Alkohol – Mengendarai Mobil?
Posted by juliach on June 5, 2008
Hari Sabtu kemarin, teman-teman Zo Mengadakan “Entrement de Jeune Garçon et de Jeune Fille” atau penguburan masa bujang atu gadis. Acara ini biasanya diadakan di akhir pekan, sebelum mereka mengadakan pernikahan.
Jika kita cowok, kita harus bergabung dengan gerombolan cowok si berat juga, begitu pun untuk cewek bergerombolnya sama sesama cewek bukan banci. Acara ini dimulai jam 10 pagi, kegiatan pagi itu bisa macam-macam, jalan-jalan di pusat kota dengan dandanan yang aneh-aneh, bersepeda, sauna/berenang, lari marathon. Selanjutnya makan siang, biasanya kita makan sandwich, biar entar sore bisa makan di restaurant. Setelah itu ngamen di pusat kota, kali ini group cowok punya acara terjun payung. Jam 5 sore balik ke rumah untuk mandi dan dandan, lalu jam 7 berkumpul kembali di bar, minum-minum dan ngamen pula. Jam 9 malam pergi ke restaurant, dilanjutkan ke distotik dan lalu kedua group itu berkumpul bersama.
Sayang aku tak ikut acara ini, ortu Zo mo pergi jualan di pasar loak keesokan harinya. Sewa baby sitter itu sangat mahal bagiku. Tahu sendiri, aku harus ngurus anak-anakku. Acara itu terlalu berlebihan menurutku, hanya membuang-buang uang. Lagi pula sudah tak bermakna lagi, mereka itu sudah tidak bujang/gadis lagi. Lah, mereka sudah tinggal bersama selama lebih dari 7 tahun dan mereka sudah punya 2 anak. Di samping itu terlalu mahal untukku, iurannya saja 40€/orang, belum kalo nombok harus saweran lagi, malam hari utk ke diskotik cewek-cewek menentukan harus berpakaian serba putih. Harus beli baju lagi dong. Minim 100€ harus keluar lagi. Waduh, kalo dituruti bisa jebol dedel duel kantongku ini.
Di atas itu soal keuangan dan ideologi aku saja. Ada lagi yang aku benar-benar tak setuju: minum alkohol hingga mabok. Apalagi di sini ada peraturan lalu lintas yang melarang kita menyetir mobil sambil mabok. Hukumannya berat banget dan polisi di sini tidak bisa disogok.
Mana lagi Zo setuju José menjemputnya dan pergi dengan mobil José. Tadinya aku oke-oke saja, tapi setelah mereka pergi baru aku sadar kalo José itu sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri setelah menegak 3 botol kecil bir. Langsung deh tiuuuunnnnggggg, bukannya dia langsung stop dan mengeliminasi kadar alkohol dalam darahnya dengan minum air banyak-banyak, tapi malah berlanjut minum whisky. Udah gitu dia mampu minum apa saja, bahkan dicampur adukpun dia glegek saja. Hingga terkapar tak sadar diri.
Ah… aku berharap Zo tidak demikian jika aku tidak ada di sisinya. Aku tahu kalo dia bisa kontrol diri. Untuk membuang pikiran yang enggak-enggak, maka aku menyibukan diri dengan jalan-jalan dan shopping bersama anak-anak. Sore harinya aku mengundang Nanoe dan Dédé untuk ke rumah dan minum apero dan makan malam.
Setelah mereka pulang, pikiran yang ngak-ngak muncul lagi. Jam 2 pagi, aku tidak bisa tidur, sehingga aku mencoba menelponnya. Percuma saja, karena tidak dijawab. Aku pun mulai bingung. Ini orang maunya apa seh! Bilang dong kalau ngak pulang sekalian! Aku juga tidak bisa tidur kalo aku biarkan tak terkunci rapat-rapat. Dari pada beresiko lebih parah, maka aku kunci saja pintu dari dalam: 3 konci loh! Kita ngak tahu pencuri macam apa yang bakal masok ke rumah. Kalo hanya mengambil barang, tak apa-apa, tapi kalo pake acara ngebunuh? Duh, ngak lucu lagi dong!
Aku coba tidur lagi. Lah, pikiran malah melayang ngak karuan. Aku bukannya orang yang cemburuan. Aku biarkan saja kalo jadi sewa striptesse. Kayaknya enggak deh, muahal buanget. Tapi itu, jika mabok lalu nyetir: sudah banyak korban. Ngak tahu gimana, jika terjadi kecelakaan, kebanyakan orang yg mabok tapi nyetir tidak mati, yang mati malah yg ngak mabok. Yang jadi korban malah orang lain yang ngak mabok. Bisa juga sih yang mabok juga ikutan mati.
Deg-degkan juga, kalo dia yang nyetir tapi alkohol belum luntur ke WC dan jika ada kontrol alcool-test. Pasti dia kena sangsi berat.
Sebagai info, di Perancis kita tidak boleh menyetir jika dalam nafasnya ada 0,25 mg/l alkohol = 0,50 mg/l alkohol dalam darah. Mulai dari presentasi tersebut kita sudah dianggap melakukan pelanggaran. Sangsinya adalah penarikan minim 6 point dari 12 point yang ada di SIM-nya. Penarikan point ini akan bertambah plus-plus dengan pelanggaran-pelangaran yang ada saat itu. Belom lagi denda uang. Bisa-bisa pelanggar dilarang menyetir sama sekali selama minim 6 bulan bahkan sampai bertahun-tahun jika ada korban meninggal. Bisa juga masuk ke penjara.
Belum lagi pelanggaran, kena radar karena kecepatannya melebihi kecepatan yang ditentukan. Di dalam kota, kecepatan 50km/jam; di area sekolah/yg banyak anak=30km/jam maxi, jalan tanpa pemisah jalan 90km/jam maxi. Ini dendanya minim 90€+1 point ditarik/radar tergantung dengan kecepatan yang dia gunakan untuk melanggarnya.
Oh ya, 1 gelas alkohol = 0,25 mg/l dalam darah. Kita bisa menghilangkannya dalam waktu 2 jam. Jadi kita berhak minum 2 gelas, lalu nunggu 4 jam sambil minum air banyak banyak dan ke WC terus-terusan untuk nglunturin kadar alkohol dari dalam darah, sebelum membawa mobil. Ngak lucu khan kalo pengen minum alkohol, lalu harus minum aqua banyak-banyak!
Sudah banyak temannya yang ketangkap polisi: Thierry, summer lalu kena kontrol jam 12 malam, dia harus tidur di kantor polisi semalam, 6 point ditarik, dilarang menyetir selama 6 bulan dan didenda 250€. Bayangkan saja dia kena di Le Creusot, sedang dia tinggal di gunung di Haute Savoy (dekat perbatasan antara Perancis dan Swiss dekat Geneva). Terpaksa, orang tuanya harus mengantarnya pulang ke Haute Savoy dan dia harus pergi/pulang kerja naik sepeda/mobilet (sejenis brompit yang bisa dikendarai tanpa SIM, namun tidak lebih dari 50CC) ke/dari Geneva. Coba jika musim dingin dan bersalju, itu mobilet tidak bisa naik ke rumahnya yang berada di gunung.
Arnaud juga kena tangkap polisi, waktu itu dia tidak lagi nyetir mobil. Dia ladi mabok bersama temannya di dekat mobilnya yang di parkir di tepi hutan. Walaupun di Perancis minum alkohol itu legal, tapi kita harus minum di dalam rumah/kafe/restaurant/bar/pokoknya tidak di jalanan. Dia tidak bisa mengelak dari tangkapan polisi itu karena di tangannya ada botol yg masih berisi setengahnya, di temukan beberapa botol kosong dan botol isi di kedua mobil itu. Polisi tidak menemukan botol aqua atau kran air di lokasi itu. Jadi dah tidur di markas semalam dan penarikan semua point yang tersisa dan larangan menyetir mobil selama 6 bulan. Dia bisa mendapatkan point kembali jika dia mengikuti program penyembuhan ketergantungan terhadap alkohol dan mengikuti kursus sekolah setir mobil lagi.
Zo baru balik jam 5 pagi, aku berusan bisa tidur. Suara bel membangunkan semua orang. Brisik! Aku tahan saja dulu rasa keselku itu. Percuma, jika dia tidak minum tapi khan dia capai, suaraku itu nantinya hanya berdengung di luar telinga. Apa lagi jika dia bener-bener mabok, pasti dia akan berlagak seperti kambing congek. Hanya aku berpesan, hari minggu aku istirahat kerja, giliran dia yang memberi susu ke Vicky. Bagus Vicky bangun jam 8 pagi. Zo bangun sambil mengerutu. Nah lho!
Hari Minggu siang teman-temannya berkumpul di rumah, mereka bercerita pengalaman mereka masing-masing. Cowok-cowok ini bawel seperti cewek endonesia saja, mana ngrumpi lagi. Setelah menidurkan Vicky, aku masuk ke dapur yang berubah fungsi menjadi smoking area. Mereka bertanya,”Ca va, Julia?” (Are you Ok?)
Mulailah aku berkotbah, aku bertambah kesel lagi, Polo menjawab ,”Tenang aja Julia, kita khan hanya melewati masa muda kita!” Ternyata banyak orang punya otak dodol duren juga di sini. Ibu bekas mertuaku juga pernah berpendapat begini. Melewati masa muda dengan begitu? “Ok, masa mudamu sudah terlewati dengan senang dan mabok, setelah itu kalian duduk di korsi roda atau pun hanya terlentang di tempat tidur. Apakah kalian akan bangga?” “Aku pikir dari pada cacat karena kecelakaan, lebih baik kalian mati saja!” “Kalo gitu aku bisa cari lagi yang baru gresss!”
Mereka tersentak dengan ucapanku. Mereka berpendapat aku egois yang aku balikan kembali bahwa merekalah yang egoïs, mereka bisa bersenang-senang tidak memikirkan anak dan istri/kekasih di rumah.
Kali ini baru mereka berpikir, lalu mereka membenarkan ucapanku. Sudah berulang kali aku katakan jika mo minum-minum di rumahku saja, jika minum terlalu banyak tinggal tidur di sini, ada kasur, ada clic-clac dan tak perlu menyetir mobil lagi yg beresiko tinggi bagi dirinya sendiri dan orang lain pengguna jalan.
Semoga kali ini mereka dengar kata-kata simbok javanaisse ini. Atau ngak sama sekali, karena kalo minum-minum di tempatku, jika mereka sudah mulai ngelantur pasti yg keluar bukan minuman beralkohol tetapi berbotol-botol air kran. Pernah José aku suruh minum 10 botol aqua besar, karena dia mabok maka dia tidak sadar. Dia tersadar di WC karena dia kencing melulu. Wakakakakaka………rasain saja………..



achoey sang khilaf said
wah salut tuh ama prinsipnya
salut
Di sini hak dan kewajiban sudah di kotak-kotak dgn jelas.
tintin said
wah curhat nih ceritanya ..
bagus bu nasehatnya .. emang egois kok mereka ..
Curhat, nasehat dan informasi
Sawali Tuhusetya said
repot bener ya mbak “berkhotbah” di depan para pemabok, his
Iya, apalagi José bukan pacar aku, tapi suka nyambangi cowokku. Ini yg bikin sebel.
Laporan said
Adik saya ada 4 yang 2 wanita, 2 lagi laki-laki. Adik saya yang laki-laki suka mabuk. Jika mereka pulang dari main dan sedang mabuk, langsung saya usir, begitu seterusnya. Tetapi kebiasaaan mabuk tidak kunjung hilang. Lama-kelamaan mereka tahu diri, kalau sedang mabuk tidak berani masuk rumah, jadi tidurlah di teras sampai pagi, hehehe rasain!
Di sini tidur di teras bisa mati atuh kang. Kalo musim dingin suhunya bisa di bawah nol. Sekarang aja suhunya 10°C malam hari.
Aku masih bisa toleransi, mereka bisa bersenang-senang sambil minum alkohol, tapi minim 4 jam sebelum pulang sudah harus start membersihkan darah mereka dengan air. Di sini repot kalo ngak punya SIM.
anton said
hahaha, solusinya lucu dan murah meriah tuh, mbak. gimana kalo bsk2 langsung diguyur saja. biar langsung sadar semua.
Ah kasihan tidak manusiawi atuh!
mbelgedez said
beginilah
natazya said
poin yang paling menyenangkan adalah polisi disini tidak bisa disogok makanya artis mabuk juga banyak yang masuk penjara huhuhu
minum air kran berbotol botol? tega… tega heheheh but as a treatment, why not hehe
Di sini ada juga pesta WINE International, di luar desa sudah banyak polisi jaga-jaga utk kontrol. Jika pengemudi kedapatan kadar alkoholnya melebihi yg ditentukan dan tidak ada penumpang lain yg bisa mengantikannya, maka dia harus minum air kran banyak-banyak dan harus kencing mulu, sampai kadar alkoholnya turun. Hanya ini yg ditoleransi, selain itu : misalnya keluar dari diskotik menyetir dlm keadaan mabok langsung harus menginap di kantor polisi.
toim said
org kalo lg mabok susah diajak ngomong ato dinasehatin….
moga2 aja klo mabok gak sering nyetir, kasian org yg ada di jalanan
Di sini polisi tegas: orang mabok sama sekali tidak boleh nyetir. Jika ketangkep nyetir lagi mabok, sangsinya udah aku terangin di atas. Kalo ngeyel nyetir tanpa SIM, sangsinya penjara.
iselantang said
HEEEEE….HEEEE…LAM KENAL
ayo!
ridu said
ridu juga kalo naek mobil suka dalam keadaan mabok..
*mabok karena pusing naek kendaraan.. kalo gak dalam keadaan mabok cinta..
Ridu parah, jadi ngak bisa aku ajak jalan dong.
tukangobatbersahaja said
Mabuk lagiii ah
Mabuk lagii
Ku tak mau terus begini
*lirik jadul*
saya suka takut ngeliat orang mabok, bawaanya bikin suruh.
Ada orang kalo mabok langsung tidur, tak perlu takut. Aku hanya takut kalo orang mabok nyetir, bisa-bisa kita yang jadi korbannya. Bukan dia!
galihyonk said
Salut buat Pak Pulisi di LuwarNegeri yang ndak mau diSogok…
Hm,, Mabuk?
Pernah sih dulu mabuk, tp mabuk cinta bukan mabuk alkohol.. heHEhe,,
Salam Kenal bu Julia “javanaisse”….
Salam kenal juga
peyek said
Indonesia bebas-bebas aja
iya-ya
danummurik said
Wah mantap polisi di Prancis TIDAK bisa DISOGOK, andai polisi Indonesia seperti itu juga.
Oya, kabarnya masyarakat Prancis juga demo karena harga BBM Naik di sana. Ceritain dong…
Iya dong demo serentak! Banyak pula yang mogok kerja. Kami semua ndukung.
serdadu95 said
Kalo maseh mabok2an lage… puturin lagunya Rhoma Irama aja Mbak… “Mirasantika”…
Zo hanya minum 3 gelas jam 7 sore, setelah itu coca-cola sampai pagi. Namun dia tidak bawa mobil, takutnya temennya mabok waktu ngantarin pulang.
masmoemet said
mabok lagiii ah… mabok lagiii .. *nyanyi*
salut deh buat ketegasan peraturan disono
Memang peraturan itu untuk melindungi kita.
ndop said
endonesa masi jauuh ya sama prancis..
tp untuk urusan mabok2an, endonesa masi tkendali deh keknya..
Aku ngak yakin, ngak tahu sekarang ya. Selama di Indonesia, kontrol polisi malam hanya SIM, STNK dan KTP kadang-kadang narkoba, tapi kita ngak pernah niup test-alkohol.
Jika terjadi kecelakaan, sopir-sopir mobil yg mengalami kecelakaan tidak langsung dicheck darahnya.
indra1082 said
Sampeyane…Mabok BAe……hehehehehe
latree said
memang, pengendara mabok itu membahayakan orang lain. temenku yang lagi parkir dengan tenang meninggal seketika diseruduk mobil yg dikendarain orang mabok. dia meninggalkan seoran gistri dan seorang anak yang baru berumur 4 bulan…
miris….
sadarlah wahai peminum…
good job tante!
antown said
“Ngak lucu khan kalo pengen minum alkohol, lalu harus minum aqua banyak-banyak!”.
Aqua yang asli atau aqua yang biasa (aguaria, club, ATM, aquades, club, dll)?? masih suka pake istilah “aqua” ya mbak? bukan air mineral? hehehe
Yari NK said
alcool-test itu mungkin sama dengan breathalyzer kalo di Amerika kali ya?? Testnya pakai suruh jalan lurus sambil lihat ke depan juga ngga??
Mungkin, tapi kita hanya di mobil, niup saja di mesin genggam itu, lalu keluar dah angka-angkanya.