What is “Mahal is MAHAL”?
Posted by juliach on June 26, 2009
Mahal? Expensive? Chère? itu semua satu kata yang artinya larang (bhs Jawa) alias mahal alias sesuatu hal yang tidak dapat kita penuhi. Jangan dicampur adukin sama “Taj Mahal” yé!
Terkadang dengan berguman “mahal” merupakan suatu solusi bahwa kita tidak bisa mendapatkannya … terkadang juga membuat seseorang kecewa hingga putus asa.
Contoh:
Seorang anak kepengen belajar main piano. Melihat harga jual piano di toko, maka si ibu berguman “MAHAL” , sehingga anak itu kecewa dan membatalkan niatnya. Padahal niatnya waktu itu sangat mengebu-ngebu.
Bisa jadi dengan kata “MAHAL” membuat cambuk bagi kita untuk memperolehnya.
Contoh:
Dulu setiap kali minta sesuatu ke ortu, mereka selalu bilang “MAHAL”, untuk bikin titik mereka bilang “Tak punya uang”; “No money”; Mei you cièn”, “rak ndé dét”. Padahal bapakku baru membeli sesuatu yang mahal. Tentu saja ini membuatku kecewa, mengapa mereka tidak berusaha keras supaya aku bisa mendapatkannya. Lalu aku berpikir, suatu hari aku bisa memiliki semua itu, maka aku mendapatkannya entah itu dari hasil foto copian, bekerja keras dan menyisihkan uang gaji, …
Ada yang sangat bikin aku terheran-heran, jika seseorang yang “punya” tapi masih mengeluh “mahal”
Seorang ibu di Perancis yang punya segalanya: rumah, mobil, bergaya hidup wah, … tapi giliran anaknya berhenti sekolah dan aku tanya “mengapa” … karna aku berpikir sekolah itu di sini tidak mahal, maka dengan gampang dijawabnya “MAHAL”
Begitu pula dengan percakapan seorang ibu lain, tentu saja dia bekerja, mempunyai rumah dan sering berlibur ke LN/LK berkomentar “MAHAL” ketika dia harus membantu anaknya mempersiapkan masuk kuliah di l”Université de Bourgogne di Dijon. Dia hanya menghabiskan total 2000€ untuk itu.
Sedangkan aku malah sebaliknya, aku katakan “MAHAL” jika:
- membeli TV, sejak hidup sendiri aku selalu memungut TV di tempat sampah atau menunggu teman memberiku TV-nya yang rusah. Aku reparasi sendiri atau minta bantuan Dédé, maka aku bisa mengikuti info dan mendapat sedikit hiburan. Pada prinsipnya, aku tidak mati jika tidak melihat TV.
- memiliki rumah: aku harus terpaku pada suatu tempat. Apalagi seperti trends orang kita, jika sudah hidup di LN maka kita sepertinya wajib memiliki properti di Indo. Ini untuk menunjukkan kesuksesan kita di rantau dengan alasan “idep-idep menabung”.
- membeli/memiliki “mobil” sendiri: dengan kaki & transport publik aku masih bisa bergerak leluasa. Palagi masih bisa pinjam N gratissss …
- membeli/memiliki perabot yang mewah: kecuali kasur, aku tidak memperhatikan bener. Kasur dengan peer yang mantap tidak membuat punggungku sakit ketika bangun tidur. Selainnya ada beberapa kursi makan yang aku dapat dari trotoar, mebel-mebel lainnya dari pemberian teman yg hendak membuang mebelnya ke tempat sampah.
- pergi ke Indonesia setiap tahun sekali karna kangen. Wah yang ini sangat mahal sekali, karna aku harus menyiapkan paling sedikit menyediakan 3 000€ untukku + 2 anakku. Ini hanya utk tiket saja, belum utk tinggal/transport di sana. Kata beberapa saudaraku, aku bisa minta ke pacarku. Lah … ini semakin gila lagi bagiku sangat “mahal” harga diriku dipertaruhkan dengan segepok money. Jangan-jangan aku pun tak bisa bilang “No” untuk keputusannya yang gila. Maklumlah dia orang barat, harus diwaspadai ide-idenya. Jika suatu saat dia bilang ngak bisa support kebutuhan Inès gara-gara mo beli rumah atau mobil?
- memiliki komputer hanya utk maen game
- memiliki piano hanya buat pajangan saja
- liburan diisi dengan nonton tivi, makan dan tidur saja
- tidak bersekolah, apalagi sekolah di sini gratis, lagi pula perguruan tinggi lebih murah dibandingkan di Indonesia.
- memberi Hp kepada anak. Bayangin saja langganan yang paling murah itu “hanya” (kata orang) 20€/bulan utk 1 jam komunikasi. 20€X12 bln = 240€/tahun. 2th = 480€. Dengan uang segini aku bisa mengirim anakku liburan ke USA/Kanada/Negara lain di Eropa/di Afrika utara. Sekali lagi “belajar tidak hanya di sekolah saja, tetapi kehidupan sehari-hari adalah praktek yang nyata”.
- memberi game vidéo, spt nitendo, Wii kepada anak. Wah ini paling aku benci. Soalnya kalo anak sudah maen, lupa segala-galanya.
- masih banyak lagi
Ini semua menurutku. Maaf aja jika ada yang tersinggung. Bagaimana menurut anda?



Vicky Laurentina said
Jul, siapa itu yang nggak mau bayarin anaknya kuliah cuman gara-gara dipikirnya kuliah itu mahal? Mpok-mpok bloon..
Ada deh orang bulé di sini. Padahal dia itu perawat di RS. Makanyé jangan mikir semua orang bulé intelektual.
Pusing deh kalo lagi harus gabung sama orang-orang ini. isinya debat terus.
download ansav said
Kalo begitu persepsi Mahal itu harus dirubah donk.. tapi gimana donk? masyarakat kita sudah terbiasa miskin..
mas8nur said
Ya memang sih beda kepala, beda ide….
Kadang buat kebutuhan sendiri semua kelihatan ada,begitu kebutuhan anak jadi mikir seribu kali….dasar pelit.
Tapi kadang mumet juga mikirin istri senengnya beli perabot rumah, lemari, kursi dll padahal kan sudah ada, kemarin bilang sebentar lagi lebaran kursi kita dah usang tuh, walah puyeng…..mentang2 gaji ke 13 ku barusan cair.
Hehe…jadi curhat.
Lebaran? yang penting persiapan hati dulu dong!
Arman said
emang ya mahal gak mahal itu relatif. tergantung kondisi dan situasi masing2 orang…
dan terutama tergantung kebutuhan ya…
Memang tapi yang ini cukup aneh …
suryaden said
percoyo wes, pokoke nek angel leh nggolek yo larang, tapi kalo kepentingan sekolah anak yah dasar gak bisa protes mahalpun harus brani nanggung…
Ya … seperti aku sudah katakan … sejak kita ingin punya anak saja, kita harus dapat menyisihkan dana untuk sekolah anak kita.
Di sini sekolah gratis khususnya bagi ortu yg ngak punya, tetapi transport utk cari sekolah/appartementnya bukan tanggungan pemerintah … hehehe … lagi pula garansi utk sewa appartemen + pembayaran ke 1-2 itu ortu yg tanggung …
Casual Cutie said
mahal itu relatif. tapi kebanyakan orang untuk keperluan tidak penting dianggap murah, sedangkan untuk kebutuhan utama malah dianggap sangat mahal. heran ya..
Makanya kadang pusing gaul sama orang-orang begini … hehehe…
cenya95 said
mahal jika Qt tidak sanggup membayar. Selama masih mampu dan sanggup membayar berarti masih murah donc. Tinggal lihat kebutuhannya berdasarkan skala prioritas. Bgmn ?
Hmmm… 2th = 480€ bisa ke amrik… hebat !
salam superhangat.
Ya aku mengirim Inès ke Amrik bersama sahabatku, tiket utknya hanya 150€ …
Itu perhitungan untuk temannya Inès yg juga keponakan sahabatku. Ibunya memberinya Hp dengan paket langangan 20€/bulan. Inès pun tadinya kepingin, tapi aku tolak. Sebagai konsekuensi, aku masukan 20€ itu ke tabungannya.
Pada hari H, hanya Inès saja yg bisa pergi sedang kedua temannya tak bisa, karna mahal … jadi pepatah “sedikit-dikit akhirnya jdai bukit” itu benar.
cenya95 said
seperti proverb : “un oiseau fait son nid”
salam superhangat
Ps : Sudahkah anda daftar ulang di Planet IBSN ?
Maulidi said
Beli Lensa baru,
)
termasuk mahal ora mbak yu ?
Bagiku tidak mahal asal digunakan terus utk bisa produktif secara profesional maupun edukatif … aku memotret ulat itu supaya dapat membuktikan bahwa ulat kecil yg kelihatannya tidak berbulu, tetap saja memiliki bulu … ini anak-anak kecil seumuran Inès belum tahu/yakin tanpa pembuktian
advintro said
Mahal itu yang ada hubungane sama pernikahan, pihak cowok harus membawa MAHAL buat meminang si cewek, benar begitu?
Itu MAHAR!!!!
Ryan said
Kantongku kempes terus jadi mahal semua deh .. hehe
pompa dong!
Juliawan said
yap mahal tergantung dari masing-masing orang juga sih heheheh salam kenal ya mbah
and salam kenal semuanya
Salam!
zee said
Ya. Mahal gak mahal itu relatif, tergantung kebutuhan orang masing-masing. Ini rada nyambung dgn postinganku yg ini :
http://tehsusu.com/2009/06/19/uangku-bukan-uangmu/
Semua itu masalah butuh or gak butuh, dan kemampuan masing-masing. Apapun itu, kalo gak ada duit untuk beli, ya mahal namanya hehehee….
Zee, kalo ibu itu tak punya uang … ok-lah bisa bilang sekolah itu mahal … tapi ibu-ibu itu bisa berlibur ke LN loh, nginep di hotel di Eropa, beli pakaian tidak pada saat obral, beli Wii, …, tapi giliran mempersiapkan anaknya masuk ke Univ, ini hanya apartement aja loh, urusan Univ itu gratis … masih mengerutu mahal. Kalo mahal, ngak perlu beli sofa/bed/meja belajar baru toh … & tinggal di Residence Universitaire sudah cukup lengkap + sewa murah …
Sedangkan ibu satu lagi dalam keadaan ibu di atas, tetep membiarkan anaknya putus sekolah gara-gara semuanya mahal untuk study … padahal kagak sama sekali jika kita sudah rencanakan … lagi pula dia memberi semua anaknya Hp, katanya supaya lebih bisa dihubungi … gila ngak?
Huang said
Mahal menurut mbak juli, mungkin lebih ke fungsi dari ‘mahal’ itu,
dan bisa juga membeli suatu BB atau IPHONE demi bisa akses facebook? ini bisa jadi mahal?
Kalo soal nitendo buat anak, yaa emank kayaknya gak ada manfaat. kadang aku lihat ada anak usia 6 tahun gitu ortunya sudah beliin dia nitendo, dan malahan ada BB *aduh kok bilang BB terus sih.. wkkwkwkw*
bo lui lahh
Aku punya akses internet non limit + TV via internet + telpon via internet yg juga non limit termasuk telpon ke indonesia seharga 30€/bulan … jadi kalo mo nge-facebook 24 jam …ya saat di rumah saja … Hp ya buat telpon aja … buat foto? mending beli kamera Digital Reflex Canon/Nikon dong … lebih mantap!
tuansufi said
Titre de sejour kayaknya punya pengaruh yg besar juga utk bisa mengubah persepsi tentang mahal ya….
boyin said
bener juga, mahal tuh kadang karena kita males belinya makanya alasannya mahal..
Huang said
yakin males belinya?
ernut said
mahalku belum tentu mahalmu, murahku belum tentu murahmu…halah!
suwung said
mahal ya mahal
marina situmorang said
mahal… hmm… menurutku yg mahal itu adalah: jalan jalan ke madrid trus ke paris trus disambung ke seattle.. trusss…. (panjang banget daftarnya Julia… ini mah daftar tempat yang pengen dikunjungi yahhh huahahhaaa….)
nice post anyway…
Nikon D3x itu tidak mahal … karna dapatnya gratis … (mimpi kali)
Aribicara said
yg penting Dirimu sekarang jangan kayak Bapak dulu yach ?
Dimintain duit bilangnya g pnya duit g taunya baru beli barang Mahal
zenteguh said
terlalu banyak barang mahal buatku. Maklum gaji tak gede2 amat mbak…(tapi soal pendidikan anak, mhal pun harus kita kejar)
The Best Gadget said
Salam kenal
Met siang, tuker link yuk!
Link mu udah tak pasang tuh…
HE. Benyamine said
memang ada saja yang begitu bersemangat dengan segala barang yang mahal dalam kehidupannya yang menjadi penampakan dan pajangan, dan disisi lain selalu merasa “mahal” terhadap berbagai harga yang belum manjadi mimpinya untuk memilikinya.
ichanx said
pokoknya semua mahal!!!! *ala para capres ketika berkampanye*
)
syelviapoe3 said
Kenapa ada bule yang berpikir bahwa sekolah itu mahal, ya ? BUkannya sekolah di Eropa lumayan murah… ? *itu promosi para lembaga pendidikan yang kasih pameran di Indonesia kayaknya..he..he..*
Kalo Mahal versi mbak Juliach munggkin lebih ke efisien kali, ya ?
Eka Situmorang-Sir said
mahal murah relatif bgt nich
tapi yg pasti senjata ampuh dari orang tuaku dulu untuk nilang tidak sama yang aku mau
hehehhe
eNgga said
hhahaw ,,
tambahan ,, MAHAL = GWW (ga we wekk)
*ga duwe duwitt*
Aku juga GWW deh! hahaha …