AKU

SUSU UNTUK ANAK = IQ

Posted by juliach on January 11, 2008

Banyak ibu-ibu membahas soal susu untuk anak mereka. Susu apa yang terbaik ya untuk buah hatiku? Normal, jika mereka ingin anak mereka semua yang TER-baik, pandai, …

Di sini, saya hanya mau membahas secara umum dan menurut pengalamanku mengasuh anak sejak SMA (sepupu, keponakan, anak teman dan anak-anak saya sendiri), karena latar belakang saya bukan dari medis atau nutrisi. Saya akan coba menguraikannya secara mudah supaya bisa dimengerti oleh semua orang. Saya setuju sekali jika ada yang mau menambah info ini atau mengkoreksinya.

Secara garis besar dan gamblang, susu atau produk derivasi/turunan dari susu (keju, yogurt,…) mengandung :  protein, lemak, calsium dan vitamin D.

Protein berguna untuk membantu pertumbuhan, mengantikan sel-sel yang rusak  (tentunya badan dan otak). Lemak memberikan energi dan melindungi dari udara yang dingin. Calsium dan vitamin D membantu tulang menjadi kuat dan supaya tidak rapuh.

Kapan kita memerlukan susu? Kita selalu memerlukan susu. Kalau dulu orang berpikiran jika anak sudah berumur lebih dari 5 tahun sudah tak perlu susu. Ini pemikiran yang salah. Konsumasi susu, tergantung pada kondisi dan usia kita.

Untuk anak bayi umur -2tahun, sebaiknya diberi ASI (bergizi, ekonomis dan praktis). Susu ini baik untuk bayi dan ibupun bisa menikmati makanan yang lezat pula, tidak perlu diet. Cool … Jika ASI berkurang, bisa ditambah susu formula. Kita bisa memberikan tambahan keju/yogurt sejak anak umur 4 bulan. Keju sebau apapun, kebayakan anak tetap doyan.

Umur 2-5 tahun, kita bisa memberikan susu special untuk anak, minimal 300 ml. Jika tidak ada, biasanya untuk mereka yang tinggal di desa terpencil atau pedalaman, susu segar sangat bagus juga. Susu segar bisa berasal dari susu sapi, kerbau, kuda, kambing, dll. Jadi para ibu tidak perlu kuatir jika mengikuti suami pindah ke pedalaman. Di umur ini, makan keju dan yogurt jalan terus, tambah variasinya.

Umur lebih dari 5 tahun, kita bisa minum susu 1 gelas per hari dan makan keju/yogurt setiap habis makan. Untuk ibu hamil/menyusui tinggal didouble saja jumlahnya.

Di Eropa, tidak ada susu khusus untuk ibu hamil, karena konsumasi susu dan produk turunannya sudah cukup. Kami mimum susu tiap hari dan makan keju/yogurt setelah makan. Walaupun dulu saya tidak suka keju, tapi sekarang saya memakannya mengingat saya tidak mau punya tulang yang rapuh jika pensiun nanti. Di hari tua nanti, saya ingin seperti kebanyakan orang-orang lanjut usia di Eropa dan mereka masih bisa jalan-jalan keliling dunia walau umur mereka sudah di atas 70 tahun.

Jika anda memutuskan untuk minum susu buatan pabrik, hati-hati dengan iklan-iklan dagang. Pertumbuhan setiap anak berbeda-beda, silahkan berkonsultasi ke dokter masing-masing.

Contohnya : Ines, sewaktu dia berumur 6 bulan, berat badannya 6450 gr, tinggi 64,5 cm, lingkar kepala 42 cm, sedangkan Vicky dengan umur 5 bulan (krn libur musim panas jadi tidak saya bawa kontrol 6 bulan, dokternya juga lagi liburan), berat badanya 8250 gr, tinggi 69 cm, lingkar kepala 43,25 cm.

Umur 1 tahun, Ines sudah bisa berjalan dan menyebut beberapa kata dengan jelas.  Dia memanggilku “Julia” dengan jelas sekali sejak umur 7 bulan. Sekarang di kelas prestasinya selalu di top No.1, padahal dia mulai masuk sekolah sejak umur 5th dan hanya tinggal 1 th di TK. Di umur 8th, tinggi badannya 125 cm dan berat badannya 25 kg. Padahal, susunya tidak macam-macam. Sewaktu umur 1 tahun pernah saya beri susu sapi segar selama 1 bulan, karena kita ada di pedalaman.

Sedangkan Vicky yang minggu depan berumur 1 th, tingginya 80 cm (melewati garis atas grafik) dan berat badannya hanya 9 kg (di tengah-tengah grafik). Kalau dilihat sepintas, terlihat dia sangat kurus, tapi kenyataanya dia sangat tinggi. Dokternya (saya memakai dokter umum saja) bilang ok-ok aja dan tidak memberi vitamin tambahan supaya dia tambah gemuk. Dia baru berlatih berjalan dan kemampuan bicaranya kurang dari Ines walau dia mengerti semua perintah dan cara berkomunikasinya lucu sekali, misalnya mam-mam artinya makan, dia petik jari artinya saya harus menyanyi “Twinkle-twinkle little Star”, dia menunjuk mainan yg ada binatangnya artinya saya harus menyanyi “Old Mac Donald” dan ketika saya menyebut “Ia..ia..o…” dia menyebut “ai…ai…o…”, dll. Belum tentu dia lebih bodoh dari Ines.

Apa susu mereka? Kedua-duanya hanya saya beri ASI hingga berumur 7 bulan karena mereka sendiri memutuskan untuk berhenti karena lebih konsentrasi ke hal-hal baru. Selanjutnya Ines saya beri susu apa adanya, apa yang saya dapat: kalau di desa terpencil hanya ada susu Bendera atau SGM, ya itu yang saya berikan. Sedangkan Vicky (dia belum pernah saya bawa ke Indonesia), susunya yang sesuai dengan kantong saya, tentu saja tidak ada tulisannya +DHA.

Jadi ingat IQ anak tidak tergantung pada susu bermerek. Ingat juga IQ tinggi bukan salah satu faktor penentu keberhasilan anak. Pilihlah susu sesuai dengan anak anda dan kantong anda tentunya. Jangan termakan iklan dan gengsi. Bon courage!!!

2 Responses to “SUSU UNTUK ANAK = IQ”

  1. novita said

    Saya setuju, kita bisa kenalan kan, saya tertarik dengan ulasan Anda.Trims

    Terima kasih novita. salam kenal kembali

  2. Yuni said

    Anak saya berumur 8th berat badan nya 25kg..apakah belum seimbang dg umurnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: