Saatnya kau kucerai!
Posted by juliach on March 4, 2011
Lama sudah kita hidup bersama. Kalo ngak salah sejak 2004 … gimana seh koq lupa!!! Dalam menjalani hidup bersama, kita saling memberi … tapi lama-lama koq aku yang memberi terlalu banyak. Sedang servismu lama-lama menurun drastis. Bahkan aku pernah sempat tak mendapat servismu karna kau sama sekali impontensi.
Sedubrag lelaki yang kau kirim nan gagah dan jantan, tak bisa melayani kegairahanku. Ada satu dari mereka yang hampir aku tendang pantatnya dari belakang … di atas terasku… karna aku sangat marah… aku ingin kirim kembali lelaki itu langsung padamu. Bagaimana tidak aku membludak amarahku yang sudah membara di dalam dadaku. Dia ini sangat tampan, tinggi dan gagah … tapi otaknya penuh dengan dodol duren … OOo … masih mending gimana kalo aku sebut otak udang? Dia ini ngak bisa membedakan antara kabel listrik dan kabel telpon … maka mulutku yang bawel langsung nrocos :”Donc vous ne comprenez pas celui de penis et celui de cocombre!” … sambil aku tunjuk kabel telpon … memang di lokal tehnik di gedung itu ada banyak kabel.
Beruntung salah



Watch Raising Hope said
Cerai suatu cara yang dibenci oleh Allah SWT
marina situmorang said
Loh… Mbak Julia….. koq cerai? nikahnya kapan? sudah kembali ngeblog nih?
rachma said
Wah…dah lama aq tunggu cerita2nya,muncul dgn cerita yg menyedihkan. Lam kenal mbak,aq seneng bs ngintip2 ceritanya..
fitrimelinda said
suka ama cerita nya mbak..
Putri said
mbak…?
itu maksudnya…
lelaki tukang kabel, ya, mbak ? *bingung
bowbee said
Hah..? Bingung nih mnangkap makna yg tsirat d cerita mbak…
baju wanita said
haiii..salam kenal…
Marsini Seilnach said
hallo…senang akhirnya bisa gabung disini. saya sudah baca blog mbak Julia sejak masih di Indonesia. sesampainya di Perancis saya coba telp ke mbak Julia tapi ngk pernah diangkat. saya sudah 9 bulan tinggal di Perancis dan sekarang sedang menunggu carte de sejour, aplikasi sudah masuk tinggal tunggu selesai sudah hampir 2 bulan tapi belum jadi2 juga. apa yang saya baca di salah satu blog mbak Julia memang benar bahwa kalau kita disini tidak ada kegiatan selalu terbayang-bayang Indonesia, begitupun dengan saya. sebenarnya saya mau sekali kursus bahasa perancis kalau bisa yang gratis, tapi semua tergantung suami karena saya tidak bisa bergerak kemanapun tanpa diantar sama suami. saya sudah tidak sabar untuk bisa berbahasa perancis dan segera dapat SIM, saya sudah punya SIM di Indonesia selama 10 thn tetapi waktu mau berangkat ke Perancis saya ditilang dan tidak sempet mengerusnya kembali, waktu minta damai ditempat ampun2 mintanya 500 rb, padal biaya sesungguhnya cmn 100 rb. krn marah saya kasih saja SIM saya tanpa nego :p. Banyak sekali rencana saya yang tertunda , saya ingin bisa bekerja dan melanjutnya studi Master saya disini. Terima. Salam Kenal. Terima Kasih
Si Culun said
masih bingung………..
Marlina Silamba said
Hi, Mba….Baru ngeblog, kemana aja…
Kangen baca tulisannya..
Minta hp no atau Pin donk…mau belajar bahasa perancis
Merci beaucoup
Resep masakan said
Cerita yang unik,