang tinggi dan tinggi sesuka hatiku…tinggi di awan yang biru … tinggi melebihi segumpal awan nan putih …

20090531_16520090531_166

Sangat mempesona … sangat menakjubkan … tak henti-hentinya aku berimajinasi … tak pernah aku berhenti mengaguminya…. entahlah apa yang dipikirkan orang lain. Ke mana kau terbang aku akan mengikutimu terbang tinggi dan tinggi … aku takkan takut menghadapi apa yang ada di bawahku karna akulah penguasa dunia …dan … aku bisa hinggap di mana aku suka.

20090531_175

Setiap kali aku melihat elang … hatiku berdetak kencang … mataku bersinar cerah … aku merasa sangat bahagia walau aku hanya memimpikan diriku bagaikan elang yang mampu terbang tinggi ke mana aku suka dan hinggap di kala aku lelah.

Posted in Adventure, Catatan harian, Percaya diri, Survive/bertahan untuk hidup, belajar, foto, foto sexy, psykologi | 15 Comments »

Sehari bersama “ESCARGOT”

Posted by juliach on May 28, 2009

“Escargot” itu panggilan seekor siput kecil. Dia tinggal di kebun Kakek yang sangat menyukai warna hijau. Itulah sebabnya dia suka makan daun salada yang ditanam si Kakek, bukan bunga mawar merah.

Escargot suka sekali pergi ke sekolah, tapi dia cepat bosan … apalagi belajar melukis…

20090526_109

Selesai pelajaran melukis, cepat-cepat Escargot keluar dari kelas karna matahari musim semi mulai nonggol setelah hujan. Tak mau kehilangan kesempatan, dia langsung berjemur … bermandi hangatnya sinar matahari …

20090527_8

Warna coklat mengkilat yang terpantul dari kulitnya … membuat mata kekasih Escargot melotot.20090526_53

Dia langsung menghampiri Escargot…

20090527_9

dan menciumi tengkuknya … siap mengajak bercinta.

20090527_14

Asmara cinta membuat mereka lupa diri … mereka bercinta hingga larut malam … diterangi oleh lampu jalan yang remang-remang nan romantik.

20090526_56

Hawa dingin malam mulai menusuk tubuh Escargot … mengingatkan dia harus kembali naik ke tempat tidurnya

20090526_82

… dan dia harus tidur karna esok masih ada hari dan banyak lagi kegiatannya.

20090526_85

The End

Model:

- Escargot de Bourgogne

Peralatan:

- kamera reflex Nikon D60

- lensa Sigma 28-300mm

- kaca pembesar

- tripod

- lampu salon

- daun

- air

- sinar matahari

Posted in Catatan harian, Survive/bertahan untuk hidup, foto, foto sexy, iseng, joke, lawak, lelucon, wong edan | 29 Comments »

Tupai nyasar, rejekiku

Posted by juliach on May 25, 2009

Aku berdiri di balkon lantai 1 appartement calon mertua, lagi ngawasi anak-anakku yang lagi bermain di bawah. Tiba-tiba mataku tertuju pada benda warna coklat kemerahan. Benda itu ternyata bergerak. Aku lalu berteriak ke Zo,”Aku bakal dapat rejeki lagi!”

“Ada apa?” tanya Zo sambil mengampiriku.

“Tak tahu …” jawabku berguman sambil terus mengamati barang itu.

“Waowww …l’écureuille!!!”  (l’écureuille=tupai) Teriakku, lalu aku masuk menyambar kameraku yang lagi nangkring di meja makan dan kembali ke balkon ….cepret….cepret…cepret … dan tupai itu pun lari jauh karna dikejar sama Vicky.

20090517_12620090517_12720090517_129

20090517_13420090517_13520090517_138

“Lalu apa rejekinya?” tanya Zo penasaran.

“Bagiku ini rejeki … seumur-umur aku ngak pernah lihat tupai yang nyamperiku dan jaraknya tak lebih dari 20 meter … di kota lagi.”

“Masak?”

“Orang bapak/ibuku tinggal di kampung … tak pernah pula aku melihatnya … Pernah seh … waktu aku TK. Aku ikut bapak dan pamanku berburu tupai, sejak itu aku tak pernah lihat tupai lagi … kecuali di hutan.”

Zo masih ngak ngerti apa hubungannya tupai dan rejekiku.Dasar orang bule, masih aja ngejar hingga dia mengerti bener.

“Lihat nih hasilnya, kecil banget objeknya padahal lensanya dah ditarik maksimum ke 300mm. Kau lihat? Nah … itu artinya kau harus beliin aku yang 500mm. Ngak perlu yang Nikon, Sigma aja sudah cukup bagus,” langsung aja dia aku todong.

“Heuh?!?!?!” wah reaksinya … langsung aja aku melarikan diri turun  bergabung sama anak-anak.

“Kalo kau punya keinginan, kau harus support sendiri!” teriaknya dari atas balkon.

“Kalo kau tak punya niat baik padaku, aku berhenti menjadi konsultan nomor kuda!” balasku.

“Pemeras!”

“Oh non, chèrry. Saling memberi dong … buat hadia natal yah?” kikikikikikikik ….. melihatnya hanya angkat bahu … Yeah bisa motret tupai itu sudah sebuah berkah gede bagiku.

Posted in foto, serba-serbi | 18 Comments »

Mandi!!! Mandi!!!

Posted by juliach on May 14, 2009

Air mancur atau air muncrat merupakan kebanggaan dari suatu kota. Sepertinya jadi suatu standing ya? Pokoknya dari jaman Louis XIV yang pakai mekanik sampai sekarang yang berteknologi tinggi pakai komputer, tetap aja membuat orang berdecak ck…ck…ck…

Ya tentu saja bikin kagum di samping air itu meliuk-liuk seperti penari perut dari gurun pasir hingga bersaing dengan Bolliwood dancer, air mancur/muncrat itu diiringi dengan alunan musik dan dekorasi warna. Pastilah tak sengaja suara “WAOOO…” atau “WAAHHH…” ikut-ikutan muncrat dari mulut kita.

Di Perancis pun ini menjadi trend setiap walikota. Hampir semua walikota memasang air mancur atawa air muncrat tak jauh-jauh banget dari kantornya yang biasanya juga terletak di pusat kota alias centre ville.

Trend ini pasti ada pro dan kontranya. Banyak juga mereka yang kontra. Menurutnya proyek ini merupakan proyek penghamburan uang kota. Kalo pendapatku mah, tak apalah selama  pemerintah Perancis (pusat/daerah) tetap memperhatikan rakyatnya, air mancur/muncrat yang aku anggap termasuk art: ok-ok saja. Apalagi untuk musim panas, yang terkadang panasnya sangat ekstrim hingga 40-50°c.

Di musim panas, banyak orang menggunakan air mancur/muncrat ini sebagai penyejuk udara alami … saat air itu terhembus angin … ehm … rasanya segar sekali! Para pengusaha café di sekitar air mancur/muncrat itu pun bergembira, omzetnya naek keras … N… Tresor Publique kota itu pun bergembira pula karna income naek (dari café/restaurant dan penyewaan teras kota).

Bagi anak-anak khususnya anakku, air ini identik dengan disuruh “MANDI”. Pertama mereka hanya bilang:” Aku hanya lihat dari dekat saja!” bersambung dengan: “Aku mau cuci tangan!” dan berakhir dengan “Aku basah kuyup”. Pastilah, bagaimana tidak, jika mereka tidak nrobos air mancur/muncrat itu.

Jika sudah begini aku tidak bisa marah seperti ibuku marah waktu aku masih kecil. Jangankan mandi, memasukkan tanganku di kolam air mancur saja sudah kupingku panjang seperti kelinci. Di sini sangat lain budayanya. Di waktu musim panas, bukan hanya anakku saja yang bermain air. Hampir semua anak-anak dan ada pula orang dewasa yang hanya sekedar cuci tangan bahkan ada yang ikut-ikutan bermain air bersama anaknya. Sedangkan di Indonesia, yang bermain air mancur hanya anak-anak pengemis di pinggir jalan.

Tidak percaya? Lihat aja di Bunderan HI atau di cascade/air terjun buatan di depan Plaza Indonesia.

Posted in Catatan harian, Keluarga, budaya, foto, foto cewek mandi, manusiawi | 33 Comments »

Larilah hai kudaku!!!!!

Posted by juliach on May 10, 2009

Tanggal 1 Mei merupakan hari buruh international yang mana hampir di semua negara maju hari tersebut merupakan hari libur … bahkan beberapa negara berkembang sudah mulai ikut-tikutan libur… bagaimana di Indonesia?

Seperti halnya hari libur, maka semua kegiatan profesional pun diliburkan. Tak ada toko buka, hanya beberapa restoran saja yang buka itu pun kebayakan fastfood dan di kota-kota besar. Sedangkan di kota kecil seperti Le Creusot, yang biasa aku katakan cenderung kampung … mungkin hanya Mac Donald dan kebab aja yang buka …eh Sultan kebab dan Galatama kebab aja tutup.

Untung saja tidak mati-mati bener deh … masih banyak kegiatan yang diadakan oleh organisasi setempat, apalagi matahari semakin panjang nonggolnya. Salah satunya adalah pacuan kuda di Paray-le-Monial.

Paray-le-Monial ini juga sebuah kota kecil, lebih kecil lagi dari Le Creusot. Jadi bisa dibilang lebih banyak populasi sapi, kuda dan domba dibandingkan dengan populasi manusianya. Hihihihi … mungkin populasi ayam dan bebek juga banyak. Aku belum sempat sensus. Jadi kalian jangan kaget kalo ketemu sapi di mana-mana saat bertandang ke sini.

Hyppodrome alias arena pacu kudanya ngak sekeren di Paris seperti St. Cloud, Auteuil, Long Champ atau Vincenne. Pengunjungnya banyakkan kakek-kakek dan nenek-nenek yang pada bingung untuk menghabiskan jatah pensiun bulan itu. Kebanyakan mereka datang dari kota-kota kecil ataupun desa-desa sekitarnya. Jangan pernah mengambarkan kalo di Perancis itu keren terus yak! Di sini para wanitanya tidak pakai gaun-gaun keren dan topi, seperti yang biasa kita lihat di tipi-tipi.

Aku mah au diajak datang ke sini hanya mo praktek foto aja. Maklum lah udah lama tidak pegang kamera reflek. Jadi agak ngeper juga. Beruntung sekarang jamannya digital sehingga bisa motret sebanyak-banyaknya dan hasil yang jelek tinggal dihapus aja.

Untuk ikut taruhan kuda malah kali ini ngak konsen, karna otak harus mengingat-ingat pelajaran yang udah lama sekali ngak pernah dibuka ulang, serta Vicky yang ngider terus bagaikan gangsingan.

Mo lihat hasilnya silahkan klik di sini atau di flickr-ku.

Posted in Adventure, Catatan harian, Obrolan, budaya, cantik, foto, foto sexy, serba-serbi, tradisi | 19 Comments »

Malam Indonesia di Dijon

Posted by juliach on April 28, 2009

20090427_51Asosiasi Trembesi mengadakan acara kesenian Indonesia “La Soirée Indonèsienne”. Acara ini diadakan di Dijon hari Sabtu, 25.04.2009 yang lalu. Penyelenggaraan malam kesenian ini bekerja sama dengan KBRI Paris dan PPI Perancis.

Wah, ini kesempatan untukku bertemu dengan orang-orang Indonesia. Sayang info yang aku terima dari TuanSUFI ngak terlalu jelas. Aku pikir acara seperti acaranya orang perancis yang biasanya dimulai jam 8pm. Ternyata mereka mengadakan acara seperti halnya di Indonesia. Bahkan makan malam dimulai tepat jam 7pm tet!

Penerima tamunya anak baru datang … gres asli dari Indonesia! Dia kebingunan waktu aku mo bayar partisipasi … dia tolak karna makanan udah habis katanya. Untung teman-temanku udah menyisihkan makanan untukku dan keluargaku. Kalo ngak terpaksa makan di Mc Donald deh! Khan ngak lucu.

20090427_45Vicky yang udah minta makan hanya menyerupun beberapa sendok soto ayam, lalu dia berhambur dengan anak-anak kecil yang pada sliweran ke sana- kemari. Zo harus cukup bergembira menikamati makanan Indonesia … dasar tukang makan sambil diiringi goyang dangdutnya IDA. Eh masih ada dansa Poco-poco. Aku tentu aja gembira sekali karna ketemu teman-teman.

Tak apa, yang penting kumpul-kumpul hingga tengah malam dan dilanjutkan keesokan hari: ngabisin makanan, bersih-bersih masih berlanjut dan ditutup oleh briefing dari Brigitte.

Posted in Uncategorized | 21 Comments »