HEBOH : Kepalanya Jadi Kerajaan Kutu
Posted by juliach on May 19, 2008
Cerita ini lanjutan dari Mataku adalah Screnning Kutu Rambut yang Jitu.
Terus terang saja : aku melihat kutu rambut pertama setelah tinggal di Eropa. Sejak anakku masuk sekolah, sering kali ada selebaran dari sekolah bahwa ada pemampakan kutu di sekolah dan menyarankan orang tua murid untuk memeriksa kepala anak masing-masing. Jadi akupun juga ikut-ikutan memeriksa kepala anakku tiap hari secara cermat. Barulah sekitar bulan April 2006, aku menemukan kutu untuk pertama kalinya. Setelah aku check ke internet dan brosur di apotik, memang benar binatang itu adalah kutu rambut.
Di Indonesia, anak-anak kita sudah dimasukkan ke kotak golongan sosial/ekonomi/budaya/agama/dll sejak kecil. Begitu pula dengan sekolah. Benar bukan? Tak mungkin anda sebagai dokter yang kaya raya memasukan anak anda di sekolah yang ada anak yang kudisan, kutuan, dan ingusan. Otomatis jika anda akan memasukan anak anda di sekolah tenar, seperti Al Azar (jika anda muslim): Tarakanita (jika Katolik); PL; Marsudirini, dll.
Di Perancis lain lagi, sekolah privat khususnya untuk anak TK/SD sangat jarang sekali. Sekolah ini tidak banyak peminatnya. Di Le Creusot sendiri tidak ada. SD privat paling dekat ada di kota Montcenis.
Karena di Perancis ada wajib sekolah, maka semua anak SD harus masuk sekolah apapun keadaan orang tuanya. Setiap pagi, ada petugas dari walikota yang berkeliling ke tempat-tempat parkir caravan, menjemput anak-anak yang berada di dalamnya untuk pergi sekolah dan tentunya mengembalikannya jika sekolah selesai. Di Dijon bahkan menjemputnya pakai bis besar sekalian.
Kemarin sabtu lalu setelah aku menemukan kutu, aku tanya Ines kalo ada anak orang Gitane/Sirkus/Nomaden yang di sini secara halusnya disebut Les Gens de Voyagers (Orang-orang yang berpergian). Dia jawab tidak ada, tapi ada anak yang badanya besar dan tinggi, hanya masuk 8 hari dan katanya rabu minggu lalu sudah berangkat ke Jerman. Aduh Nak, itu termasuk Les Gens de Voyagers! Tapi dia juga tidak salah, rata-rata anak orang Nomaden ini hanya tinggal 1 atau 2 hari saja di setiap sekolah, selanjutnya mereka pergi entah ke mana lagi mengikuti orang tua mereka. Kalo di kota tempat mereka singgah tidak ada parkiran khusus carvane yang ada tempat utk ngetap libah WC, kran air publik, dll, maka orang-orang ini akan parkir di pinggir hutan atau di mana saja yang mereka bisa parkir tanpa diganggu. Tahu sendirilah orang-orang ini bisa tidak mandi berbulan-bulan. Pantes aja anakku ketularan kutu.
Sekarang aku sudah sabaran dan terbiasa dengan namanya kutu. Dulu masih suka mencak-mencak dan uring-uringan, sampai uneg-uneg ini aku utarakan ke Guru Ines. Namun apa jawabnya? Kalo kita wajib menerima anak apapun keadaannya, kita tidak boleh racist dan diskriminasi di sini. Aduh serasa kepala tertiban pohon jati diameter 1 meter saja dung…!!!
Mengingat anakku kulitnya vragile, setiap garuk-garuk kepala, aku lihat kulitnya sudah luka. Maka aku rajin-rajin merawatnya. Walaupun kepala sudah dishampoo tiap hari, masih aja ada kutu nemplok di kepala anakku. Cara satu-satunya harus dibasmi, selain dari kepala anakku juga dari kepala anak-anak yang lain.
Begitu juga di tahun 2006, Lola dan Marie-Sarah selalu menulari anakku. Aku tidak bisa melarang Ines untuk bermain bersamanya. Kejengkelan semakin memuncak, ketika aku mo pergi janjian ketemuan dengan teman di Dijon dan batal karena aku menemukan 2 kutu lagi di kepala Ines padahal seminggu yang lalu sudah bersih. Setelah merawat kepala Ines, kamipun pergi ke Bar Emilio yang kebetulan tempatnya strategis untuk melihat Tour de France (balap sepeda). Di sana kami bertemu dengan Roland, ayah dari Lola dan Marie-Sarah.
Tanpa tedeng aling-aling aku bilang aja ke dia. Dengan cuek dia jawab tak ada masalah untuk kepalanya yang gundul itu, katanya sambil membuka topi dan mengelus botaknya. Di rumah, kebetulan sekali Chantal istrinya membutuhkan 1 batalyon pembasmi kutu, lanjutnya sambil tertawa.
Setelah kongkow-kongkow, Roland mengajak kami ke rumahnya utk melanjutkan kongkow-kongkow, apero dan barbeque karena hari itu cerah dan panas. Sesampainya di rumahnya, aku lihat Chantal hanya terbengong-bengong di belakang Marie-Sarah sambil memegang sisir dan kaca loup/kaca pembesar. Kali ini dia bukannya tidak percaya omonganku, tapi tidak percaya ada royoume de poux/kerajaan kutu di kepala anak-anaknya. Aku hanya bisa tertawa geli diikuti oleh Zo dan Roland.
Sudah 4 jam lebih dia berdiri seperti tukang salon rambut saja. Kali ini dia yang ngomel karena hari itu dia sedang libur dan rencananya dia mo santai leyeh-leyeh. Ternyata ada pekerjaan membasmi kutu di kepala kedua anaknya. Nah, kalo dia dengar omonganku dari dulu, ya hal ini tidak parah begini.
Aku lihat dia mengolesi kepala dengan cuka anggur, karena ada Tour de France maka banyak jalan yang diblokir dan apotik terdekat erpaksa libur, ke apotik yang lain aksesnya susah. Cuka itu aku rasa tidak manjur, aku sendiri iseng-iseng sudah bikin percobaan. Aku suruh saja Zo untuk balik ke rumah dan mengambil paket lotion dan shampoo “Hégor” yang barusan aku beli 1 hari yang lalu.
Cara kerja Chantal aku rasa tidak efektif, dia buka rambut ke kiri ke kanan tergantung anaknya bilang di sini yang gatal. Sehingga rambutnya yang panjang itu menjadi ruwet. Si anak jadi menangis ketika rambut disisir. Goblog juga!
Roland pun masuk ke rumah dan mengambil alat cukur elekriknya, lalu bilang supaya digunduli saja. Marie-Sarah langsung berteriak dan menangis keras sekali. Si ibu pun nendukung anaknya dan mulai menyemprot si ayah. Bener juga kata si Atakeo (di komentarku) bahwa binatang yang sangat minuskul ini bisa membuat perang besar.
Aku kali ini sudah bisa bilang sebagai expertise pembasmi kutu, turun tangan. Betapa kagetnya ketika aku belah rambutnya: di satu tempat sudah berkumpul 8 kutu besar dan segerombolan babies kutu yang tak terhitung banyaknya. Zo pun tak percaya dan ikut membelah rambut di kepala secara random ternyata sama juga hasilnya. Hal ini dikuti oleh Dédé dan Nanoe yang tak lain hasilnya serupa. Belum lagi 1 helai rambut ditempelin lebih dari 20 telur, seperti manik-manik mutiara/diamon saja di kalung.
Karena rambutnya menjadi kusut akibat ulah ibunya, maka aku ajak Merie ke kamar mandi dan aku shampooin saja dengan shampoo anti-kutu itu. Di dalam komposisinya sudah ada conditioner dan zat utk melepas telur kutu yang melekat erat di rambut. Setelah itu aku keringkan dengan hairdrayer.
Rambutnya aku potong sedikit supaya mengurangi penggunaan lotion dan mengurangi pekerjaan.
Mulai dari bawah tepatnya di atas tengkuk, aku ambil rambut sebaris dengan ketebalan 1 cm dan aku tuangi lotion pembasmi kutu dengan alat bantu botol bercucut panjang (seperti botol untuk menuangi minyak di mesin jahit). Alat ini bisa di beli di toko alat-alat tukang. Lalu rambut disisir dengan sisir kasar kemudian sirkam (sisir halus sekali). Rambut di pegang dengan bantuan kuas, aku oleskan lotion itu lagi dan disisir lagi dengan sirkam. Seterusnya hingga semua rambut rata terolesi.
Setelah itu giliran Lola. Perkerjaan 2 kepala ini menghabiskan waktu 2 jam lebih.
Selanjutnya rambut diikat/digulung dan dibiarkan kering sendiri. Ini dibiarkan semalaman, baru keesokan paginya dishampooin dengan shampoo special anti kutu dan telurnya. Setelah itu rambut disisir dengan sisir kasar dan sirkam supaya telur terlepas dari rambut.
Hal ini diulangi lagi selang 3 atau 4 hari kemudian. Ini guna menyakinkan jika ada telur yang bandel dan menetas menjadi kutu kecil dan menghindari supaya tidak jadi kutu dewasa dan bertelur lagi.
Berhubung 3 hari lagi mereka berangkat berlibur ke Cyprus, maka kusarankan ke Chantal supaya membawa produk ini berlibur. Ternyata saran ini diabaikanya, sehingga sekembalinya dari liburan 2 minggu kemudian, kepala anak-anak ini penuh dengan kutu lagi.
Akhirnya aku dipanggil lagi untuk membasminya. Kali ini, mungkin dia sungkan/malu, jadi mengundangku untuk makan siang di tamannya dan memberi kado.
Karena aku telaten, maka 2 minggu kemudian kepala mereka benar-benar bersih dari kutu maupun telurnya. Tidak hanya ke Lola dan Marie-Sarah saja, banyak kepala anak yang sudah aku bersihkan.
Semenjak itu setiap ada orang ke Indonesia, aku titip beberapa botol Peditox biarpun tidak musim kutu. Teman-temanku banyak yang memberi saran untuk membuka salon rambut special pembersihan kutu. Setelah diurus-urus, repot juga. Aku harus menanyakan legalisasi pemakaian Peditox itu ke Menteri Kesehatan di sini. Kalo pakai lotion dari apotik di sini harga servicenya jadi tambah mahal, bisa jadi harus mengenakan tarif 75€-100€/kepala. Sebagai info: potong rambut+shampoo+blow saja 30€. Mana ada klient yang datang. Lagi pula ini pekerjaan yang njelimet, bisa bikin mata berkunang-kunang.
Sedikit Info Mengenai Kutu Rambut :
Kutu rambut adalah serangga tanpa sayap, termasuk parasit karena hidupnya tergantung dengan darah segar manusia yang masih hidup. Ukurannya kecil sekali 3mm yg betina dan 1,5 mm yg jantan. Mereka bisa hidup hingga 6-8 minggu. Mereka minum darah kepala kita 2-3 kali sehari. hehehe…seperti kita saja ya? Gigitannya membuat kulit gatal, makanya anak suka garuk-garuk kepala.
Kutu dewasa jika sudah berumur 15 hari, mulai bertelur selama 20-30 hari. Dia mengeluarkan 10 butir telur setiap hari. Telur-telur ini berwarna abu-abu gelap melekat erat di rambut kepala, kira-kira 0,5-1 cm dari akar rambut. Telur ini akan menetas di hari ke-8. Kita mudah membedakannya dengan ketombe : tiup saja, jika ketombe akan terbang, jika telur kutu masih saja lengket.
Bisa dibayangkan 1 kutu betina bisa mengasilkan 300 babies kutu.
Di mana Kutu Rambut suka Menetap?
Mereka suka tinggal di akar rambut kepala, di atas tengkuk atau dibelakang telinga. Mereka lebih menyukai tinggal di kepala anak-anak.
Bagaimana Penularannya?
Kutu hidup sepanjang tahun, mereka tak kenal musim panas/dingin. Mereka tidak bisa melompat ataupun terbang, mereka berpindah tempat dengan berjalan merayap pelan-pelan ataupun berenang. Mereka singah dari kepala ke kepala melalui : topi, baju, asesori rambut, sisir rambut, tangan, sentuhan rambut yg terkontminasi, kasur/seprei, dll.
Tempat-tempat umum yang biasanya jadi tempat penularan kutu rambut: sekolah, kolam renang, gedung gymastique/senam, asrama, perkemahan, dll.
Kesimpulan dan saran:
- Jika anda mo menetap atau jalan-jalan ke Eropa bersama anak-anak, sediakan beberapa botol Peditox di koper anda.
- Jika anda menemukan kutu di kepala anak anda, segeralah dibasmi, selanjutnya jangan segan-segan laporkan hal ini ke guru/direktur sekolah supaya memberi selebaran ke orang tua murid untuk memeriksa kepala anak mereka masing-masing.
- Biarkan saja anak bermain bersama teman-temannya tanpa pilih-pilih. Sebelum pergi sekolah/bermain. Jika rambut anak anda panjang: ikat/dikepang.
- Sisir rambut anak anda setiap hari sambil diperiksa sekalian. Biasanya kutu suka bertelur di rambut belakang kepala, telinga atau bulu-bulu rambut yang halus dan di rambut yang berwarna tidak hitam pekat. Biasanya juga mereka bertelur di dekat akar rambut.
- Pakailah lotion pembasmi kutu, jika sudah yakin ada kutu dikepala anak anda. Pemakaian shampoo anti kutu secara regular guna pencegahan preventif sangat tidak dianjurkan, karena produk tiu termasuk produk toxique/insectiside.
- Jangan buru-buru mencuci rambut setelah aplikasi lotion anti-kutu. Diamkan semalam. Keesokan harinya gantilah sprei, sarung bantal, baju-baju yang disinyalir berkutu dan cucilah. Jika tidak sempat melakukan hari itu, masukan ke kantong plastik hitam dan ikat erat (menggunakan karet/elastik).
-Sehabis merawat rambut rambut kepala anak-anak dgn lotion pembasmi kutu, cucilah tangan sebersih-bersihnya.
- Harus bersabar dan jangan sisa 1 telurpun karena ini akan menjadi kutu dewasa dan berkembang biak pula.



tuansufi said
aduuh… kepala rasanya jadi gatal nih.
Ke sini, biar aku gundulin atau mo sama Roland?
dadan said
di Indonesia juga, apakah seganas ini kutunya ?
Waduh ngak bisa jawab, lha wong kenal kutunya saja di Perancis, dan sejak itu belum sempet balik ke Indonesia. Jadi belum studi banding.
putri said
Hihihi… jadi inget saat Bilah sekolah di Hamburg. Mulai musim panas spt sekarang ini harus sudah berhati-hati akan bahaya kutu dirambut anak-anak
Bener tuh.. mending sedia peditox. Sekarang kami dah di Bandung… alhamdulillah gak kena kutuan lg
Salam kenal…
Biasanya anak-anak sering berlibur sendiri dgn groupnya. Nah, di sini sering ketularan. Atau bisa ketularan di kolam renang. Biasanya masuk sekolah bulan september, pasti ada pengumuman jika kutu ikut bersekolah.
Salam kenal kembali.
Terima kasih atas kunjungannya.
masmoemet said
kutu rambut eropa wrna kulitnya sama kaya kutu rambut Indonesia ga ya ?
Nanti kalo aku balik ke indonesia, aku akan bikin penelitian.
tintin said
salam kenal bu …
btw lokasi skr dimana ..??
wah selamat atas kelahiran anaknya (sorry telat)
dah 6 bulanan yah sekarang .. wah lagi lutu2xna nih ..
btw itu kutunya di anaknya apa di kepa ibunya .. hihihi
Anakku yg kedua sudah lahir lama sekali, sekarang umurnya sudah 16 bulan. Besarnya seperti anak umur 2 th lebih (karena pakaiannya utk anak umur 2th), cuma belum bisa ngomong banyak.
edratna said
Dulu saat SD temenku ada yang punya kutu rambut…dan ketularan…tapi pakai peditox beres.
Saat punya anak, teman2 yang lain menyekolahkan anaknya ke sekolah privat (Tarakanita, Al Iklhas, Al Azhar dll), tapi saya dan suami sepakat anak-anak sekolah di SD Negeri, biar bergaul dan mengetahui kesulitan orang lain. Ternyata mutu sekolah Negeri tak kalah, gurunya juga perhatian….sesekali ketularan kutu, tapi cepat hilang kok. Atau karena Jakarta panas?
Apartemenku pas di depan sekolah Ines, sekolah publik, gratis lagi. Biarkan anak-anak bergaul dengan siapa saja, tanpa pilih-pilih khan?
mariana silvania said
wah mbak’e ahli sekali nih.. ilmu kutunya.. btw.. kepala ku jadi ikutan gatel
Iya nih, yg lain berlajar program master/doktorat, aku program anak SD termasuk program perkutuan!
afiemaniez said
jadi inget jaman SD…:D
Ini pengalaman baru, yang aku dapat th. 2006
agoyyoga said
Salam kenal mbak, wah saya jadi ingat sama mbak-mbak yang suka bantu-bantu dulu ketika saya tinggal di tempat yang lama. Tiap pulang kampung, balik-balik selalu bawa kutu rambut. Untungnya ada peditox, malam dia pakai besok paginya kutu-kutu itu klenger semua. Pertama kali tahu gara-gara teman saya jingkrak-jingkrak histeris soalnya kutu itu sempat terlihat terbang dan kebetulan kamarnya sebelah-sebelahan ama si mbak wah rame deh.
Kutu rambut termasuk serangga tidak bersayap, jadi tidak bisa terbang. Jika si Embaknya loncat-loncat dan geleng-geleng kepala, ada kemungkinan si kutu terpelanting.
SQ said
thanx sudah berkunjung ke tempat saya,
salam kenal…h3w, ceritanya asyik ma lucu bnget..tapi kalo saya dulu, perasaan pake urang-uring..
Kalam kenal kembali.
Pokoknya jauh dari kampung halaman banyak deh ceritanya, karena budaya kita lain.
Di sini tidak ada urang-aring. Tapi akan aku coba dengan minyak olive/zaitun. tks
Iman Brotoseno said
wah masih ada ya kutu di rambut di kota besar ?..
dengan kebiasan kramas tiap hari bisa mencegah khan ?
Pada enggak percaya khan. Mula-mula akupun sama seperti kalian. Ternyata banyak orang perancis yang terlalu baik hati (aku pikir gila sekali); semua anak wajib sekolah walaupun anaknya orang gelandangan dan anaknya orang yg menyelundup masuk ke perancis secara ilegal.
Coba dari Cina ke Perancis jalan kaki/naik truk perlu berapa lama? Kapan mereka mandi? sampai di Perancis, mereka langsung masuk sekolah.
Rambut anak kita yang bersih (dishampoo 2 ato 3X seminggu), tetap aja bisa dipencloki sama kutu anak orang lain.
ario saja said
panjang banget postingnya
Oom Senang, Hati Riyang... said
Bonjour, Wong Jowo Prancis,…
Sayah ngelakuwin nyang seperti situ bilang.
Malah tiyap sore anak sayah tak kramasin make shampoo mild.
Langsung dikeringin.
Sukurlah dalam tempo ndak lama udah ndak ada lagee…
Emang mesti kita sendiri nyang kudu sabar. Kitanya resikan, orang laen kudisan…
Repot….
nh18 said
Wah ibu
cerita kutu rupanya berlanjut ya …
hehehe …
saking gemesnya, wakakakakak………
kabarihari said
yang jelas saya jadi mual sekaligus geli mbak.
Hahahahahaha……situ yang baca sudah eneg sendiri, lha akunya yang terjun langsung: lemes abis! Mo apa lagi lha wong anak sendiri!
Iwan Rystiono said
wah…tampaknya ahli pembasmi kutu nih…
*salam kenal yach…*
Jadi LICE BUSTER! Gimana lagi kasihan sama anak sendiri kalo kepalanya korengan akibat gigitan kutu yang digaruk-garuk.
Harjo said
Masalah kutu, adalah masalah masa kecil saya dulu, tetapi anehnya hilang sendiri.
Kemarin juga saya sempat ke tempatnya badak jawa di Ujung Kulon, beberapa ibu-ibu penduduk di sana suka makanin tuh kutu-kutu.
Apakah di sana, Ibu-ibunya juga punya kebiasaan seperti itu?
Di Indonesia, ibu-ibu suka duduk-duduk di bawah pohon/di teras sambil cari kutu. Aku juga pernah lihat sih. Tapi itu khan ibu-ibunya kurang kerjaan.
Kalo di sini membasmi kutunya pakai obat/lotion khusus seperti Peditox, karena kita enggak ada waktu untuk petan. Sedangkan aku sendiri sekarang tidak kerja, tetapi kerjaan rumah sedabreg, belom lagi ngurus anak, ngeblog dan bercinta. Wakakakakaka………
Raffaell said
Tips yang menarik nih…. walopun blm punya anak, ehehehe
btw kenapa Mereka lebih menyukai tinggal di kepala anak-anak ?
Buat nanti jika sudah punya anak.
Endak tahu ya mengapa mereka suka tinggal di kepala anak. Untuk sementara, kepala Ines sudah bersih. Jadi aku tidak bisa tanya ke kutu-kutu itu. Nanti saja kalo dia kutuan lagi, pasti aku tanyain.
antown said
saya sangat tertarik di tulisan ini, dulu pernah punya pengalaman juga soalnya. Jadinya enak untuk dibuat story. ADa kebiasaan salah yang tetap bertahan pada masyarakat kita. Mereka menganggap bahwa kutu itu bisa terbang padahal tidak.
Saya baru menemukan gambar kutu yang lumayan lengkap ya di blog ini, karena memang tidak pernah searching kutu heheh.
Mantap tipsnya, saya tidak bisa membayangkan kira2 yang diserang apakah cuma anak2 doang? gimana kalo si guru atau orang2 penting disana juga punya kutu gara2 wabah itu? apakah saking sibuknya hingga tidak sempat lagi mikir rambut-e dhewe?
yowislah, semangat mbak. ayo dibasmi lagi. bawa peditox jugak hehehe…
Aku kenal juga apoteker/dokter yang anaknya juga terkena kutu rambut. Chantal sendiri pekerjaannya adalah perawat di RS.
Biasanya kutu ini tinggal/penularan pertama di kepala anak-anak. Karena kita tidak memberi produk-produk rambut seperti: hairspray, jelly, pewarna, shampoo yang kuat, cream, dll di kepala anak-anak kita bukan?
Warna rambut juga memengaruhi pilihan kutu untuk hidup dan berkembang biak. Kutu lebih senang jika habitatnya bisa menyembunyikan telur dan anak-anaknya. Jadi mereka lebih senang tinggal di rambut berwarna terang : blondy/pirang, coklat. Kebetulan Ines berambut coklat tua/muda dan sebagian berwarna pirang.
Mungkin oleh sebab itu si kutu lebih senang tinggal di kepala anak-anak.
fauzansigma said
hati-hati, kutu bisa membuat kepala jadi pusing … Loh…
ya iyalah, klo kutunya bnyak trus udah mewabah, smua anggota keluarga kena.. pusing deh
Kalo kita care dengan kesehatan keluarga, ya begitulah. Kalo hanya memberi peditox di semua kepala anggota keluarga, tak jadi masalah. Tetapi kita harus membersihkan semua barang-barang yang disinyalir terkena kutu tersebut, seperti: sisir, jepet/asesori rambut, kamar/tempat tidur, baju-baju dll. Habis dah waktu dan tenaga. Apalagi aku tidak punya pembantu.
lainsiji said
waks.. sekarang aku jadi ngerti kenapa ibuku dulu cukup “heboh” saat anaknya mulai punya hobi garuk-garuk kepala dengan intensitas periodik yang cukup sering
eh, iya, tulisan tentang per-kutu-annya sangat detil dan lengkap mbak.
Bisa dijadikan referensi nih
Karena ini kisah nyata dan informasi penting bagi orang tua yang akan/sudah tinggal di Eropa bersama anak-anaknya, jadi aku tulis saja. Biar mereka berjaga-jaga dan tetap waspada.
Rizki on benbego said
wah..wah.. kayaknya jadi bakat nyari kutu ya. biasanya klo di kampung2 tuh disirem pake minyak tanah. pasti deh kutu pada nyerah, dan berjatuhan dg sendirinya. cuma sayang, minyak sekarang lg mahal disini.
Oemar Bakrie said
Wah .. rambut putih ini jangan-jangan disukai kutu ya ?
*garuk-garuk kepala*
Aku rasa kutu tidak suka rambut putih, karena baby kutu(larva) itu berwarna coklat, sedangkan telur kutu itu berwarna abu-abu mengkilat. Telur yg sudah menetas berwarna keputihan. Jadi kepala anda bukan habitat yang baik bagi si kutu. Tenang saja.
Untung sewaktu anda tinggal di Perancis, belum punya anak. Paling tidak anda tidak pusing serta garuk-garuk kepala sepertiku ini.
dokterearekcilik said
Jadi inget waktu kecil…. biasanya abis pake obat anti kutu terus sisir pake sisir serit supaya hilang dengan telurnya sekalian. Gak nyangka kalo di Eropa kutu masih jadi masalah juga
Setahun 3 ato 4 kali ada pengumuman “AWAS KUTU IKUT BERSEKOLAH”, jadi harus buru-buru periksa kepala anak.
ocha milan said
sama ma diatas.. ga nyangka di sana juga ada problem kutu2an yah… jadi ingat dulu juga, hihihihi. di Papua dulu lom kenal peditox dan sebangsanya. sehingga acara nyari2 tiap sore pasti deh. ato pake sisir khusus untuk menangkap kutu (byk dijual di pasar tradisional) hihihih. ato bahkan ada yang make cairan anti nyamuk diolesin ke kepala (wakakakakak) aneh2..
betewe, perancis emang top yah. mau anak siapa kek kalo udah umur sekolah harus masuk sekolah. ckckckckck
Iyalah, di sini belajar jadi nrimo semuanya, termasuk kutu wakakakaka
agoyyoga said
Baru tahu kutu rambut nggak bisa terbang
Aku juga
yudhi said
wah ngeri banget tuh lihat nya,
pincurantujuah said
wah kutu rambut langka yang mbak di cana….kutunya jangan di bunuh ya ntar di cekal lo ma organisasi penyayang binatang ??????
timothy said
wah… kalo dikumpulin bisa se-ons aja bisa dipeyek kali ya tuh kutus….
~Mi~ said
Euhhh, jadi serem sama kutu kutuan hahaha. Untungnya gaq kerasa gatel sih
Untung kau sekolahnya di Universitas, coba di Ecole Primaire/SD! Pasti pusing kepala terus.
ike said
Aduuh mbak,,tragedi ini juga menimpa keluargaku. Adeku juga kena kutu rambut. Usut di usut teryata ketularan sama pembantu di rumah.Aku juga sampe mencak-mencak, kesel banget.Hari gini??! masih hidup aja tu kutu!! Begitu tau,,langsung seprei, bantal ku jemur, cuci bersih..haha ibuku lihat aku katanya jadi ikut gatel.Sebagai informasi aja nie sebenernya kutu itu lebih suka hidup di kepala yang bersih, karena di situ mereka lebih mudah bergerak.Dan mencuci rambut itu nggak akan membuat kutu lari, cuma malah membuat kutu jadi kutu yang bersih. Meski di adek udah nggak ada tapi di pembantu kayaknya masih,,mau ngomong juga nggak enak..Ada saran???
Mbak blog nya bagus ya,,cara nyampeinnya juga bagus.Rasanya setiap hal itu mbak bisa melihatnya sebagai peluang bisnis ya.salud dech sama mbak
destri said
Mb, aku sekarang sedang mengalami tragedi itu! Ini baru browsing ttg serba-serbi kutu n nemuin artikel mb ini.
Kisahnya bermula dari pembantuku yang udah aku berhentiin beberapa minggu lalu. Waktu dia masih kerja ama aku dia suka gatel2 dikepalanya sampe pergi kepuskesmas segala. karena aku ga cocok sama kerjaan dia, aku berhentiin beberapa waktu lalu. Aslinya aku sudah gatel dikepala hampir sebulan ini, kemudian tengkukku bintik-bintik merah seperti alergi. Aku ke dokter kulit, dikasih salep dan harus menghindari ikan laut! Karena gatelnya ga nahan, aku gunting rambut pendek, disinilah baru ketauan, aku menemukan 2 ekor kutu dijilbabku. Seumur-umur, baru kali ini aku kutuan. Pulang kerja, aku langsung menyiramkan 2 tutup botol dettol ke bak mandi, keramas dan benar aja! saat shampo-an ditangan ku tergelepar beberapa ekor kutu. Ih, mbak, rasanya mau pingsan ngeliatnya!Habis itu aku sisir pakai sisir yang rapat. Hampir 2 jam sendiri. Besoknya (kemarin), aku beli peditox dan berniat betul mengadakan pembunuhan besar-besaran!Tadi pagi saat keramas saat aku sisir sudah ga ada sih, tapi kadang2 aku masih merasa gatel juga, habis tak bisa liat sendiri kondisi kepala, masih ada telur kutunya atau tidak ya? Aku periksa kepala anakku yang 10 bulan kelihatannya bersih sih, tapi lebih baik kucukur gundul saja,ya, mumpung masih kecil belum bisa protes seperti Marie-Sarah. Mungkin pakai peditoxnya harus berkali-kali ya mb,sampai benar-benar bersih!Aduh..jadi terasa gatel lagi nih…
juliach said
@ Yudhi
Tak perlu takut, khan kutu itu lebih kecil dari kita. Jadi tinggal di kites aja!
@ Timothy
Yo, wis kono mbok ya kau aja yang kumpulin itu kutus, nanti aku yang goreng!
@ Ike
Ngak perlu sungkan-sungkan. Beliin aja Peditox, Ike panggil dan Ike aja yang olesin lotion itu di kepala pembantu Ike. Beres kan persoalannya.
@ Destry
Mintalah tolong kepada seseorang untuk melihatnya di kepala. Ulangi pemberian peditox 3/4 hari kemudian. Selain itu cuci segera sarung bantal, sprei, baju-baju, tudung kepala,… yang disinyalir sebagai media penularan kutu.
Dalam 2 minggu, selalu mengontrol kepala. Jika mendapat pembantu baru, terus terang saja. Check kepalanya, jika berkutu bisa langsung dibasmi sebelum menulari yang lain. Tak perlu dikeluarkan gara-gara kutuan.
ofa ragil boy said
HEBAT TUH KEPALANYA BISA NYUBURIN TANAMAN, TINGGAL TANCAPIN AJA, HEHEHHE……..
Udah banyak kompos ya?
irma said
salam kenal bu. aku mau tanya nih mentalku down banget pas tau hari ini (11 maret 2009) anakku yang cantik dan rambutnya indah kutuan. Kaya disambar petir disiang bolong. MasyaAllah anakku kok kutuan sich, gemes banget deh. Kagak siap mental ngeliatnya. Insyallah besok rencananya aku mau peditox therapy dech, thanx ya bu atas shering masalah kutunya.
Putri Sarinande said
wuiiih
kutuuu
Marlina Silamba said
waduh, mbak , jadi garuk2 kepala nih liat kaki-kakinya si kutu di atas
Kau hanya liat foto, aku liat beneran … njigrak deh … rambutku
yuli said
Trima kasih infonya.
Anakku kira2 2bulan yang lalu kena kutunya
Tp saya pakaikan peditox, kutunya
Sudah hilang tp telurnya masih
Menempel di rambut.
Cuma sudah 1 bulan, telur kutunya
Masih menempel, walaupun kutunya sudah
Tidak ada lagi. Gimana ya cara basmi
Telur kutunya?
Dan di mana ya saya bisa mendapatkan
Sisir untuk bersihkan telur kutunya?
Terima kasih
Walaupun sudah dibasmi kutunya, sebaiknya telur kutu juga dibersihkan dgn sisir khusus, supaya anda gampang mengontrol kepala anak anda setiap saat. Kalo di Indo, bisa beli di pasar di mana ada penjual sisir/alat kecantikan. Tapi jika anda di LN, belilah sisir di apotek setempat.
Hihihihi … berguna juga ya artikel ini. Sabar ya mbak. sebaiknya anak berambut pendek saja, jika pun kena kutu, gampang membersihkannya. Salam
karimah said
sy jg punya pengalaman ga enak,anak sdh smp masih kutuan mana rambutnya panjang dan tebal ga mau dipendekin, kesel diobatin ga hilang satu rmh kena semua,mata sampai juling nyari kutu malah sisir kutu yg sy bli 2 lusin di mekah patah semua, suamiku yg setengah botak sempat ditularin jg, ahirnya ta semprot baygon satu kepala eh bukan hanya kutunya yg semaput anaknya jg pingsan, ahirnya jd urusan rmh sakit,ah lier ni dah