AKU

Polisi Edan VS Cewek Nekad

Posted by juliach on May 27, 2008

Barang siapa yang tersinggung akibat tulisan ini, silahkan komplain saja!

Ini adalah kisah nyata yang aku ambil dari pengalamanku sendiri.

Juli 2002

Aku kehilangan dompet di pasar Lenteng Agung, karena di dalamnya ada kartu BCA dan Bank Credit Lyonnais, Perancis, maka aku langsung menelpon ke dua bank itu untuk memblokir rekeningku. Selanjutnya aku pergi ke Kantor Polisi LA. Kebetulan waktu itu aku bertempat tinggal di LA bukan Los Angeles melainkan Lenteng Agung.

Tak diduga tak disangka, ternyata aku masuk ke dalam gerombolan para penyamun. Pasalnya aku membawa Ines, yang wajahnya terlihat bule sekali (banyak orang yang bilang begitu). Semua polisi langsung tahu di mana aku tinggal. Rupanya mereka sudah mengendus calon mangsa. Salah seorang mengatakan aku harus melaporkan suamiku (sekarang eks) dan anakku, karena mereka orang asing. Tadinya aku membantah, karena selama ini KBRI tidak pernah memberitahu jika orang asing wajib lapor diri. Polisi itu sangat pintar dgn membuka file-nya dia langsung menyebutkan pasal-pasalnya, termasuk untukku akan terjerat pasal (tidak tahu berapa) menyembunyikan orang asing yang bisa dikenakan hukuman penjara atau denda Rp. 5 jt.

Berhubung waktu itu aku mo bikin surat kehilangan, ya aku beri janji 2 minggu lagi setelah suamiku kembali dari Perancis. Surat kehilangan itu aku tebus dengan Rp. 50.000,-.Buju busyet mahal sekali ya. Selembar uang 50.000 yang kebetulan tinggal satu-satunya pun melayang. Tak lupa salah seorang dari mereka berbisik untuk membawa Rp. 500 rb/kepala, Jadi aku harus bayar Rp.1 jt.

Mungkin lagi nasib buruk, sudah jatuh tertimpa tangga pula, kami (pembantu, Ines dan aku) pun pulang dengan berjalan kaki. Ah, masih beruntung persediaan makanan di kulkas dan lemari masih cukup untuk kami bertiga hingga suami pulang.

Ketika suami pulang, aku ceritakan semuanya. Keesokan harinya aku bikin laporan dan menyuruh pembantuku menyampaikan laporan itu. Di dalam map itu aku sisipkan uang Rp. 100 rb. Ternyata laporan itu ditolak dan polisi tersebut akan datang sendiri ke rumah mengambil laporan itu kembali. Langsung deh, terpikir kalo bisikan polisi 2 minggu yang lalu itu merupakan bisikan setan.

Seperti hari yang sudah ditentukan, 2 orang polisi datang ke rumah. Aku suruh segera suamiku pergi dari rumah lewat pintu belakang. Aku berikan semua berkasnya termasuk uang tersebut. Uang Rp. 100rb itu ditolaknya, karena mereka sudah datang jadi harus diberi service yang lebih baik. Aku tambah lagi Rp. 50 rb yang membuat mereka tertawa. Akupun tertawa geli juga. Dengan santai aku catat nama mereka dan aku kembali masuk ke kamar untuk mengambil uang Rp. 1jt + 1 lebar kwitansi yang sudah aku ketik + kamera photo digital  yg sudah aku siapkan mode video on. Aku berikan uang dan kwitansinya serta memintanya untuk ditanda tangani. Akhirnya mereka mengeloyor pergi dengan membawaRp. 150 rb saja.

Aku pun meloncat girang. Wuiss berhasil!!!

Sebagai informasi: perpanjangan ijin tinggal orang asing di Imigrasi Jak-pus adalah Rp. 250rb (bulan I), Rp. 250 (II), Rp. 400rb (III) dan Rp. 400rb(IV). Setelah itu harus keluar indonesia untuk memohon visa Kunjungan Sosial/Budaya Code 421 yg lamanya 2 bulan dan bisa diperpanjang 4X 30 hari.

Untuk anak, setelah tinggal 4 bulan bisa mengajukan KITAS yang biayanya Rp. 7 jt/tahun.

Kalian tinggal hitung saja pengeluaranku.

 

Januari 2003

Aku sudah tinggal di Sawangan Depok sejak bulan September 2002. Aku sudah mengelola toko kelontong selain galeri antik di LA. Kali ini aku kedatangan polisi Depok dengan membawa surat panggilan untuk menghadap dan harus aku tanda tangani. Dalam surat itu aku tersangka menyembunyikan orang asing. Aku tolak saja dan aku katakan bahwa suamiku itu adalah pria dewasa dan jika dia tidak mau lapor diri ke polisi setiap bulannya adalah tanggung jawabnya sendiri. Lagi pula dia ini biasa pergi sendiri naik kendaraan umum ke sana ke mari sendiri tanpa diantar-antar. Nah, apa ini namanya sembunyi-sembunyi. Orang goblog  dari mana pula ini. Jika mo tahan, ya tahan aja suamiku itu.

Lalu polisi itupun menasehati supaya dia lapor secepatnya.

Permintaan Polisi itu pun diturutinya dengan membawa setoran Rp. 100 rb pas. Kali ini pun polisinya minta lebih. Duh, polisi ini gila bener, suamiku ini orangnya susah banget untuk urusan yang aneh-aneh begini dan dia sudah mo jalan, koq ya dipersulit. Saking jengkelnya dia pulang saja. Maka akulah yang kena getahnya lagi. Aku harus pergi ke kantor Polisi Depok. Kali ini aku tegas, aku berikan saja uang Rp 50rb untuk laporan tersebut (agen yg mengurusi KITAS Ines bilang lapor di POLDA Metro Jaya hanya Rp. 35 000, saja).

Makanya jangan suka rakus, akibatnya malah tidak dapat sama sekali.

Bersambung  di “Adu gertak dengan polisi di Polda Metro Jaya”

 

 

 

 

42 Responses to “Polisi Edan VS Cewek Nekad”

  1. dana said

    Wedeh, seru gitu. Hajar terus polisinya.

    Hihihihi…polisi itu pasti nyesel deh ketemu gw

  2. Popi said

    Waduh mba! gak aparat, gak pemda, gak instansi pendidikan, semuanya UUD. Pantang menyerah mba!

    Makasih Pop!

  3. Saya kurang bijak bila harus memberi komentar seperti cerita di atas.

  4. Maaf, maksud saya
    saya kurang berpengalaman dengan kepolisian, imigrasi, suap. dsb

    orang baik pasti ditolong

    Imigrasi tidak terlalu rakus. Di Jakarta Pusat itu paling murah. Di Bali perpanjangan ijin tinggal orang asing dgn visa KSB Rp. 500rb(bulan I, II, III & IV) ini ngurus via agent; di Jakarta Selatan Rp. 600rb (bulan I, kedua-keIV tidak tahu) ini ngurus sendiri, Imigrasi Cilacap Rp. 300rb (I/II), Rp. 500rb(III/IV) ini harus nunggu lama dan masih harus pergi ke Dirjen Kehakiman di Semarang. Mabok khan.

    yang bener-bener rakus itu polisi, masak dari Rp 35rb dimarkap menjadi Rp. 500rb. Apalagi Polisi ini untuk lapor diri, tidak minta ijin tinggal!

    Semoga aja anda sekalian tidak mengalami hal seperti ini. Cukup aku saja!

  5. Balisugar said

    Mbak kalau suamiku sekarang udah pake kitas bayarnya pertahun Rp. 6.000.000

    Pusing gue, o iyah kemarin aku ke apotik lihat peditox harganya berapa coba ? Rp. 2800.

    hihik murah banget

    KITAS 6jt itu murah! (murah gundul mu!!!!) Pokoknya setiap imigrasi harganya laen-laen, begitu juga agennya.

    Betul khan! Kalau kau punya anak dan bersekolah di negeri suamimu, perlu disiapin itu peditox!

  6. ubadbmarko said

    Untung aja istribu bukan bule, duh kalo bule brabe nich..he..he..

    Untuk urusan istri bule, seperti anak bule saja: visa kunjungan sosial budaya, bulan ke-empat ngajuin KITAS (1 tahunan), 4X KITAS mengajukan KITAB (per-4tahunan) yg KITAB ini aku lupa-lupa ingat, Jadi laporan ke polisinya menurut imigrasi. Tapi lebih ringan karena anak-anak anda otomatis bakal jadi WNI, karena ayah WNI.

    Yang susah itu jika punya suami orang asing, apalagi tidak bekerja (mungkin sakit/pensiun), karena KITAS untuk suami orang asing diberikan jika dia bekerja.

    Oleh sebab itu aku pusing sekali. Mangkanya aku balik ke Perancis saja walopun ngak betah ama udaranya yang dingin menggigil ini!

    • irma maria kartika said

      mb itu kan kalo suami bule dan anak (indo) yg tinggal di sini,nah bagaimana kalo si istri yg tinggal di negara suaminya yg bule Perancis,apa ya di sono (Perancis) dimintai duit macam2 kayak di sini,gimana prosedur ijinnya?? wah info2nya penting banget nih thanks ya :)

  7. ndop said

    RIBET kalo sudah urusan sama pulisi.. kehilangan suruh bayar.. sudah susah malah ditambah susah..

    mungkin kalimat paling paaass buat pak polisi adalah… caappek deeh…!!

    Betul Ndop: caapeekkk deh…..

  8. ridu said

    wuidih.. parah abis yah.. benar2 korup sekali..

    Percuma bilang mereka korup karena mereka sendiri tidak tahu definisinya “korup”

  9. danummurik said

    Ngga ada yang tersinggung dengan tulisan ini, mereka bermain dengan pasal-pasal bukan untuk menegakkan hukum dan keadilan tapi untuk menggemukkan isi kantongnya.

    Kalo terlalu gemuk kayak babi khan ngak bagus juga dong!

  10. Okta Sihotang said

    wah..kagak ngerti yang beginian mah..
    bodoh amat klo emang itu terjadi di RI ;)

    Jangan begitu bang. Kalo yang punya banyak duit, ndak apa ya. Kasihan orang yg ndak punya.

    Jangan-jangan abang ini polisi ya?

  11. antown said

    nekad apa naked? hehehe..piss ya
    ceritanya soal polisi nih, kurang ajar bgt yak! sebenarnya berapa sih gaji seorang polisi kali di Indonesia?
    Saya tidak bisa membayangkan harus mengeluarkan uang 1juta, padahal itu tahun 2002? lumayan gede kan?

    Coba bayangkan, suamiku itu barusan bangkrut di negaranya. Dia sudah stress berat. Aku sendiri baru kena likuidasi juga. Maka pilihan kembali ke Indonesia, untuk membuka usaha baru. Lagi inyis-inyis, masih mikir-mikir mo usaha apa utk dia, sudah dihajar habis sama polisi. Tambah mabok khan.

  12. Kapan ya bisa berubah ????

    Berharap secepatnya saja.

  13. sungai said

    seius. aku tersinggung nih. hehe. lama tak ke sini. salam dan sukses selalu.

    Silahkan komplain, sayang hanya cukup didengar saja.

  14. theloebizz said

    hhhmmmm…segala cara dilakukan buat mendapatkan keuntungan yaaah??bener2 edaaan :(

    Iya memang bener-bener edan!

  15. Aparat?, apalagi Polisi. Ya begitulah… Sepertinya harus ada gerakan mendasar di tubuh POLRI sendiri untuk berubah. Benar-benar berubah..

    Bagaimana kalo dipecat semua, ganti yg baru?

  16. nenyok said

    Salam
    Wah saya baru tahu ternyata begitu ya *prihatin*
    Oh ya Mba trims ya sudah mampir di gubuk saya, salam kenal aja, btw putrinya cantik banget :)

    Ini belom apa-apanya, lebih seru lagi beradu gertak di Polda Metro Jaya. Sayang launchingnya haros ditunda karena eneg banget!

  17. toim said

    kalo soal birokrasi yg ribed, Indonesia jagonya :(

    Gimana investor asing mo masuk? Masuk, pasti langsung mental, lalu ditangkap Vietnam!

  18. dadan said

    :D beberapa tahun yll keluarga juga dapet pengalaman serupa
    ampun deh..

    Jadi ikut sedih

  19. hafi said

    iya tuh .. polisi katrooookkk ..
    ngurus SKKB aja juga di tarik biaya.. per ganti orang ..
    goblog gag siygh ???
    terush mo lapor siapa ?? itu dah di kantor polisi …
    edddaannn … :(

    -hf-
    Udah kita garuk-garuk kepala aja yuk!

  20. agoyyoga said

    Mbak, tulisan ini bikin saya makin sebel dengan manusia-manusia yang kayak gitu apa bedanya ama preman pasar.

    Ya beda, polisi itu khan keren pake seragam, sedangkan preman pasar itu kumuh; polisi minta gede berjut-jut, sedangkan preman hanya polohan rebo saja. polisi tak setor preman sedangkan preman setor polisi. Voilà.

  21. Halah….
    Mungkin gara-gara GAJINE CILIK kali yah bu, Hingga harus MALAK…
    Terus apa bedanya Preman dengan Polisi haiyoh…??.

    Kalo mo gajinya besar ya jangan jadi polisi, jadi bisnisman aja. Ato mereka semua sepakat demo utk minta kenaikan gaji.
    Bedanya udah dijawab diatas.

  22. masmoemet said

    semakin runyam saja :(

    Ini belum apa-apa. Nanti aku cerita yang lebih seru dengan polisi. Perlu sedikit waktu menyusunnya, karena eneg.

  23. coekma said

    Polisi, udah biasa atuh… semua lini pasti ada yang ga karuan… coba deh baca ini (behubungan dengan usahaku dibidang selular) —> http://ponselkita.wordpress.com/2008/05/07/mengatasi-polisi-yang-mau-menggerebek-konter-hp/

    Terima kasih infonya. Untuk sementara ini aku belum mo balik ke indonesia dulu. Selain menenangkan diri, aku ingin mengunjungi negara-negara Eropa sewaktu berlibur panjang.

  24. atakeo said

    Polisi Indonesia apalagi Polisi Diraja Malaysia mereka memang raja. Harus ada upeti. Sebenarnya bukan upeti. Mereka memang membeli barang mahal itu, yaitu polisi. Masa barang berharga mau dikasih murah. Kalau jadi polisi perlu investasi, maka kalau sudah jadi polisi menuai profit. Gampang saja. Hitung saja penghasilan polisi di jalan.Satu hembusan dan bunyi priwit Rp. 10.000,- Mudahlah untuk semprot angin dari bibir bikin profit. Modal atau pengeluaran untuk jadi polisi pinjam Rp. 20.000.000, (dua puluh juta rupiah). Polisi tinggal ngemut pluit dan hitung berapa kali untuk kembali modal dan untung. Karena itu tidak heran kalau polisi tidak membela orang-orang cerdas dan kaya nurani menghadapi kebringasan FPI. Tidak ada dokunya. Kalau hanya urusan begitu terus, kapan kembali modal. Paham sajalah….

    Wuiss mahal buanget. Kalo harus invest maka BEP-nya harus secepat mungkin dong! Tapi kok mau-maunya jadi polisi?

  25. qizinklaziva said

    deg-degan menunggu sambungannya….!
    episode selanjutnya persis gaya sambungan sinetron gak ya?

    Aduh sambungannya harus ditunda dikit. Dalam penulisannya aku sering jadi eneg mengingatnya.

  26. yd said

    slam kenal sama dong saya juga pernah komplen

  27. agus said

    Salam kenal dari pengaggum blog kamu…

    Cihui…ada pengagum baru…terima kasih terima kasih ya! Salut!

  28. natazya said

    heuheuhueh ibu ini… gaya sekali bu! emang polisi menyebalkan kadang kadang! ah… maaf… no offense… saya selalu punya stigma buruk tentang polisi!

  29. deetha said

    polisi Indonesia memang cinta rupiah, mbak… hihihihi =))

  30. yakhanu said

    polisi indonesia kasian bu…..
    masa mukul penjahat malah jadi kena kasus…..
    padahal pendemo yang rusuh perlu di tembak ……

  31. don45 said

    Wow begitulah wajah2 polisi Indonesia !!! Salam kenal !!!!

    Memang begitu khan? Salam kenal, trims sudah berkunjung!

  32. arjunasama said

    polisi.imigrasi.bahkan kua. markas pemeras.kandang maling

    maling berseragam?

  33. pincurantujuah said

    ntar di dooor lo ama police

  34. katroboy said

    Ya namanya juga Polisi Indonesia… hehehe.. peace ah Pak Pol…

  35. ajiek said

    abis wkt msk jd polisi udah bayar mahal mbak, konon pe 75juta, jadinya ya gicu deh, gantian cr tumbal, lha rakyat yg kena…. booaabooo…..

  36. novi said

    hmmmm…hmmmm…aduh…gimana ya…hmmmm…suami eike Polisi juga bok jadi salting mau kasih komen hahahahaha…..gak munafik emang ada lah “oknum” seperti itu tapi msh banyak juga yg baik hati dan tidak sombong seperti suami dan Bapak saya (alm) deeeeeeuuuuuu…..btw wong LA toh mbak?…deket dong, aku di Gg. bakti (sblh asr. Brimob)

    Memang sih…tapi orang-orang yg baik tak banyak dan tertutup oleh bayang-bayang yang tidak baik…

    Masalah utamanya, di kantor polisi juga semuanya tidak clear/transparant. Jadi itu menjadi permainan para oknum.

  37. novi said

    Ijin nge-link ke blog saya ya mbak….mksh :-)

    Silahkan dengan senang hati. Aku juga mo nge-link juga.

  38. bagus sekali, tulisan Anda yg menceritakan pengalaman Anda. Sungguh Anda org yg pemberani..salut

  39. Aprilia Streit said

    saya bayar Rp.700.000,-/Tahun untuk KITAS suami saya atas sponsor saya. Kalau 6 juta mahal banget… Te

    Ini di Imigrasi Jakarta Pusat, karena KTP kemayoran, teman-teman di Bali sama juga segitu.

  40. Supri X said

    Ya polisi Indonesia kebanyakan gitu, walaupun masih ada polisi yg baik.

    Menurut pendapatku: Polisi itu masuk jadi polisi pakai uang sogokan kalee, makanya setelah jadi polisi minta uang ke orang2 supaya modalnya cepet balik.

    Sayang polisi brensek itu merusak citra polisi se-Indonesia!

  41. berita terbaru 2011…

    [...]Polisi Edan VS Cewek Nekad « AKU[...]…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: