AKU

  •  

    November 2008
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Blog Stats

    • 116,980 hits
  • Top Posts

  • a

  • Spam Blocked

Lega sudah

Posted by juliach on November 20, 2008

Cerita ini sudah lama ada di draft, lupa di-publish. Kejadian ini sekitar 1 bulan yang lalu. Sebelumnya bisa baca ini dulu, kalo mau.

Jumat sore, ketika mau masuk ke appartement aku singgah dulu di kotak surat. Berharap kartu SIM sudah jadi. Koq banyak banget, amplopnya! Paling-paling faktur atau rekening korang! Memang betul ada beberapa faktur, rekening korang dan satu lagi…Oi!!! Dari Delmas, advokatku. Minta apa lagi ya dia? Yang pasti bukan uang! Maître DELMAS itu advokatku yang ditunjuk oleh CAF untuk bantuan hukum gratis.

Tak sabar, langsung aku buka amplop itu. Mataku terbelalak….hatiku langsung mau copot! Dia seperti mau terbang tinggi melayang! Ternyata itu merupakan surat pemberitahuan supaya aku pergi ke Catatan Sipil di Walikota bersama akte cerai yang terlampir!

Seperti biasa aku langsung tertawa ngakak….pastilah aku bergembira!!!! Aku langsung keluar, pergi ke gudang untuk mengambil Champagne. Zo kebingunan dan menanyakan permasalahannya. Tak kujawab, tunggu dulu. Aku lalu langsung menelpon teman-temanku untuk datang. Aku juga minta Dede supaya tidak lupa membawa pedang Samurainya.

Jam 7 sore semua undangan sudah lengkap, ada pula temen Zo. Semua hidangan sudah aku siapkan, lalu aku mengetuk botol Champagne…ting..ting…ting…”Attention…attention…S’il vous plaît!!!” Lalu aku berdiam sebentar…membiarkan mereka menebak-nebak di kepala mereka. Ada yang tidak sabar, langsung menyeletuk, “Kau hamil lagi ya?” Aku hanya geleng kepala. Dede menyeletuk juga: kalo ini untuk merayakan SIM baru. No, jawabku. Kalau itu mah sudah wajib, dan tak perlu dirayakan. Jos tak sabaran mengatakan: dilamar Zo…Aku hanya geleng dan ketawa…Lalu aku lanjutin pidatoku: kalo aku sudah mendapatkan akte cerai yang berarti aku resmi bercerai dan tuntutanku dikabulkan oleh Hakim Yang Muliaaaaaa!!!!!!!!

Bersamaan kita semua berteriak, harus kita rayakan!!! Aku berikan botol Champagne ke Dede supaya dia membukanya dengan pedang Samurainya. Oui….!!!!!!

Pastilah ada di antara kalian yang berpikir bahwa aku ini gebleg sekali. Ya, memang ya kenapa? Orang suami pergi begitu saja, jika datang pasti minta-minta uang untuk coba bisnis ini/itu, bikin susah, sudah gitu pergi lagi. Yang terakhir aku dengar beritanya dari teman anaknya yang pertama dan juga dari ibunya sendiri bahwa dia ada di Bali bersama tak tahulah berapa cewek bersama dia. Katanya mau kawin lagi, tapi tak bisa karena aku yang menjadi ganjalan. Aneh lagi, dia mau kawin berarti dia mampu menghidupi 1 jiwa lagi, tapi tak bisa mengirim pensiun untuk makan untuk Ines, anaknya.

Sebodo amat, sepanjang Ines bersamaku, dia tak akan kekurangan apapun. Dijamin sukses deh 100%. Wong, emboknya Ines itu gebleg plus ndableg bener, apapun pasti bisa kalo kita mau. Itu prinsipku.

Sedangkan bapaknya yang tidak mau membayar pensiun untuk anaknya, sudah aku ambil prosedur ke service recoverment. Yang mana, service itu berhak mengambil cadangan dana pensiun hari tuanya, istilah indonesianya “bayar di muka gitu”. Biar tahu rasa dia dan istrinya bakal terbelalak matanya mau copot, jika dia berumur 60th saat menerima pensiun yang tidak utuh lagi. Dana pensiun itu tidak akan kembali utuh sebelum Ines selesai sekolahnya dan aku mati.

Lagi pula jika dia kembali ke Perancis, pasti dia akan masuk penjara. Aku sudah lapor polisi karena dia menghindar dari tanggung jawab.

Sebetulnya aku tidak mau sekejam itu. Sayang, setiap aku telpon ke dia dan jatuh ke tangan cewek itu, membuat cewek itu marah karena cemburu. Berulang kali aku jelaskan baik-baik, bahkan sampai mengemis karena ini untuk kepentingan anaknya. Hingga suatu saat, aku menerima email dari bapaknya Ines yang melarangku menghubunginya sama sekali. Jika Ines perlu, maka Ines saja yang menelponnya bukan aku.

Ok, suatu saat aku suruh Ines menelponnya untuk minta kado natal. Sewaktu menelpon, tentu saja Ines memakai bahasa Perancis, maklumlah bahasa Indonesianya kurang lancar (dia bisa mengerti saja). Nah, cewek itu yang menerimanya, karena dia pun tak mengerti bahasa Perancis maka dia tutup telpon itu. Berulang kali aku coba untuk memencet nomor telpon bapaknya, berulang kali pula ditolak. Karena jengkel, maka aku turun tangan. Ribut lagi. Keesokan harinya, bapaknya Ines mengirim email mengancamku jika aku mengganggu ketentramannya.

Jika tidak mau berbicara denganku lagi, maka hukumlah yang harus berbicara dengannya. Ha…ha!!!!

16 Responses to “Lega sudah”

  1. masarif said

    harus dua kali baca neh untuk bisa paham bagian “lega sudah” nya.

    ya tidak apa-apa, itung-itung baca roman saja!

  2. ndop said

    iya mbak, memang harus baca lagi postingan yang dulu… gak mudeng saya mbaca ini… hehehehe…

    Ndop, intinya aku sudah resmi cerai dan semua tuntutanku terkabul 100%: antara lain eks-suami harus membayar pensiun/dana untuk pendidikan/hidup anaknya. Walaupun begitu dia tidak setuju dan urusan ini dicueki saja. Maka pihak mengadilan menyuruh pihak finasial membayar dana itu dengan mengambil di muka dana pensiun hari tua eks-suamiku yang sekarang ini berumur 57th, yang sebentar lagi 3th lagi dia bakal pensiun.

    Selain itu jika dia balik ke Perancis: mengurusi pensiunnya/karena sakit/ apa aja deh…maka dia akan berurusan dengan hukum dulu…karena dia telah mentelantarkan anaknya yang masih mineur.

  3. boyin said

    weleh mbak..mantep bener ceritanya.tapi saya bisa ngrasain bagian leganya kok.

    Yang melegakan: pendidikan Ines terjamin sudah. Walaupun dia nantinya (SMA/Univ.) bakal pasti dapat beasiswa, tapi untuk mencari sekolah, mencari appartement, mencari SIM, transport ke sana-sini, kursus ekstra-sekolah itu tidak gratis.

    Pemerintah bisa mencabut dana pensiun hari tuanya bisa membuatku lebih tenang.

    Aku rasa ini bisa dijadikan contoh untuk proteksi perempuan dan anak di Indonesia.

  4. tuansufi said

    Yah, mantap Julia, saya ikut gembira. Prosesnya rumit dan panjang sekali ya. So, nama GARCIA di apartemen kapan diganti :-)

    Selama pemberi nama “GARCIA” masih tutup mulut, maka aku masih mempertahankan nama itu hingga Ines selesai pendidikannya. Ini guna mempermudah keluar masuk konsulat/kedubes Spanyol, cari beasiswa. Sementara ini khan dia sudah dapat kursus bahasa Spanyol gratis khan. Maka aku harus ngubeg-ubeg lagi, siapa tahu masih banyak gratisannya. Ha…ha…ha….

  5. masDan said

    Mak Plong …….. Syukurlah ..

  6. Syech Mbelgedez, "Imam Madzab Bocor Alus™ " said

    Bedanya dengan da Indon, ada kepastiyan hukum da Perancis. Maka orang-orang nyang teraniaya seperti situh sama Inez, teteup terjamin masa depannya….

    Kapan ya, da Indon kayak getoo…. Biyar lelakinya ndak pada petentang-petenteng….

    Sebetulnya aku cukup nrimo dengan apa adanya. Asal pria itu mengirim sesuatu kepada anaknya sekali-sekali: surat, kartu pos, e-mail, majalah Bobo,… yang sungguh berharga bagi anak itu tapi nilai uangnya tidak terlalu tinggi/mahal.

    Tetapi pria itu dan pacarnya sungguh keterlaluan dan tidak komunikatif. Ya sudah, hukumlah yang berbicara yang harganya sangat-sangat jauh lebih mahal sekali dari pada sebuah majalah Bobo.

  7. wah teramat sabar anda saya sangat salut dengan ketabahan dan kesabaranya karena anda masih menggunakan pikiran yang jernih untuk menyelesaikan masalah dan sama sekali tidak terlihat grusa grusu penuh dengan kehati hatian mencari cara yang lebih bijaksana dan manusiawi
    selamat dan mudah mudahan kehidupan kedepan lebih baik
    salam hormat

  8. hafi said

    wa..ka..ka..kkk
    SERU !!! SERU !!!
    biar rasa tuh COWO !!!
    xi..xi..xi..

    congrat ya mba …:)

    -hf-

  9. wahhh pusing bacanya nih :(

  10. och4mil4n said

    hmm.. syukurlah. btw udah dapet SIMnya mbak? ;)

  11. Balisugar said

    Mampir teman…lama tak berkunjung aku ikut senang hatimu laga :smile:

  12. antown said

    cerita mbak juliach iki pancen selalu seru untuk diikuti.

  13. Nika said

    Wah enak betul ya mb sistem hukum perancis benar2 melindungi seluruh rakyat. Di indo mah melindungi yg punya uang dan jabatan. Pantes aja ya mb bnyk imigran gelap ke sana.

    *mulai brfikir menjadi imigran gelap ke perancis*

  14. Timun said

    aaahhhhhhhh pass me the champagne!!

    hurayyy!

  15. adhiguna said

    Julia congrats deh ya, ikut seneng aku…

    Makasih

  16. bangaip said

    Sewaktu menelpon, tentu saja Ines memakai bahasa Perancis, maklumlah bahasa Indonesianya kurang lancar (dia bisa mengerti saja). Nah, cewek itu yang menerimanya, karena dia pun tak mengerti bahasa Perancis maka dia tutup telpon itu.

    Saya harap Ines suatu hari bisa mengerti masalah ini. Sedih yaa membaca soal ini, kasihan Ines. Saya berdoa semoga Ines besar menjadi anak yang cerdas dan punya empati yang tinggi.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>