Berlibur? Mau apa? Ke mana?
Posted by juliach on June 23, 2009
“Tulisan ini sangat panjang sekali.“
Mencari bunga di hutan merupakan salah satu aktivitas saat liburan yang murah, meriah dan sehat
Cihui liburan sudah tiba! Tapi mau ngapain ya? Mau ke mana ya? Ujung-ujungnya: “tak tahu lah…karna…bla…bla…bla …”
Yeah itu lah kalau liburan tidak pernah dihiraukan. Bukannya hari libur itu sangat didambakan oleh anak-anak? Jangankan anak-anak, aku aja yang sudah setua ini berharap banget hari-hari cepat berlalu … dan tibalah hari libur. Oleh sebab itu sudah aku warnai di kalender semua hari libur anak sekolah. Di Perancis liburan sekolah sudah ditentukan oleh Mentri Pendidikan Nasional, jadi hari libur anak sekolah sudah fix. Semua sekolah tutup bersamaan menurut zone/areanya: A, B atau C. Ini biar tempat berlibur dan jalan rayanya tidak sesak padat . Hanya saja liburan besar musim panas liburannya bebarengan.
Kesuksesan dalam pelaksanaan aktivitas liburan itu hanyalah di perencanaan saja. Aku pikir sama pentingnya seperti kita memilih sekolah anak ataupun kegiatan ekstra sekolahnya.
Mahalkah liburan itu?
Ini semua tergantung dengan kantong kita. Tapi ingat sukses berlibur bukan hanya bagi mereka yang berkantong tebal. Sukses berlibur sama dengan tercapainya tujuan dari perencanaan kita dan kebahagian yang terwujud dari liburan tersebut.
Contoh 1 :
Tahun kedua kuliah dulu (juli/agustus 1990) aku dengan bangga berhasil berlibur selama lebih dari 1 bulan di Bali, Kediri, Solo dan Jogja dengan modal Rp. 150 000,-. Modal ini sangat cethek karna keberangkatan kami dari Jakarta. Dari hal ini pengalaman yang aku dapat sangat banyak sekali:
- aku harus berpisah dengan teman2 cewekku karna mereka suka over baudget dan tidak logis,
- aku memaksakan diri bergabung dgn kedua teman cowokku
- berhasil memimpin mereka berdua (akulah yg membuat keputusan)
- menghidupi kedua teman tersebut dengan berjudi setiap malam
- mengacungkan jempol utk menyetop kendaraan, sedang mereka bersembunyi di semak,
- karna terlihat miskin dan item lagi, kami diusir oleh satpam Bali Beach Hotel ketika mencoba masuk ke area hotel (sehingga ketika aku berhasil dan menginap di sana, aku ceritakan hal ini ke semua orang yg bekerja di sana)
- bersepeda di Solo dan Jogja
Contoh 2:
Di utara patung Lele Bekasi ada jalan hingga ke laut utara. Dengan sedikit senyum, kita bisa nginep di rumah penduduk di sana. Kasih aja budget kita hidup sehari-hari sama mereka (mis: Rp. 5.000 ato 10 000/orang sekali makan, tergantung anda dan nelayan sajalah + harga kebutuhan pokok saat ini. Pengalamanku ini th. 1995-1996), kita bakal makan ikan panggang kampung selama kita diam di situ. Kita bisa ikut pergi mencari ikan bersama mereka. Mereka senang karna dapat sedikit tambahan dan kita pun senang bisa makan ikan/cumi bakar … hmmm enak …
Catatan:
- kita harus menerima hidup seperti mereka
- utk kesehatan: harus vasinasi lengkap, plus membawa obat-obatan sendiri, selanjutnya bisa konsultasikan hal ini ke dokter pribadi anda.
Contoh 3 :
Jika budget itu sekarang masih mahal, mengapa tidak mengadakan walking-walking Depok-Bogor atau Bogor-Bandung. Walking-walkingnya harus pakai kaki beneran loh jangan naek ojek!
Perencanaan
Jadi harus direncanakan:
- tujuan :
ke luar negeri, ke luar kota atau tinggal di rumah saja tapi membuat kegiatan bersepeda ke kampung tetangga
- peserta
Bapak, ibu, anak-anak? Jika kebetulan pas anak-anak libur, tetapi bapak/ibu berhalangan, jangan segan-segan membicarakannya dengan saudara/kakek-nenek, supaya rencana liburan itu tidak batal, sehingga akan mengecewakan anak-anak.
- budget
Saking pentingnya liburan itu, maka biasanya aku merencanakan jauh-jauh hari, bisa jadi 1 tahun sebelum hari H. Bahkan pernah malah lebih lama lagi. Ini jika liburan itu perlu budget yang besar. Tak sedikit pula aku merencanakan hari libur 1 bulan atau seminggu sebelumnya. Yang ini biasanya otak sudah juthek atau mendapat kesempatan murah meriah … biasa tarif “the last minute”.
Untuk berlibur, aku saranin jangan sampai ngutang. Tak perlu gengsi jika kita tidak bisa pergi berlibur. Toh di rumah saja bisa kita wujudkan liburan yang nyaman
Walaupun kita sudah rencanakan, sebaiknya kita ada sedikit spare anggaran +25%.
- persetujuan dari boss sudah pasti dapat libur.
Pastilah kalo boss sudah setuju jauh-jauh hari, kita lebih gampang bikin rencana.
- aktifitas di tempat tujuan.
Ini juga harus disesuaikan dengan budget yang ada. Jangan sampai duit pas-pasan, tadinya mau hiking malah jadi shopping dan ngésèkin kartu remi kredit mulu.
Aktifitas harus disesuaikan dengan peserta liburan. Sebaiknya anak kita yang sudah berumur lebih dari 5th, diajak pula untuk berdiskusi. Jika ada peserta anak-anak, sebaiknya lebih flesibel: 1 hari kegiatan penuh tenaga dan hari berikutnya bersantai sedikit. Di selang-seling. Vicky aja sudah bisa jalan kaki lebih dari 2km tanpa berhenti.
- Akomodasi:
mau bercamping, nebeng saudara/temen/penduduk setempat, nginep di hotel melati/bintang … maka harus booking jauh-jauh hari supaya bisa mendapatkan harga yang murah (kalo bisa nego), atau harus ok sama yang ditebengin … jangan sampe dia ngak ada di tempat saat kita datang.
Pelaksanaan:
Sebaiknya, sebisa mungkin pelaksanaannya sesuai dengan rencana. Hal ini merupakan suatu metode praktik untuk membiasakan diri melakukan sesuatu tepat sesuai dengan rencana.
Jangan sampai kita punya rencana visit ini-itu tak terlaksana gara-gara waktu habis untuk tidur-tiduran/bermalas-malasan di hotel dan kolam renang hotel selama 1 minggu. Kalo rencananya mo tidur-tiduran … ndak usah keluar biaya mahal-mahal untuk nginep di hotel. Di rumah aja cukup!
Contohnya:
Tahun ini, seperti biasa Zo mendapat liburan 1 bulan. Sayang liburan saat ini terbelah menjadi dua: 2 minggu awal juli dan 2 minggu akhir juli. Liburan seperti ini, sangat tidak aku harapkan. Perencanannya susah, apalagi semua rencana dia serahkan padaku 100%. Dia hanya memberi budget (jika kurang aku harus nambahi sendiri) dan berpesan, “Beri kesempatan aku untuk mengunjungi Ana.” Ana adalah sahabat karibnya di sekolah bahasa Yugoslavia, yang tinggal di dekat Strassbourg.
Awal Juli 2009
Sedangkan aku ingin mengunjungi Belanda. Maka aku putuskan liburan awal Juli pergi ke Belanda dan akhir agustus ke Strassbourg. Di Belanda, kami harus menginap di hotel, selama lebih dari 1 bulan, aku surfing harga hotel dan kondisinya di mana bisa menginap 2 orang dewasa + 2 anak (di bawah 10th) dalam 1 kamar. Ini surfingnya udah jauh-jauh hari loh. Akhirnya aku dapat di Novotel dengan harga 59€/malam sudah termasuk makan pagi.
Perjalanan ke Belanda dengan mobil, aku penggal menjadi 2. Mengingat aku mengangkut anak kecil-kecil. Di Perancis, aku putuskan untuk menginap di Etap hotel seharga 40€/malam. Sayang tidak ada yang lebih murah lagi. Untung semua hotel yang aku tuju sudah memberi konfirmasi ok utk 4 orang dalam 1 kamar.
Di Belanda nanti aku akan bertemu dengan pacar lama ketika aku di SMA, hari Sabtu mo jalan ke Amsterdam (biar kantong ngak jebol gara-gara parkir, maka mobil di parkir di parkiran stadium Ajak “Arena”, lalu masuk Amsterdam pake Tremway), ngelihat dam, hari Minggu pergi ke Park Natural “Zeeland” buat ngeliat burung dan anjing laut.
15 Juli – 15 Agustus
Kami berencana tinggal di rumah saja, berhubung Zo harus bekerja. Inès memutuskan mengambil kelas fotografi manual tgl. 20-24 Juli dari jam 14-18 dan fotografi digital dari tgl. 3-7 Agustus jam 14-18.
Selain hari-hari itu, kami (Inès dan aku) mau pergi bersepeda atau jalan kaki di pelosok desa di sekeliling Le Creusot, atau berenang di danau. Budget 0€, karna kami akan membawa perbekalan dari rumah. Tentu saja kami harus membawa kamera karna jalan-jalan itu kami beri judul “Serangga di manakah kalian bersembunyi?”
17-27 Agustus
Kami berencana ke Strasbourg dan menginap di rumah Ana. Acaranya 1 hari aku ingin mengamati burung Elang dan Bangau, ada kemungkinan bisa diperpanjang menjadi 2 hari ataupun 3 hari; 1 hari kami pergunakan untuk bersantai + berBBQ ria, 1 hari mengunjungi Wine Cellar; berenang di danau setempat.
Untuk liburan bersama keluarga Ana, aktivitasnya lebih bebas karna Ana mempunyai 2 anak: yang satu sebesar Vicky dan yang satu lagi masih berumur 1th.
Budget tambahannya hanya untuk transport ke Strassbourg pp dan mungkin anak-anak bakal beli es krim jika udara sangat panas sekali. Sedangkan utk makan, aku rasa seperti di rumah saja: bikin nasi goreng, babi rica-rica, … atau beli yang sudah jadi di Supermarket. Namun ada kemungkinan kita pergi ke restauran setempat … tidak tiap hari loh!
——–
Jika anda sudah putuskan tidak bepergian dan hanya tinggal di rumah, sebaiknya kita juga membuat suatu program aktivitas.
Contohnya:
- memasak dengan membiarkan si anak memilih menunya sendiri, berbelanja (lebih menyenangkan pergi ke pasar tradisional, sehingga anak bisa belajar menawar) …
- membuat layang-layang besar dan bermain bersama anak
- melukis di ruang terbuka
- masih sedabreg aktivitas yang kita bisa kerjakan bersama anak.
Yang penting jangan membiarkan anak merasa bosan selama liburan. Takutnya nanti bosan hidup lagi … bingung harus berbuat apa … hehehe …
Mereka mengidamkan kehadiran kita untuk menciptakan suasana yang harmonis, setelah harus berpisah selama 10 bulan bersekolah. Mungkin sangat berat bagi kita yang lagi berkarir, tapi … apa boleh buat … cinta kita tak bisa digantikan oleh cinta dari pembantu/baby sitter/dsb …



marsudiyanto said
Met berlibur, met ngumpulkan dokumentasi…
Liburannya baru mulai tgl 2 juli nanti, btw makasih …
So pasti ada dokumentasinya, walaupun berlibur tetap aja belajar untuk kita semua … pengen deh lihat dam dan jika bisa kembali ke masa silam … ya … tehnologi masa silam ndak jelek juga … siapa tahu ada salah satu anakku masuk ke teknik sipil …
Freya said
Buat aku….
Liburan paling enak ya di rumah….
Sama bantal dan kasur….
Mungkin sambil nonton dvd korea….
Aaaaaah sedep…..
Kalo hanya itu … bagiku sangat membosankan … aku lebih baik keluar bersepeda … jauh-jauh sekali … pernah loh Solo-Jogja pp …
Adit said
Saya suka dengan konsep liburan dirumah itu, menurut pandangan saya, sedikit aplikasi seperti itu diterapin oleh orang tua di indonesia (pardon)…
Sampai akhirnya, hanya orang berduit yg bisa menikmati liburan, klaupun tidak, dampak lainnya tempat2 liburan dan jalan jadi macet, karena menurut mereka, liburan harus ke suatu tempat tertentu…
Inti dr liburan itu sendiri kan “kedekatan”
Yak, di rumah pun sebaiknya ada dong aktifitasnya … semoga saja tidak tidur terus …
Eka Situmorang-Sir said
Heeem giling liburan 150 rb ?
plus bisa jd bos dari dua lelaki>
hehehe hebaaat yah
btw liburan ini jalan2 ma hubby setir mobil keliling jateng and jatim
siiippp
tuansufi said
mudah2an konferensi IEEE di Indo diterima sehingga bisa liburan sambil dapat menyelesaikan kewajiban…
doain ya julia
Memang selalu aku doakan spy sering2 pulang … biar kagak kehabisan stock produk indonesia… hehehehe…
edratna said
Tip yang menarik..
Memang liburan perlu perencanaan, dan membuat rencana yang menyenangkan untuk setiap anggota keluarga, sehingga acara liburan menyenangkan. Dan tak harus selalu biaya mahal…
Yang penting “Perencanaan” … inilah management rumah tangga … dengan perencanaan … pasti ada dong pelaksanaannya … Ini merupakan pendidikan dasar management utk anak-anak …
sunarnosahlan said
mungkin saya tak sempat menikmati liburan
Mengapa?
KangBoed said
waaaaaaaaah asyik yaaa.. liburan mlulu..
Salam Sayang
Di sini anak sekolah 7 minggu sekolah, 2 minggu libur lalu kenaikan kelas/musim panas libur 2 bulan.
Sedangkan orang kerja libur dari 5 minggu – 8 minggu/th.
galeshka said
Jalan-jalan dengan kaki sendiri, my kind of holidays. dulu suka jalan dari jonggol ke cianjur pas jalannya baru selesai dibangun. Paling enak kalo kayak gini sih sendirian aja, kalo sama orang lain seringkali terlalu banyak kompromi dan keriwilan …
Yeah namanya keluarga … baru jalan dikit dah kehausan … lalu jalan lagi …ada yg kepengen pipis …
Tapi anakku yg umur 2 th sudah bisa jalan kaki 2-3km tanpa berhenti … yeah pelan banget …
Andre said
Waduh..enaknya..pengen juga liburan deh…kalo saya pengennya liburan ke luar negeri..soalnya selama ini belom pernah ke luar negeri :p
Harus diwujudkan itu!
balisugar said
wah asyik juliah liburan melulu hihihi, sayangnya kalau disini susah nyari kembang yang aneh-aneh
Kembang setaman … hehehehe …..
Mr Bien said
Liburan paling asyik di rumah sambil nonton TV, sebentar tiduran sebentar mangap
Bawor said
Libur gak libur sama aja.coz pengangguran
sani said
wahhh..ide yg cemerlang utk liburan anak..berhubung budget tipis enakan di rumah aja nih ajak anak masak dan ke pasar..hahha.. sptnya bukan liburan kl kek gini, tiap sabtu jg bgt..wekwkww..
zenteguh said
Ngiler….kapan bs ke Belanda yo.Gatal rasanya menginjak Stadion Amsterdam ArenA..
chocovanilla said
LIburan ini aku ajak jalan anak-anak salah satunya ke kebun teh. Apa yang terjadi? Kaki pegel smua ‘coz gak pernah jalan jauh, wkakakaka…..
Tapi perlu juga ternyata, untuk membersihkan “paru-paru”. Enak ya dirimu, di sana kan gak panas, sejuk dan bersih udaranya. Pengeeen deeeh…..