AKU

  •  

    October 2008
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Blog Stats

    • 123,911 hits
  • Top Posts

  • a

  • Spam Blocked

Bantulah Anak Mandiri Sedini Mungkin

Posted by juliach on October 14, 2008

Hari raya Idul Fitri merupakan hari libur national bagi para pekerja rumah tangga, berarti para ibu pada pusing kepala. Pasti sudah terbayangkan bertumpuknya pekerjaan rumah tangga. Apalagi bagi mereka yang berkarir dan masih mempunyai anak balita. Di benak mereka sudah berlalu lalang banyak pikiran-pikiran: apakah si mbak bisa pulang secepatnya/tidak kembali sama sekali, ke mana anak harus dititipkan, apakah nanti anak bisa makan tanpa si mbak, apakah setiap sore harus begadang terus menina-bobokan si kecil, dsb. Pokoknya intinya repot saja.

Sebetulnya hal-hal ini tidak akan terjadi jika kita membiasakan anak-anak kita bermandiri sejak dini. Memang sih berat awal-awalnya, apalagi untuk anak pertama. Tentu saja, bagi mereka yang mempunyai anak pertama, para ibu inginnya selalu menimang-nimang si kecil terus. Kita masih memberikan perhatian penuh dan selalu was-was jikalau terjadi masalah sedikit pun.

Ini sedikit tips untuk ibu-ibu (khususnya yang baru/akan berumah tangga atau akan/masih memiliki balita):

1. Sediakan kamar untuk si kecil

Sebelum bayi lahir, sebaiknya kita harus menyiapkan kamar untuk si kecil. Kamar itu bakal menjadi dunianya: tempat dia bermain dan menyimpan harta benda pribadinya dan juga tempatnya untuk berkayal.

Begitu si kecil lahir, kita harus membiarkannya tidur sendiri di kamarnya. Tentu saja harus di sediakan alat untuk mendengar/babyphone jika dia menangis.

2. Jangan membiasakan anak digendong-gendong

Jangan salah, jika kita tidak mengendong-ngendong bayi bukan berarti tidak sayang. Kita bisa biarkan saja jika bayi terbangun dan tidak menangis. Biarkanlah dia bermain dengan bonekanya ataupun jari-jarinya sendiri. Apalagi kita/pembantu RT/baby sitter sedang mengerjakan sesuatu. Asal jangan terlalu lama.

Jika sudah lebih dari 1 jam dia bermain sendiri, sebaiknya kita juga bisa bermain bersamanya. Kita bisa letakan bayi di lantai dengan/tanpa kasur. Biarkan dia lelah bermain, setelah itu kita beri susu/makan dan membiarkan tidur kembali.

3. Beradaptasi dengan perkembangan anak

Bertambah usia maka anakpun berkembang pula kemampuannya. Kita pun juga harus beradaptasi dengan perkembangan kemampuan si anak.

Misalnya :

- Umur 6-7 bulan, saat bayi sudah bisa duduk (walaupun dengan diganjal bantal), taruhlah dia di kursi bayi ketika kita memberi makan. Jika sudah hampir selesai (tinggal sisa dikit) atau saat makan dessert, kita bisa biarkan si anak makan sendiri. Tak apalah jika berceceran ke sana ke mari.

- Umur 7-9 bulan, saat anak belajar/sudah merangkak, kita bisa ajarkan untuk turun dari tempat tidur dewasa/sofa. Caranya: telungkup, lalu kaki turun, melorot sedikit demi sedikit hingga menyentuh lantai.

- Anak umur 12-18 bulan sudah harus bisa makan sendiri. Tidak perlu disuapi. Mungkin pertama kali dia tidak makan banyak, nanti jika lapar dia akan makan sendiri. Ingat 2 jam sebelum makan, jangan diberi kue/permen/susu, supaya dia benar-benar lapar dan akan lebih menghargai makanannya.

- Anak umur 4 tahun, sudah harus dibiasakan menyiapkan sarapan paginya sendiri: membuat susu (tak apa jika minum susu dingin (suhu ruangan) di pagi hari), memulas roti dgn coklat sendiri, menuang air ke gelas,…

- Jika sudah bisa berjalan, kita bisa ajarkan anak main pelorotan. Pertama-tama harus ditemani, lama-lama sudah bisa kita awas dari jarak jauh.

- Biarkan anak bermain dengan teman/saudaranya. Jika ada problem, biarkan saja dia menyelesaikan persoalannya sendiri. Kita baru turun tangan jika temannya sangat membahayakan sekali.

4. Jangan memperlihatkan wajah kawatir di depan anak

Boleh saja sih jika ibu sangat kawatir terhadap anaknya, namun itu tak perlu kita perlihatkan. Karena anak sangat pandai membaca raut muka orang tua dan merekapun sangat pandai mempermainkannya.

Misalnya:

- Anak terjatuh dan menangis, kita tak perlu buru-buru mendekatinya. Santai saja dan bisa kita katakan kalau ini bukan pertama kali dan terakhir kali dia terjatuh. Untuk menenangkannya kita bisa berikan minum air putih/sirup/coca-cola. Lalu suruh dia bermain kembali

5. Beri rasa tanggung jawab

- Sejak kecil, anak-anak harus membereskan mainan mereka sebelum pergi tidur. Ajaklah mereka memasukan mainannya ke dalam kotak. Untuk pertama kalinya tak perlu bersih-bersih sih.

- Paling tidak seminggu sekali anak yang sudah agak besar diharuskan membereskan kamarnya sendiri. Hal ini orang tua harus sabar menemaninya, tetapi tidak perlu membantu, cukup mengawasinya.

- Sejak umur sekitar 4 tahun, libatkan mereka dengan pekerjaan di dapur. Berikan pekerjaan-pekerjaan yang mudah. Mis: mengupas bawang putih, memotong ujung buncis, mengupas telor rebus.

- Umur 7 tahun, anak sudah harus bisa membuat nasi sendiri. Pastilah memakai rice cooker. Supaya pasti berhasil, pakailah takaran yang pasti/eksak: 1 gelas beras + 2 gelas air.

- Sejak umur 7 tahun: di hari minggu kita bisa menikmati sarapan di kamar/di teras rumah. Bisa bergantian dengan anak untuk menyiapkan sarapan pagi. Mis: Ayah harus menyiapkan sarapan pagi minggu I, Ibu di minggu II, anak di minggu III.

- Sejak umur 7 tahun, biasakan untuk berlibur selama beberapa hari tanpa orang tua (dengan orang lain)

- Sejak umur 18 tahun, anak sudah keluar dari rumah.

Ibu juga harus mendidik pembantu supaya program ini sukses. Pembantu rumah tangga itu untuk membantu tugas ibu, bukan melayani anak secara 100%.

Masih banyak lagi…

31 Responses to “Bantulah Anak Mandiri Sedini Mungkin”

  1. tuansufi said

    ternyata Coca cola salah satu andalan untuk membuat vicky mandiri ya :-)

    Tahu sendiri khan, aku jarang gendong-gendong Vicky walaupun dia terjatuh sekalipun. Cukup dikasih Coca-cola.

  2. nita said

    poin di atas sepertinya sudah jadi hal biasa diterapkan di negara2 barat sesuai dg kulturnya yg independen. saya setuju dg poin tsb. tapi jika diterapkan di tempat lain (misalnya di Indonesia) belum tentu semuanya sukses –misalnya poin dimana anak 18 thn harus keluar dr rumah. di beberapa negara memungkinkan krn anak seumur itu bisa bekerja sbg pelayan resto, di gas station, penjaga toko, dll dg gaji yg memungkinkan utk hidup mandiri, sekaligus bisa melanjutkan kuliah. bagusnya anak ikut diajarkan tanggung jawab utk membiayai pendidikannya. di indonesia mana mungkin…part time jobs gak banyak tersedia (apalagi dg gaji memadai)

    soal ketergantungan pd asisten rumah tangga (ART) di indonesia memang bukan cerita baru, apalagi jika suami istri bekerja. menurut saya selagi tenaga ART tersedia dlm jumlah banyak dg gaji terjangkau ketergantungan itu akan sulit dihapuskan. bukankah orang2 asing yg pindah dan tinggal di indonesia juga seketika berlomba2 punya pembantu –padahal saya jamin di negaranya mereka pasti mengerjakan sendiri segala sesuatunya

    thanks udah mampir di blog saya:)

    Memang sih, gaji di Indonesia tidak memungkinkan anak lepas 100% dari orang tua. Tak ada salahnya kita menerapkan itu walau kita masih membantu keuangan anak kita. Paling tidak anak akan lebih menghargai bagaimana orangtua bersusah payah mencari dana untuk melangsungkan kehidupannya.

    Aku dulu pernah juga tinggal di Indonesia dan aku juga mempunyai ART. Tetap saja suamiku (bule) yang menyiapkan kopi untukku setiap pagi. Aku sendiri yg waktu itu buka toko di rumah, tetap memasak untuk keluarga (ART yg menyiapkan bahan-bahannya bersama anakku). Anakku setiap malam harus memasukkan mainannya ke kotak. ART kerjaannya mencuci piring/pakaian/menyapu dan mengepel lantai.

  3. peyek said

    ehm… sepertinya saya setuju dengan pendapat bloggernita itu, di sini, semakin banyak art samakin menunjukkan status sosial ekonomi seseorang.

    bisa saja dibuat demikian, dan sepertinya tergantung bagaimana peranan orang tua itu sendiri untuk membantu anak-anaknya mandiri.

    Kita boleh mempunyai pembantu sepuluh, tapi tak ada salahnya jika anak-anak bisa mandiri. I

  4. antown said

    btw, di Perancis emang ngaruh masalah ketersediaan PRT saat lebaran tiba?
    lalu nyambung soal komen mbak nita, menurut mbak juliach supaya part time job di Indonesia banyak gimana caranya? bagi pengalamannya ya…

    Hampir semua orang di sini tak punya PRT!
    Banyak juga job untuk anak lulus SMA: guru les privat, grafis, dll. Di sini bukan berapa besar pendapatan mereka, yang penting mereka kerja dulu meski dari bawah sekalipun…

  5. Enade said

    Menarik tipsnya. Jadi ingat anakku. Sudah bisa apa ya dia …

    Btw, salam kenal. Thanks sudah mampir dan meninggalkan jejak di blogku.

    Salam kenal

  6. aRuL said

    wah tips yg menarik buat para pasangan nih, namun sayang sy blum nikah, semoga saya juga ketika nikah bisa menggunakan tips ini mbak :)

    Semoga kelak berguna.

  7. wah, tips yang bagus banget, mbak julia. saya juga masih punya anak kecil. si bungsu baru duduk di kelas 1 SD. anaknya agak agresif, bahkan sering dicap teman2 sepermainannya nakal, bandel, mungkin hiperaktif-lah gitu. makasih tipsnya, mbak.

    Mending si anak dimasukan ke club sepak bola/rugby/judo/renang/sepeda/… biar si anak ini kelelahan, tetapi aktivitas ini terarah.
    Kalo ke sekolah justru disuruh bawa bola, biarkan dia bermain mengejar bola saat istirahat.
    Memang anak hyperaktif perlu perhatian khusus.

  8. Dear All,
    Ngomong – ngomong soal ART, ada dua komentar yang cukup menarik dari 2 family yang aku tinggal bersama disini. Pertama respon dari Case family (native australian)dia supraise banget tahu aku di Indonesia punya 2 ART, terus dia tanya: lha terus kerjaan kamu apa dirumah? he..he dia pikir dengan punya 2 ART aku tinggal makan dan tidur dirumah, padahal bukan seperti itu kenyataannya, karena sesuai terminologi-nya ART (Asisten), so yang pokok tetap AKU dan bukan ART, jadi aku tetap masak, bersih-bersih,siram bunga,momong anak, dll, etc…karena saya yang POKOK dan mereka asisten saya, contoh konkritnya: saya masak, ART bantu nyiap-nyiapin, dll.walaupun saya juga fulltime kerja diluar rumah.
    Respon kedua dari keluarga migrant Bangladesh yang aku tinggali sekarang, dia nggak kaget karena dia juga punya 2 ART saat tinggal di Bangladesh, bedanya dengan saya, ART bagi dia adalah status sosial and berarti pula dia gak perlu repot-repot kerja household chores yang gak ada habisnya itu…saya jawab bahwa Indonesia populasinya banyak sehingga harus help each others…sebenarnya saya bisa kerjakan semua pekerjaan dirumah dan ngurus anak sendiri sekalipun saya juga ngajar di PT dari 8-14 pm, tapi karena harus help each others maka saya rekrut ART yang posisinya sebagai Asisten dan bukan menggantikan tempat saya untuk ngurus rumah tangga. So…gak masalah bagi saya jika mereka mudik.

    Bagus juga pengalamannya.

  9. hihihi saya blom punya anak!! hauhauha

    bisa utk pedoman nanti jika sudah punya

  10. ndop said

    Saya punya ponakan di rumah. sayangnya tips2 di atas keknya ndak pnah dilakukan.. jadinya ponakanku skrng nakal, bandel, manja tingkat tinggi, egois,dll. maklum ibunya ngurus sndiri keuangan kluarganya, suaminya menganggur dan hnya bkn susah sang istri. sementara ibuku/ mbah ti nya, dijadikan layaknya pembantu rumah tangga. sungguh teganya.. makanya ak ngga betah tggal di rumah ngeliat hal2 spt itu..
    pengen mengajak ibu tinggal bersama brng aku dan adik. biar keluarga ponakanku itu mengurusi sndiri. tp hrsnya bkn ibuku yg pergi. melainkan keluarga ponakanku itu, maklum dia masih numpang satu rumah.
    mumet wis pokoke..

    Jika ibu kerja dan bapak nganggur: bapak bisa mengantikan tugas ibu. Biasanya bapak lebih tegas. Ini tinggal kesadaran para bapak saja deh.

    Sedang anak nakal: itu belum tentu dia tidak ada aturan, tapi anak sering cari perhatian. Coba bayangkan jika orang tua perang terus, maka anak pun jadi tukan ribut.

  11. edratna said

    Resep yang bagus Juliach….
    Kalau pas Lebaran, dan si mbak pulang, itu adalah kesempatan suami isteri berkolaborasi membersihkan rumah…..biarkan ga usah di pel tiap hari (hanya di sapu), karena yang penting anak-anak senang. Mereka bisa bantu mengisi kupat, alhasil bentuk kupat bisa beraneka macam, ada yang terlalu lembek atau terlalu keras…mencuci baju bersama-sama..menyapu dll.
    Dan kenyataannya mereka senang kok.

    Yang bikin sulit, jika si mbak belum pulang, emak udah harus masuk, apa boleh buat ya dibawa ke kantor…dan si bos ikut pusing karena di kantor juga rame anak balita…hahaha….yang penting nikmati aja.

    Aku sendiri pernah bawa anak ke kantor umurnya umur 4bulan-6bulan, 12bulan-2th lalu ketika kerja independent umurnya 2th-5th (termasuk masuk hutan, negosiasi dgn client/suppliers, di toko dan di pabrik)
    Kalo tdk ada anak sepi ya?

  12. Edi Psw said

    Anak sedini mungkin harus diajarkan untuk mandiri.
    Tips yang menarik nih, khususnya buat orang tua.

    Ini berguna utk anak dan kita sendiri

  13. masDan said

    Wah, emang bener. Ibuk memberikan pengaruh yang ndak sedikit bagi perkembangan saya. Thanks my mom.

    Senang jika bermanfaat

  14. myandrew said

    saya kewalahan wkt ART pulang kampung.ternyata ga gampang ya urus anak,krn ga biasa.biasanya saya kerja dari jam 9-7mlm.sen-jum. saya setuju utk anak dilatih mandiri dari kecil.sejak lahir andrew sdh ada kamarnya sendiri. dan sampe skrg dia tetap hny mau tidur,main di kmrnya itu..yg jd mslh skrg bgm dia bs tidur sendiri tanpa dikelonin atau ditemanin..

    Anda sudah memberikan 1 kebiasaan yang baik. Masalahnya sejak kecl Andrew biasa dikelonin, jadi sekarang sudah terbiasa. Tapi ini belum terlambat. Sebelum tidur, dia sudah kita kasih tahu mengenai kondisinya (kalo dia sudah besar) dan mengenai kamarnya (kalo itu miliknya, dimana dia tidur, bermain, menyimpan harta bendanya, tempatnya bermain, tempatnya berkayal dan menyimpan rahasianya).
    Memang sebelum tidur wajib ditemani dulu, dibacakan cerita pendek, diajak berdoa (kalau biasa), terangkan jika Tuhan ada dan selalu menjaganya di mana saja dan kapan saja: jadi tak perlu takut dan suruhlah tidur bersama boneka kesayangannya. Kita cium dia dan janjikan besok akan bermain kembali. Lalu tutup pintu (jangan rapat-rapat) dan biarkan lampu menyala. Setelah tidur, baru pintu ditutup rapat dan lampu dimatikan.

    Bagaimana dengan adik Andrew, sudah lahir?

  15. toim said

    masukkin ke majalah aja tips2-nya, mbak :D

  16. Panda said

    tipsnya keren mbak, salam kenal :)

  17. draguscn said

    Mba, saya punya daftar cara stimulasi kemandirian dimulai anak usia 0-3 bulan disini sekalian dengan alat bantu untuk mendeteksi apakah ada kekurangan dalam pertumbuhannya yang dinamakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.
    Terimakasih kunjungannya di blog saya.
    Salam

  18. membaca detail dari postingan anda saya sangat berterima kasih dan setuju sekali dengan melatih mandiri dari usia dini

  19. wet said

    wahwah…kadang saya juga masih belum mandiri meski udah gede…. hheehehehe

  20. dadan said

    karena saya belum pernah punya anak, rasanya posting ini bermanfaat banget :D
    setidaknya point satu, berimbas banget pada perencanaan kami (rumah kami kecil) hehe..

    good posting @ thanks

  21. inidanoe said

    kalau ngajarin mandiri buat anak setua saya gmn ya mbak..???

  22. wah setuju ini..anak2 harus dibiasakan mandiri sejak kecil…

  23. wagh, bgs nich buat ms depan..hehe
    nanti dech buat calon anakQ… :lol:

  24. Andy MSE said

    Tips and tricks yang yahud buat keluarga muda…
    Makasih mas, bisa aku bagi-bagikan ke rekan yang punya anak kecil… soalnya anak2 kami sudah gede2… hehehe

  25. nung said

    yup..masti latihan dlu kali ya,,hrs pnya baby dlu kali ya.. :)

  26. Cabe Rawit said

    Alhamdulillah, ane sudah mandiri bu… :mrgreen:
    salam buat ibu dan keluarga semua di sono…

  27. novnov said

    posting nya bermanfaat niy mbak..thanks yah…

  28. sofianblue said

    tulisannya referensif kali…

    Ini hasil experiment sendiri, dari 2 anak dengan kondisi berbeda.

  29. Nika said

    Berguna sekali mb.

  30. setuju, tambahan aja anak bagusnya tidak ditinggal walau bagaimanapun dia tetep anak yang butuh penjelasan akan apa yg terjadi

    sedikit artikel tentang anak:
    http://fusion-kandagalante.blogspot.com/2008_07_01_archive.html

    Thank’s ref-nya

  31. nice artikel, bisa dijadikan informasi untuk mendidik anak menjadi mandiri :D
    terima kasih

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>