Wine…Vin…Anggur… Mencicipi yuk! Asal jangan sampek mabok!
Posted by juliach on January 23, 2009
Mau istirahat diajakin minum sama Om Boyin! Uh!!! Sebel!!! Mana lagi dikasih kerjaan yang njlimet ruwet dan harus cepat selesai sama Tuan Sufi….beuf!!! Belum lagi, Si Ines minta hasil foto-fotonya dimuat di komputer.
Masih ada banyak sisa capek dari ultah Vicky, aku mengerjakan tugas dari Ines, asalkan dia bikin PR. Wualah … pikire bocahe ben sinau malah turu (berpikir anaknya mau belajar…malah tidur) ngiler di atas buku.

Terus TuanSufi telpon,”Nanti malam aku datang ya! Ini ada surat dari asuransi dan harus diisi…sekalian bawa teman yang butuh pertolongan!” Ok, dateng saja!
Ketika mereka datang, aku sedang melanjutkan up-load foto…saking banyaknya motret tapi jarang dimasukkan ke komputer. Masalah TuanSufi bisa terselesaikan 5 menit…tetapi masalah temennya bikin kepala mau pecah!!!! Mau dilepas…ngak sampai hati…mau ditangani…wadauoowww…bingung harus mulai dari mana dulu?!?!?! Karena ini menyangkut kemanusiaan dan pakai acara urgent/maksaain, maka otak mulai berputar. Zo pun ikut terlibat…brefff…sejak hari Selasa lalu saat minta ijin libur ngeblog untuk krungkelan dengan selimut…harus dikatakan hanya sebuah mimpi bagiku…yang artinya aku malah ngak bisa tidur…mikirin sepak terjang yang harus aku lakukan untuk teman TuanSufi itu…perkaranya sampai siang ini belum selesai total…masih sisa 70%. Berlanjut minggu depan…so nerusin ceritanya kalo sudah kelar aja urusannya, ya?
Mendingan aku gabung Oom Boyin aja…lebih asyik! Memang penyakit nulis dari Pak Ersis ini susah sembuh…dan kayaknya ngak bakal sembuh. Sekarang ini aku obatin pakai susu panas + madu + wisky. Biasanya kalo mau kena influensa obat tradisional ini sungguh ampuh banget! Habis makan malam minum, lalu bisa tidur pulas…besok paginya dah seger kembali!
Nih penyakit nulis walau dicekoki rupanya tak pergi juga! Badan sudah njelojor di kasur…otak rupanya masih terbang-terbang…mana komputer panggil-panggil,”Colekin gue dong!” Centil banget nih atau lagi gatalan ya? Rupanya program hibernasi gagal total!!!!
Pengantarnya panjang buanget…jauh melenceng dari judulnya… tapi dengan seteguk Pommard Grand Cru semuanya jadi lancar… semua yang kusut jadi lurus kembali. Inilah keajaiban Pommard Grand Cru yang merupakan salah satu anggur terbaik di Bourgogne alias Burgundi.
Sejarah
Berbicara masalah anggur yang merupakan suatu warisan budaya yang sudah dari abad sebelum Jesus Christ lahir. Tepatnya kapan, terus terang aku tidak tahu. Yang pasti sudah sejak jamannya pasukan Romawi yang berusaha menaklukan bangsa Gaulois seperti yang diceritakan di komik Asterix dan Obelix. Penemuan kendi-kendi anggur di Bibracte tak jauh dari Le Creusot tempat tinggalku ini merupakan bukti bahwa mereka sudah mengkomsumsi anggur.Selain itu di “Perjamuan Terakhir Jesus” juga diperlihatkan bahwa Jesus dan murid-muridnya minum anggur sebagai lambang darah Jesus. Jadi anggur itu “sacre” dengan kata lain “suci”.
Yang tidak bisa aku percaya di tanah Iran juga ditemukan kendi-kendi anggur dan diperkirakan berumur 7000th sebelum masehi. Sayang sekali orang Iran tidak bisa mempertahankan sejarah dan budayanya yang sangat tinggi nilainya.
Disinyalir anggur ini diminum karena orang-orang jaman dahulu belum bisa menemukan air yang bisa diminum. Minuman yang mengandung alkohol ini, diabad XIX pernah dianggap sebagai minuman yang berenergi … hahahaha …dulu khan belum ada “kratingdeng”….
Karena minuman anggur ini termasuk budaya yang sangat tinggi dan suci pula, maka aku pun sangat tertarik untuk mempelajarinya. Sayang sekolah mengenai perangguran ini sangat mahal sekali. Sehingga solusi yang aku ambil: berguru dari orang yang sangat mengetahui mengenai minuman anggur ini, yaitu Dédé dan Denis, ex-suamiku. Selain itu dari pekerjaan memanen anggur yang sudah pernah aku kerjakan beberapa kali, juga memberi ilmu tentang minuman anggur ini.

Jenis Anggur
- Blanc/putih
- Rouge/merah
- Rosé/merah jambu
Kriteria
- Vin table/anggur meja
- Ordinaire
- 1er Cru
- Grand Cru

Cara mengenal anggur yang baik
Kita bisa mengetahui qualitas anggur dari warna yang jernih dan tidak ada endapan, kelengketannya dengan gelas. Oleh sebab itu sebelum diminum: kita harus menuangkan di dalam gelas balon, menerawangnya, menggoyang-goyang dan kembali menerawangnya, melihat saat anggur itu kembali ke tempatnya semula. Selain warna yang jernih/tidak ada endapan, anggur merah yang baik akan berwarna sangat gelap…semakin warnanya tua semakin tinggi kualitasnya. Selanjutnya kita menciumnya untuk mengetahui apakah anggur itu berbau bouchon/tutup, barulah kita seruput dengan posisi mulut seperti bersiul. Hati-hati jangan sampai tertelan! Ketika kita menyeruput anggur itu, kita harus bisa mengalihkan aromanya naik ke hidung…aha! Biasanya seorang perokok lebih gampang mengaplikasikan hal ini. Kalau belum berhasil, maka kita harus mengulangnya dengan mengalihkan anggur itu ke bagian pangkal lidah dan mengetarkannya (seperti berkumur)…jangan sampai bersuara lho! lalu membawa aroma itu kembali ke hidung. Jika sudah yakin, baru ditelan atau dibuang ke dalam tempat yang sudah disediakan.
Biasanya kalau mencicipi di restoran, aku telan saja. Lain lagi di toko specialiste anggur biasannya aku ludahkan ke wadah jika harus membeli, tetapi jika niatnya mencicipi tanpa membeli…ya telan saja deh! Sedangkan di cellar/gudang bawah tanah dengan bertujuan untuk membeli/kulakan: aku ludahkan ke lantai yang terbuat dari tanah. Aku tak mau mabok sebelum transaksi karena aku harus mencicipi beberapa jenis anggur dengan tahun yang berlainan. Anggur yang berkualitas jelek sering membuatku pusing kepala setelah beberapa tegak. Ataupun maboknya cepat banget. Lain pula anggur yang bagus… dari awal sampai akhir ayo saja! Pernah aku menghabiskan
kira-kira 4 botol tanpa mabok ataupun pusing kepala.
Jadi kalau ditawari minum anggur, aku lihat-lihat dulu etiket yang tertempel di botolnya, kemudian dicium dan dirasa-rasa dulu dikit. Kalo aku rasa ngak bagus, mending aku minum Coca-cola/air kran dari pada harus pulang brangkang… Heheheh matrek juga ya aku ini?
Dari hal yang sudah aku terangkan di atas, kita bisa mengetahui kadar gula, kadar keasaman, kadar kekeringan, kadar alkohol, kadar gas bahkan umur dari anggur itu. Ini kurang lebih, pastinya seh diperiksa di labo. Pemerikasaan kualitas di labo juga tidak menjamin anggur tersebut laku keras. Bisa jadi menurut mereka sangat top, tetapi menurut market/permintaan tidak karena anggur itu terlalu manis, terlalu asam ataupun terlalu keras.
Gambar di sebelah kiri ini, gayaku bekerja. Bisa aja kulakan sambil bawa bayi ya. Aku sedang nyicipi anggur dan menidurkan si Vicky sedangkan Dede menurunkan order wine yang telah kami setujui. Biasanya sekali order bisa sampai 200-300l wine (isi 70cl/botol).
Penentu Qualitas
Qualitas anggur ditentukan oleh originalitasnya, karakter yang didapat di atas tanah maupun kandungan dari tanah di mana pohon anggur itu tumbuh, eksposisi matahari, klimat dan praktek penanaman: pilihan dari cépage (keluarga anggur putih: le chardonnay, le pinot gris, le sauvignon blanc, le muscat,…; keluarga anggur merah: le cabernet-sauvignon, le merlot, le syrah, l’alicante,…), jenis plantation, tinggi pohon/batang utama di samping cara pengolahan.
Untuk anggur-anggur terbaik pengolahannya masih secara traditional; pemetikannya tidak menggunakan traktor. Terkadang di desa-desa pemroduksi anggur: Santenay, kita masih menemukan mereka menghancurkan buah anggur dengan menggunakan kaki… seperti bikin tempe saja…hahahaha…semakin bau kaki semakin enak rasanya…wakakakakak….
Aku pernah tanya bagaimana kita bisa menentukan tanaman anggur ini bakal jadi anggur super/Grand Cru… dan majikan/pemilik anggur tempat aku bekerja hanya menjawab sambil tertawa: kalo metiknya sengsara/susah…ya itu bakal jadi minuman mahal. Memang sih, waktu itu kita metik anggur putih dengan kemiringan tanah yang cukup aduhai hampir 40°, selain itu tanahnya agak mengandung kapur dan banyak sekali fosil-fosil kerang. Sedang tanaman anggur itu bonggolnya hanya setinggi tak lebih dari 15cm dan cabang-cabangnya hanya setinggi tidak lebih dari sepinggul. Sambil memetik, aku harus memilah yang busuk harus dibuang.
Derivasi dari anggur:
- Champagne
- Crémant
- Cognac
- Armagnac
- mard de bourgogne
- Pinot
- Porto
- Martini
Teman minum anggur dan derivasinya
- Aperitive dengan hidangan klitikan: kacang, kerupuk, sosis sebaiknya ditemani oleh martini, porto, white wine, bisa
juga coctail kir (white wine + chassise) ataupun kir royal (crémant/champagne + chassise)
- foie gras/hati bebek dengan white wine yang agak manis ex. muscat
- salade dan ikan ditemani oleh white wine yang agak acid dan sèc/kering
- daging dengan red wine
- keju dengan red wine
- kopi dengan le mard de bourgogne
- sebagai penutup atau degestif bisa dengan Armagnac, yang top seh cognac
Selain untuk menemani menyantap hidangan, minuman anggur juga digunakan sebagai salah satu bahan untuk mempersiapkan hidangan itu pula.Le Coq au vin menggunakan anggur merah, Le lapin au vin blanc dengan memakai anggur putih, La Choucrutte selain bir bisa diganti dengan sparkling white wine dari Alsace ataupun Champagne, Foie gras dengan Cognac/Armagnac, …
Cara menghidangkannya
Harus mulai dari yang terjelek awal minumnnya, kemudian yang agak baik dan diakhiri dengan yang paling top. So misalnya anda mempunyai: Chablis 1er Cru 1999, Solitré 2007, Santennay 2000, Nuit St. Gorge Grand Cru 1997, Pommard 1er Cru 1996 untuk dihidangkan maka sebaiknya urutan yang harus disajikan: Solitré 2007, Santennay 2000, Chablis 1er Cru 1999, Pommard 1er Cru 1996 dan terakhir Nuit St. Gorge Grand Cru 1997.
Anggur putih diminun dengan suhu 15°C begitu keluar dari gudang. Bisa juga diminum setelah disimpan dalam kulkas dengan suhu antara 1-4°C. Jangan dicampur dengan es batu ya? Sedangkan anggur merah tidak bisa terlalu dingin antara 15-18°C.
Di musim dingin biasanya orang Perancis juga meminum le vin chaud/anggur merah panas.
Cara Penyimpanan
Untuk menyimpannya harus tertutup rapat. Botol yang sudah dibuka harus segera dihabiskan.
Untuk botol yang masih tertutup rapat dapat disimpan di gudang bawah tanah dengan suhu stabil 15°C atau menggunakan kulkan untuk wine. Goncangan dan suhu yang berubah-ubah bisa mengubah karakter dari anggur itu.
Ada beberapa anggur yang tidak bisa disimpang terlalu lama, seperti Solitré hanya 2 tahunan maxi. Ada pula yang bisa hingga bertahun-tahun… bahkan ada yang berumur hingga 50th-100th. Yang terakhir ini sangat menarik untuk menghasilkan uang. Misalnya saja: Pommard 1er Cru 1999 harganya sekarang ini sekitar lebih dari 100€. Padahal jika kita belinya pada tahun 2000, harganya sekitar 10€.
Menyimpan/mengoleksi wine -apalagi yang berkualitas tinggi- tidaklah begitu gampang dan beresiko tinggi. Seperti halnya uang cash saja yang disimpan di bawah kasur. Pencurian wine dari gudang-gudang/cellar pribadi/perusahaan sering terjadi. Apalagi wine ini termasuk barang/mahluk hidup (proses fermentasi), suhu yang terlalu tinggi/rendah pada saat menyimpan anggur akan membuat zat-zat hidup berkembang tanpa aturan hingga menyebabkan mempertinggi kadar alkohol dan gas. Sehingga membuat tekanan dari dalam botol sampai bisa memecahkan botol tersebut.
Effek negatif
Sebagai minuman beralkohol 12-17%, anggur bisa menyebabkan gangguan pada syaraf otak, pencernakan dan beresiko tinggi terkena kanker.
Effek positif
Anggur bisa memperlambat penuaan. Dalam dunia kedokteran sekarang ini sedang memperdebatkan apakah anggur ini bisa membantu memperlancar sistem cardiovasculaire. Pada kenyataannya masyarakat Perancis yang merupakan konsumen terbesar minuman anggur ini mempunyai peluang hidup lebih panjang lagi. Orang tua yang sudah berumur lebih dari 80th masih saja menikmati minuman ini tanpa mabok ataupun mati.
Pokoknya semua itu tidak boleh berlebihan.
Pemproduksi Anggur:
Daerah-daerah di Perancis yang memproduksi anggur: Bourgongne, Bordeaux, Alsace, Languedoc-Roussillon, … Di sini yang paling terkenal adalah Bourgogne: Romanée Conti minim 4000€/botol dan Bordeaux. St. Petrus Grand Cru bisa berharga hingga 50 000€/botol, menurut tahun produksinya.
Anggur dari Bourgogne: Chablis (putih), Santennay (putih), Puy Fussé (putih), Baujolais (merah), Pommard (merah), Nuit St. Gorge (merah),… Appelation (namanya) dari anggur Bourgogne ini menurut desanya.
Sedang anggur dari Bordeaux, appelation-nya menurut propriété/pemiliknya, di desa Pouillac : Chateau Mouton-Rothschild, Château Bataillye, Château Clerc-Milon, Château Grand Puy Lacoste,…; di desa Margaux: Château Dauzac, Château d’Armaillhac; …
Selain Perancis: Italia, Afrika Selatan, Spanyol, Portugis, USA (California), Australia, Yunani, China, Argentina, Swiss, Jerman termasuk negara penghasil wine. Hatten adalah satu-satunya wine buatan Indonesia yang di produksi di Sanur Bali dari perkebunan anggur di pesisir pantai Utara Bali (dari Seririt hingga Singaraja) dengan cépage: Alphonse Lavalée.
Sekarang ini negara yang paling banyak memproduksi anggur dan mengkomsumsi anggur adalah Perancis. Termasuk anggur-anggur yang terbaik sedunia. Oleh sebab itu jika minta oleh-oleh dari Perancis, maka aku sarankan untuk minta minuman anggur saja yang lebih original.
Udahan ah! Entar ngalah-ngalahi thèsisnya sang Doctorat. Kalo pengen belajar minum, ke sini aja! Ok?



marsudiyanto said
Saya Kopi Susu aja…
Itu untuk sarapan pagi, pak!
Rian Xavier said
Dulu pernah beli anggur juga sih. tapi mahal.
Kalo beli anggur muda yang bagus sepertinya tidak terlalu mahal seh… hanya 3-20€/liter… tapi belinya harus pakai jerigen (memasukan ke botol sendiri dan kenal sama pemiliknya. Orang di Perancis ini aneh, jika ngak kenal mereka ngak mau jual)… lalu di simpan di gudang sendiri hingga bertahun-tahun…
boyin said
saya akan sarankan mahasiswa perhotelan dateng ke blog ini karena kalo belajar ttg wine berdasarkan pengalaman lebih cepat masuk…saya juga pernah belajar wine dan nyicipin tentunya tapi belum pernah belajar cara ngetes yang sebenarnya dari posisi kayak bersiul ampe menggetarkan di pangkal lidah..heee dulu aku malah tak kumur kayak listerine aja..
Jangan ke blog ini!!!! tapi ke Bourgogne/Burgundi!!! Untuk ini kita harus praktek langsung… dan prakteknya tidak hanya sekali dua kali…
Di Baune, setiap minggu ke 2 bulan November ada festival lelang dan dimeriahkan oleh lomba tebak anggur. Pesertanya banyak juga dari jepang. Mereka harus bisa mencicipi dan menebak appelation (nama) dan tahun panen/pembuatannya dengan mata tertutup. Yang seperti ini perlu latihan bertahun-tahun dan setiap hari.
Yang ini aku hanya bisa menebak beberapa jenis saja dan tahunnya sering meleset.
dhilacious said
uumm.gw ga boleh tuh minum gituan.
diharamkan sih katanya klo di kepercayaan gw.
Sorry, aku tidak perduli kepercayaan anda (itu terserah anda yang berhak memilih)… tetapi menurut logikaku… buah anggur ini merupakan anugerah yang Tuhan telah berikan… dan kita (kami) dilimpahi kemampuan yang dangsyat untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang prestigius.
Apapun yg kita konsumsi jika berlebihan itu tidak baik.
Ersis Warmansyah Abbas said
He he … bukan penyakit atuh, virus kali … virus yang harus dimenej. Eit …belum pernah minum anggur (kuno ya), kecuali lewat lagu Debu. Salam.
virus itu penyakit juga…orang sudah berkontaminasi hingga kemana-mana… hahahahaha… terima kasih ya trik-triknya menulis!
zee said
Saya belum pernah minum anggur, kayaknya krn belum ada kesempatan aja kali ya.
Semoga ada kesempatan mbak!
Balisugar said
hehe…
di Indonesia harga wine sudah mahal banget katanya sih pemerintah menaikan pajak hingga 300%
Ya, tepatnya 360%. Minum aja Hatten White/Rosé Wine (dingin) lebih cocok dengan klimat di Indonesia, sedangkan Hatten Red wine berat sekali. Dulu th. 2001-2003 harganya 27rb-30rb (ini kalo beli banyak ya)…bisa dijual di Jakarta seharga 60-100rb. Rata-rata suami dan teman-temannya yang ngomsumsi.
Sawali Tuhusetya said
wah, saya jarang sekali minum anggur, mbak. takut baunya nanti tercium anak2 waktu ngajar di depan kelas, hehehe … tapi, agaknya anggar memiliki dampak positif juga utk memperlambat proses penuaan.
Di Perancis ada sekolah untuk mengolah buah anggur menjadi wine/minuman anggur dan ada juga sekolah untuk mencicipi anggur untuk para komersial di bidang perdagangan wine/restorasi/perhotelan.
Biasanya dalam pelajaran praktek, minuman itu hanya menclok di mulut doang dan tidak boleh tertelan. Dalam menguji mutu anggur ini kita bisa melakukan minim 20 macam anggur (bisa 1 jenis dengan tahun berbeda dan umur pohon berbeda). Kalo tertelan semua, khan bisa pulangnya merangkak semua kita…atau ngak bisa pulang sama sekali… hahahahaha……..
nino said
enaknya sih kalo dibeliin..hehe
Datanglah ke tempatku!
mikekono said
kalau makan buah anggur
seprtinya lebih enak…
kalau minum anggur
khawatir pandangan bisa kabur
dan semuanya mabur
hehehe…..
Kalo berbotol-botol seh tentu saja…
iwan said
digratisin eh ditaraktir dong……………..
Kalo lewat di Burgundi, mampir aja ke tempatku!
theKRy said
Ooooh. pantesaaaaaaan. Aku awet muda Julia……karena Anggur itu pengaruh tooooooo. Oooooooh saya koq ngiler ya…..pengen nyicip anggurnya! di paketin bisa kan?
Kalo maketin hanya 1 botol ndak cucuk biaya pengirimannya… lebih dari 1 botol pasti kena duane… so kemari aja!
randualamsyah said
Saya senangnya anggur alami, yang air putih itu lho…
Aku pun sama, kalo minum anggur tiap hari bisa jebol kantongku. Tapi sekali-sekali boleh lah…
haris said
wah kisah lengkap soal anggur nih! ternyata anggur itu suci ya, mbak, dulunya? tapi bs memabukkan kan? jadi mabuk itu jg bagian dari “ritual suci” gitu?he2.
Coba minum kopi berbotol-botol, dijamin ngak bisa tidur! Hehehehe… Itu di gereja Katolik misanya pakai anggur… berarti suci… Pokoknya itu teoriku saja… wakakakakak……
mascayo said
sumpeh dah, baru kali ini lihat anggur serenteng di pohonnya. wuihhh sueger banget ya. kepingin rasanya ngelus-ngelus … benar-benar menggoda
fandi88 said
enakan juga anggur’na dong drpada wine *lom p’nah nyoba soal’na*.. tante ini gimana si,, kapan2 ditunggu kiriman wine bwd fandy yah tant,,,
Ikkyu_san said
Wahhh mbak aku paling suka Porto, gara-gara pernah dibawain teman dari US. Cari di Jepang ngga ada. Dulu di Australia pernah beli sih.
Ahli Anggur itu namanya Somerie ya? (tulisannya ngga tau) Orang Jepang emang suka sih Anggur jadi Somerie juga merupakan suatu cita-cita. Kalau saya malah mau jadi Ahli Sake. (Jadi mikir mau tulis tentang Sake juga hehehe)
Saya tidak begitu tahu tentang anggur tapi memang kalau wine yang berkualitas tinggi tidak memabukkan. Dulu pernah saya dan suami+teman bertiga minum 3 botol wine biasa-biasa aja. hehehe.
BTW kenapa sih Dom Perignon begitu mahal? Padahal rasanya Moet and Chandon lebih enak menurut saya…
salam
EM
Ikkyu_san said
Itu Ines yang bobo ya? imut sekaliiiii
EM
mbelgedez™ said
.
Buset dah.
Dasar orang Jawa, sambil kerja sambil nggendong anak…
Selendangnya pasti mbawa dari Indon, tuh…
Eh. kalo di Perancis, kerja sambil nggendong kayak gitu legal apa ndak ???
***Post nya kali inih keren banget….
Retie said
keren amat pakaian gaya kerjanya mbak
Makan anggur sering sich kalo minum belum ada kesempatan
Daniel Mahendra said
Haih! Wine bikin ngiler…
Jadi ingat almarhum sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang hingga usia tua rajin minum anggur buat kesehatan.
Tapi tulisan ini lengkap bener. Informatif.
thevemo said
Wine nya gak mau tapi anggurnya mau
Agung Rahmatullah said
Yah kliatannya enak tuh
Tapi katae haram karena bisa merusak syaraf
Y mending minum yang agak jelata sedikit aja kayak Legen gitu
Hehehehehe
Oh y lam knl
alris said
Saya menikmati tulisan panjang mba juliach. Terpuaskan dengan foto buah anggur dan pohonnya *apalagi kalo buah anggur dan wine beneran kiriman mba juliach, ngarep mode on*
kw said
yuk yuk yuk
ditunggu chivas regal nya
Anton said
Salam kenal Mbak
Sayang aku nggak suka wine…. dari kecil. kenapa ya?
geRrilyawan said
pernah nyoba red wine, sedep juga asal gak banyak-banyak. sruput sedikit, dikumur dimulut trus telen. segeerrr…
yulism said
Kalau saya tidak suka anggur merah pahit dan getir rasanya. Walau semahal apapun saya tidak bisa menyukai anggur merah. Kalau anggur putih lumayan lah yang semi dry masih ada manisnya…
Thanks
Seperti yang sudah aku katakan: labo bilang itu wine bagus… tapi semua itu tergantung sama lidah konsumennya……
putri said
iih buah anggurnya kayanya enak banget yah? emg rasanya minum anggur kaya gimana seh? aku minuman bersoda aja ga suka. kalo angur beda ga? apa lebih nyegrak? he..he.. he.. suka minum air putih aja,suegeeeerrr…
Oh iya… ada yang lupa… buah anggurnya itu kecil-kecil banget… tidak seperti kayak yang dijual di toko buah di Indon…
Gelandangan said
wahhh saya buah anggurnya aja mbak
seger tuh
Boleh-boleh…….. silahkan petik sendiri!
zenteguh said
kapan bagi gratisan mbak…njaluk rek
Kalo anda berkunjung ke rumahku … bukan blogku… hahahahaha…………
ArieL, FX said
wah..
untuk masa2 [maaf] nifas ya mbak?
maaf ngak ngerti artinya “nifas” hehehehehe
annosmile said
saya milih susu jahe aja
he3x…
yg belum masuk ke proses fermentasi masih berupa jus anggur.
Yari NK said
Walaupun saya nggak boleh minum anggur, tetapi sekali dua kali (bahkan lebih huehehe….) ‘tergoda’ juga untuk minum anggur. Karena saya masih ada terpengaruh lidah Indonesia maka saya suka anggur yang manis2 bangsanya Madeira begitu…….
Memang sih, yang manis-manis enggak terlalu banyak.
sudewi2000 said
Postingan menarik … salam kenal.
Salam kenal kembali & makasih sudah berkunjung!
anderwedz said
di sana budaya perangguran bynk dikembangkan ya….
kalo di Indo. budaya Pengangguran yg berkembang…
Pengangguran mah banyak di mana-mana! Krisis saat ini sempet naik, loh!
eMo said
kok sama kek om Mbel yak, M perhatiin selendang jariknya heuhuehue
*klo M mah mending makan buahnya aja yg masih segerrr
Mikirnya yang praktis aja. Oh ya, tidak semua orang di sini yang bisa menikmati wine, jadi sebelum proces fermentasi, jus anggur bisa dipack ataupun diminum.
HE. Benyamine said
Gambar paling atas … itu sih benar-benar “mabuk”, kebanyakan belajar sampai nggak sadar.
Menunya bikin ngiliiirrr aja … setidaknya tambah pengetahuan tentang wine
norjik said
dulu hobi minum anggur Kolesom cap orang tua .. mantap. Tp sdh sejak 5 thn kebelakang ini berhenti total.
ammadis said
Haaa…aku tertarik sama anggur tempe nya…enak juga? Mau minum wine segitu aturannya ya… Utk cardiovasc,bisa jadi krn sifat efek panasnya yg dpt melebarkan pemb.drh… Mauuu…!
marina situmorang said
” Entar ngalah-ngalahi thèsisnya sang Doctorat. Kalo pengen belajar minum, ke sini aja!”
bener nih ketempat mbak minumnya? tapi ntar berat diongkos… kecuali mbak mau jadi donaturnya(ngarep mode on…) ^__^
Nyante Aza Lae said
anggur keknya gak cocok buat di kampungku mbak..dah panas makin panassss…
cenya95 said
yang kutahu, anggur yang bagus kualitasnya bila dituang ke gelas, dia akan lama turunnya karena kekentalannya.
tching…tching…tching… goutons-le
Abdee said
saya kok tetep lebih suka air putih ya…. sama susu coklat dan es teh sesekali.
ArieL, FX said
nifas = [maaf] darah “kotor” yang keluar setelah melahirkan.
angga erlangga said
wiss… jangan berlebihan ja yo mbaa….
Salam semangat,,,,
Rian Xavier said
Belinya dimana tuH? Kepingin juga.
maskoko said
belum pernah nyoba nih saya
nono said
yukz patungan beli nya…
Edi Psw said
Buah anggurnya koq segar-segar ya, Mbak?
Jadi pingin memetiknya. Hehehe…
mharywa said
Anggur is my fave! tapi.. kalo dah jadi wine, bukannya itu ndak boleh mbak? GBU.
Gusti Dana said
Saya milih kopi aja deh Bu…,soalnya gk suka sama anggur:-)
Ullyanov said
Inget anggur, jadi inget penyanyi indonesia yang sekarang jadi warga negara perancis: Anggur C. Sasmi. he..he..
Konon, katanya, buah anggur Indonesia yang paling bagus dan kadar alkoholnya paling tinggi adalah anggur Probolinggo, Jawa Timur. Apa bener?
mujahidahwanita said
“Terimakasih”Sudah berkunjung di gubuk kecil saya
Saya pesan air putih aja,bisan nggak yaa????
Salam damai selalu….
Air dari mata air, kran atau botol ?
Hejis said
Apa komentar orang Prancis tentang rasa anggur beras kencur kita ya…
ada yang bilang enak dan ada yang bilang tidak enak.
mercuryfalling said
efek negatip ama positipnya kontradiktip ya hahha awet muda tapi kalo kenak kanker langsung modar.
eh pic yg bobok cantik banget hasilnya. tidur aja pake pose gitu hahaha.
Itu Ines yang lagi mabok bikin PR dan persiapan evaluasi … untuk aku sudah suruh dia belajar tiap hari ya sekarang biarin aja tidur…
suryaden said
saya percaya…
wenak tenan…, dan bikin segar kalo nggak kebanyakan…
meskipun harus nabung, ditambah pemerintah yang makin nyari untung dari cukai, jadinya harus ngirit juga minumnya, secukupnya…
tapi memang bener tuh kasiatnya…
Jangankan di Indonesia, di sini pun ngak boleh ngumbar-ngumbar … semuanya juga pake aturan … lagi pula denda dari polisi gara-gara alkohol mahal sekali …
ichanx said
huaaaaaa…. mauuuuuuuu… paketin ke sini dong mbak…
ke sini dong sekolah di tempatku!
marshmallow said
wah, komprehensif banget deh ulasannya.
sayangnya, untuk benar-benar bisa so-called ahli soal anggur, kita harus praktek icip beneran ya, mbak? teori doang nggak cukup. dan praktek inilah yang morotin dompet banget!
Ini ada sekolahnya yang termasuk lumayan mahalnya bagi kita kecuali dapat beasiswa … tapi bagi kita sekolah ini tidak elit (mungkin) … selain sekolah … ya harus praktek ya… hal ini lebih cocok bagi yang bersekolah di bidang restorasi/perhotelan …
mariana silvania said
mbak.. itu vicky ya? kok kecil lagi.. perasaan kemaren udah gede
Ini foto ketika dia masih bayi … sekarang mah udah ngak mau dia digendong-gendong gituan… maunya udah lari sendiri
harjo said
Vickynya cantik banget Mbak …
Btw, saya memang lagi cari informasi mengenai merek-merek minuman seperti ini. Saya belum pernah minum, tetapi melihat acara TV beberapa waktu yang lalu, ternyata anggur ini bagus untuk kesehatan ya …
-indie- said
hi mbak…
anak2nya cantik2
tulisannya komplit plit plit nih mbak…
aku suka minum wine… ga pahit seperti whiskey atau vodka… trus highnya juga lambat hehehe… slow but sure…
biasanya aku minum penfold bin 8 mbak… pernah coba juga wine french… chardonay and chovignon… eh bener ga ya tulisannya? wine perancis bukan ya? haaalaaa…jadi bingung nih…
Untung ngak seperti mboknya ya wajah anak-anakku… wakakakakak… yang penting mentalnya mirip mboknya …
Ya, aku ngerti koq… tak apa-apa salah tulis. Yang bener le Chardonnay dan le Sauvignon. Itu anggur perancis.
gregorius said
slm kenal, kalau untuk daerah indonesia ( flores – NTT ) apakah memungkinkan untuk penanaman anggur? kalau bisa anggur jenis apa yang dapat ditanam thx
nurhasan said
Wah…artikelnya bagus bu, saya nyobain red wine kalo bos lagi seneng hatinya atau iseng beli di KemCik kemang. kapan ya dapet gratisan dari ibu ? he..he
suzie said
aku liat di hypermart ada non alcohol wine… trus ada yg grape… ada yg white,ada yg red juga, tapi semuanya di labelnya tertulis non-alcohol. itu gimana??? makasih ya jawabannya..